
Siang berlalu dan malam pun menyambut tanpa terasa hari ini Bapak dan Ibu akan melakukan perjalanan ke rumah kami.
[Bapak, dan Ibu akan berangkat Mbak doakan semoga selamat sampai tujuan.] Itu adalah pesan yang di kirimkan Bapak barusan, rasa bahagia pun mulai menguasai diri ini, karen lebaran yang hanya hitungan hari pun bisa aku rayakan bersama Bapak dan juga Ibu. Adiku Lysa lebih memilih merayakan di rumah mertuanya, dan Lyka sedang menjadi pahlawan devisa, sementara Lyra sedang memperbaiki diri di pesantren dan memilih tetap di tempat itu tanpa pulang ke kampung. Yah, mungkin dia belum siap meminta maaf pada kakak-kakaknya. Tidak masalah, aku akan menunggu hari itu akan tiba.
"Mas, Ibu dan Bapak saat ini sedang menuju ke Jakarta, dan kemungkinan sampai besok pagi," ucapku dengan senyum yang terus merekah, padahal kan kami tidak bertemu dengan Ibu dan Bapak belum ada dua bulan, tetapi rasanya kangen sudah setinggi gunung, mungkin karena aku yang hampir tidak pernah pergi jauh dari keluarga, jadi meskipun selalu bertukar kabar lewat sambung telpon, rasanya tetap saja kurang kalau tidak bertemu secara langsung.
"Pakai sopir kan? Kenapa ambil perjalanan malam? Kalau perjalanan malam rawan terjadi Microsleep Sayang. Apalagi kalau yang tidak biasa berkendara jauh, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa," ucap Mas suami yang mana membuat aku jadi kefikiran.
"Lydia tidak tanya tadi pakai supir atau tidak, setidaknya kalau pakai supir kalau ngantuk ada yang menggantikan," ucapku dengan suara yang sedikit parau karena jadi kepikiran, Aku takut kalau Bapak mengambil perjalanan seorang diri di mana kalau sendiri apa yang mas suami katakan memang sangat beresiko. Perjalanan malam bagi sebagian orang memang waktu yang tepat karena selain udara yang dingin, resiko macet pun sangat sedikit. Tapi benar yang dikatakan Mas Aarav resiko terjadi Microsleep (Atau tidur sesaat dalam posisi berkendara,) itu sangat beresiko terjadi.
"Kamu bilang saja sama Bapak atau Ibu untuk mengemudi kalau ngantuk menepi dan istirahat jangan di lanjutkan, itu sangat berbahaya," balas Mas Aarav, dan aku pun langsung mengikuti apa yang Mas suami katakan. Aku tidak mau momen bahagiaku di selimuti dengan kesedihan.
Cukup lama aku berkomunikasi dengan Bapak serta Ibu. Aku sedikit merasa lega ketika tahu kalau Bapak pakai supir, dan sopir yang Bapak pilih InayaAllah sudah terbiasa melakukan perjalanan jauh.
"Gimana sudah tenang?" tanya Mas suami yang mungkin tahu kalau aku sangat cemas. Dan aku pun hanya mengangguk dengan kuat dengan pertanyaan Mas suami.
"Bapak pakai supir dan juga supir yang Bapak pilih menurut Bapak sudah biasa bawa mobil travel ke Jakarta dan kota-kota besar lainya." Aku pun memilih duduk di samping Mas suami yang sedari tadi nampaknya sangat sibuk dengan laptopnya.
__ADS_1
"Lagi ngapain sih Mas, kayaknya sibuk banget?" tanyaku sembari mata ini terus menatap desain Mas suami yang sedang sibuk mencari ide untuk supermarket yang akan segera di bangun paska lebaran nanti.
"Coba kamu lihat menurut kamu ide seperti ini bagus tidak? Kalau Mas dan Hadi serta Papih dan suami Amora, sebagai pemegang modal yang cukup banyak mereka setuju kalau nanti di supermarket yang baru akan di sediakan buah potong dan siap makan serta aneka sayuran yang sudah siap masak, dan makanan sehat lainnya." Mas suami menunjukan beberapa gambar yang dia ambil dari contoh supermarket di luar negri.
Sayuran potong untuk tim mager kaya othor...
Buah potong mix buat yang malas kalau beli satuan kadang nggak abis udah bosan.
Dan nanti ada bubu rumahan yang siap pakai.Mau masak sop, tumis, gulai, tinggal tuang tanpa uleg-uleg.
"Tentu tidak, ini semua ide Mas dan Hadi dan semoga saja jangan sampai bocor sama pihak lain. Pengennya pertama yang ada di negri kita. Sekaligus kita mendukung dengan gaya hidup sehat sediakan salad sayur, yang sehat, dan salad buah yang sehat juga tentunya, bukan salad buah yang sering beredar di masyarakat kita, yang mana justru itu kurang sehat karena pakai susu kental manis yang tinggi glukosa, dan mayones, di tambah keju (Tinggi lemak). Memang kalau di bilang enak, yah makanan itu cukup enak gurih dan lezat, nagih untuk di konsumsi, tetapi apabila di makan terus menerus bukanya sehat, tapi kalorinya banyak kurang baik untuk tubuh. Makanya Mas dan Hadi ingin buat yang versi sehat benar-benar sehat, glukosa yang didapatkan murni dari buah dan juga vitamin tidak terganggu dengan lemak dan segala macam, jadi untuk hidup sehat sangat cocok." Mas suami terus menunjukkan apa saja yang nanti akan menjadi unggulan dari supermarket yang nantinya akan di gadang-gadang sebagai Supermarket Sehat.
Yah, sesuai dengan namanya supermarket sehat, jadi yang di jual tentunya lebih banyak untuk menunjang gaya hidup sehat. Yang mana kadang masyarakat kita kurang melek akan sehat dan kadang salah arti dengan mana yang real sehat dan mana yang enak. Mereka lebih memilih enak dari pada sehat (Bukan nyindir siapa-siapa, ini introspeksi untuk othor yang selalu seperti itu enak dulu, sehat urutan kesekian).
__ADS_1
"Ini sih idenya sangat bagus Mas, dan Lydia yakin kalau memang konsepnya seperti ini insyaAllah akan sangat bermanfaat, dan pastinya meningkatkan sumberdaya masyarakat kecil, ini ada jus sehat juga kan yang tidak pakai gula dan pengawet tambahan alias ini dari buah murni? Kalau ini Lydia yakin bakal banyak membantu petani buah kita keangkat deh dan kreatifitas menciptakan makanan sehat juga semakin luas. Kadang orang sulit diet itu karena minimnya makanan yang murni, jus yang tinggi gula, susu dalam kemasan biasanya lebih tinggi gulanya dari pada serat dan vitaminnya dan kandungan gizi. Belum makanan lain yang kadang kita ingin praktis tapi tidak sehat, kalau di toko Mas itu semua di jamin murni dari buah dan sayur, daging, dan kebutuhan jenis ikan dan sumber protein dan lemak. Lydia sih setuju banget. Kalau banyakan di kota ini dan yang sudah Mas jalani kan supermarket segar, nah kali ini supermarket sehat. Ini ide yang menarik," pujiku dan baru kali ini aku sangat setuju dengan yang Mas suami programkan.
Andai banyak pengusaha yang peduli akan kesehatan setidaknya akan mengurangi masyarakat dari sakit meskipun tidak banyak tetapi sudah membantu tenaga medis untuk mengurasi pasien, karena sakit juga banyak disebabkan dari faktor konsumsinya.
"Ini ada lagi Sayang. Kita berencana akan ada dua lantai, yang mana lantai atas dan sebagian lantai bawah untuk kebutuhan rumah tangga dan yang tadi mas katakan, dan sebagian yang bawah akan di sediakan alat untuk GYM, Fitnes dan untuk permainan anak-anak, jadi kita juga akan buat usaha seperti punya kamu dan kalau haus dan lapar habis bakar kalori sudah ada makanan sehat tersedia."
Aku langsung memberikan penilaian yang luar biasa untuk pemikiran ide Mas suami, marketing yang sangat pandai. Di pancing dulu untuk bakar kalori, dan setelah itu di suguhkan makanan sehat. Ide yang keren.
"Lydia nggak bisa berkata apa-apa ini idenya sangat luar biasa keren, dan Lydia akan selalu berdoa semoga usaha Mas banyak peminatnya, dan untuk memperkenalkan pada masyarakat semoga viral dan banyak yang datang, untuk menikmati fasilitas dan makanan sehat yang Mas dan tim jual."
Aku yakin kadang kita bisa mengeluarkan ide seperti ini karena ide awal Mas suami diambil oleh David, dan tentu berharap dengan konsep yang baru justru rezeki Mas suami makin banyak. Kadang mengikhlaskan sesuatu memang sulit. Apalagi itu ide usaha, yang mana untuk mendapatkan ide itu kadang bergadang kerja, dan juga butuh survey dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat, tapi kadang ada oknum yang seperti David dengan berpura-pura mengajak kerja sama untuk mengambil ide jualan kita, dan setelah itu memutus kerja sama sepihak tanpa alasan yang jelas. Curang, bisa disebut seperti itu.
Semoga kita di jauhkan dari orang-orang seperti itu. Kadang ada yang bilang jualan sama rezekinya pasti beda. Memang rezeki ada yang atur, tetapi kita sebagai sesama pengusaha harus punya etika, kasusnya seperti David jelas salah, karena niat awal sudah salah, kami hanya berharap David dan keluarganya dapat pelajaran dari perbuatanya.
Dan kita bisa bersaing secara sehat sesuatu dengan program mas suami "Supermarket Sehat"
Bersambung....
__ADS_1
...****************...