
"Dirly, saya sebagai kedua orang tua Lyra minta maaf atas semua kelakuan anak saya?" ucap Bapak, dengan menatap Dirly bergantian pada orang tua Dirly, situasi seperti ini membuat aku semakin tidak tahu apa yang terjadi, apalagi suara Bapak bergetar dan sesekali menunduk.
"Tidak apa-apa hanya saja kami ingin nama anak kami dibersihkan dan apa yang terjadi pada anak saya semua dibuka sejelas-jelasnya, dan gamblang tanpa ada yang ditutup-tutupi. Entah kalian sudah tahu atau belum keadaan rumah tangga anak kami dengan anak kalian, tetapi mulai detik ini kami ingin semua tahu apa yang terjadi selama ini. Dirly juga tertekan oleh sifat anak kalian. Bukan dia diam berati dia lemah. Sebenarnya Dirly hanya kasihan kalau semuanya terbongkar yang malu kalian semua. Namun untuk kejadian ini saya rasa sudah keterlaluan." Pak Slamet selaku ayah dari Dirly pun menjadi juru bicara atas putranya. Tentu aku semakin penasaran, dari setiap kata yang Pak Slamet katakan sudah jelas Lyra lah biang masalah di sini. Namun masalah apa? Kenapa bisa Dirly jadi korban.
Kembali Bapak menghirup nafas berat dan memejamkan matanya cukup lama. "Jujur kami selaku orang tua, baru mengetahu semuanya ketika Dirly bercerita di kantor polisi. Dan kami juga tidak menyangka kalau anak kami akan senekad ini. Saya sendiri apa bila Lyra diberikan kesembuhan akan menitipkan anak itu di pesantren luar pulau yang saya yakin InsyaAllah bisa merubah sifat anak saya. Tapi sekali lagi izinkan kami meminta maaf karena membuat Nak Dirly jadi korbannya." Aku yang semakin di buat penasaran pun langsung bangkit dan menyampaikan unek-unek ku.
"Mohon maaf saya menyela musyawarah ini. Saya benar-benar tidak tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi. Sudikah menceritakan dari awal, dan sebenarnya yang terjadi dengan adik saya. Jujur saya juga penasaran dengan apa yang terjadi apalagi dari semunya menyangkut juga nama saya," ucapku menyela obrolan dua tertua yang sedang berunding.
Mas Aarav pun mengangguk dan ikut membenarkan ucapan aku. "Yah, saya setuju dengan ucapan istri saya, sebaiknya jelaskan dari awal apa yang terjadi karena saya selalu suami Lydia dan juga terbawa dalam masalah ini ingin tahu dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Aku melihat Dirly memberikan tatapan tajam padaku dan juga Mas Aarav selebihnya Pak Slamet menghirup nafas dalam seolah dia kehabisan pasokan oksigen di dalam dadanya.
"Biar saya yang menceritakan semuanya Pak Lurah," balas Pak Slamet di mana sebelumnya menatap adikku Lyka dan juga Samsul. Dan kami pun memberiakan anggukan sebagai izin untuk Pak Salmet mulai bercerita.
"Jadi semuanya berawal dari pernikahan kamu dan Dirly yang gagal tiga tahun lalu, karena Lyra mengaku hamil anak dari calon suami kamu. Dirly yang kami tanya dan mengaku katanya pernah melakukan hubungan terlarang dengan adik kamu pun tidak berpikir macam-macam, selain yakin kalau anak yang Lyra kandung adalah anaknya. Namun, lambat lain singkat cerita Dirly menemukan pesan chat antara Lyra dan Samsul (Pak Slamet menatap pada Samsul) Yang mengatakan bahwa anak itu anaknya. Pertengkaran pun terus terjadi hingga Dirly mengancam akan meenceraikanya dan juga kembali pada kamu Lydia. Karena nyatanya anak saya sukanya sama kamu bukan Lyra. Mereka berhubungan badan pun karena pengaruh obat-obatan yang mungkin ada yang menjebak Dirly agar mau bertanggung jawab atas kehamilan Lyra, karena kalau tidak kaya seperti gitu Samsul harus bertanggung jawab atas perbuatanya, sedangkan dia sudah menikah dengan Lyka maka dikorbankan Dirly. Kenapa milih saat pernikahan kalian akan berlangsung? Mungkin juga karena mereka yakin dengan cara seperti itu pasti akan di nikahkan, benar saja kami tanpa pikir panjang memutuskan menikahkan mereka karena tidak mau aib menyebar." Pak Slamet menjeda ucapanya. Dan wajah-wajah di dalam ruangan ini aku lihat tampak tegang semuanya bahkan Mas Aarav pun ikut tegang dan juga sangat serius.
"Jadi Lyra terluka karena Samsul?" tanyaku lagi di sela-sela ketegangan. Ada bongkahan marah sekali pada laki-laki yang duduk dengan menunduk seolah tengah menahan malu. Kepalaku semakin berdenyut dengan kencang ketika mengingat masalah yang rumit dalam keluargaku.
Dalam hatiku terus bertanya-tanya. "Masa sih Lyka tidak tahu bagaimana kelakuan suaminya dan Lyra? atau memang mereka yang terlalu pandai untuk bermain api?
__ADS_1
Musyawarah pun terus berjalan dan juga dari keputusan yang Bapak putuskan Lysa dan suaminya Uki akan pindah dari rumah Bapak, membuat rumah sendiri yang cukup jauh dari rumah orang tuaku. Lyka dan Samsul memilih berpisah. Eh lebih tepatnya Lyka yang meminta berpisah, dan Samsul mau tidak mau mengabulkan permintaan Lyka, yang ternyata dia terlalu baik sehingga tidak tahu kalau suaminya berselingkuh. Dan Lyra sendiri akan menjalani hidup di pesantren agar bisa merubah kelakuannya.
"Mohon maaf saya sela lagi obrolan kalian. Karena menurut saya ini adalah masalah keluarga yang cukup menyeret nama istri saya dan juga membuat dia berdiri di titik yang kurang nyaman. Saya sebagai suami dari Lydia akan segera membawa Lydia untuk pulang ke Jakarta. Saya rasa dengan Lydia ada di sini atau tidak, tidak akan banyak berpengaruh, karena ini masalah sebenarnya bukan atas perbuatan istri saya. Jadi mohon maaf Bapak, Ibu besok kami akan langsung pulang ke Jakarta. Kamu juga ingin berpikir tenang tanpa masalah yang sebenarnya hanya butuh ketegasan kalian untuk mengambil keputusannya." Mas Aarav tiba-tiba berdiri dengan tegas dan bicara yang tertata dengan bijaksana.
"Bapak tidak bisa melarang kamu mau membawa Lydia sekali pun malam ini juga. Hanya satu pesan Bapak kalian selalu terbuka, rukun selalu dan saling bahagia. Mungkin Bapak akan lebih fokus pada adik-adik kamu dulu Mbak. Bapak yakin kamu jauh lebih tahu mana yang baik kamu lakukan dan mana yang tidak." Bapak menatap aku dan Mas Aarav bergantian. Sedangkan Dirly dari tadi diam-diam mencuri pandang padaku terus. Aku sampai tidak enak hati karena Mas Aarav juga diam diam memperhatikan gerak gerik mantan suamiku itu.
Dadaku semakin bergemuruh ada perasaan takut kalau mas bojo akan marah, meskipun kata orang cemburu adalah tanda cinta, tapi rasanya kalau terlalu cemburu juga bisa jadi pernyakit dalam rumah tangga.
...****************...
__ADS_1