
"Apa lagi itu Mas?" tanya Mimin ketika Hadi menyerahkan bungkusan makanan yang cukup banyak. Meskipun Mimin sih tahu bungkus itu pasti buat calon orang tua angkatnya.
"Biasa sogokan untuk camer." Hadi sekarang makin percaya diri untuk mengakui hubungannya dengan Mimin.
Mimin pun hanya membalas dengan senyuman tipisnya.
Setelah menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit kini Hadi sudah sampai di depan rumah dokter Sera.
"Salam yah buat Om Sono, dokter Sera dan si bawel Orlin," ucap Hadi begitu ia menghentikan kendaraan roda empatnya di depan gerbang berwarna hitam.
"Jadi nggak mau mampir dulu," balas Mimin. Ya, niatnya basa basi aja sih. Hadi juga tahu ini sudah lebih dari jam sepuluh orang-orang juga udah pada istrirahat malah mampir apa kata para tetangga nanti.
"Pengin sih, tapi udah gerah dan cape pengin langsung bersih-bersih dan langsung bogan (Bobo ganteng)," balas Hadi dengan menujukan wajah lelahnya.
"Ya udah hati-hati di jalan yah, dan terima kasih banyak buat sogokanya." Mimin mengulas senyum dan mengangkat kantong makanan yang ia bawa.
"Iya, udah masuk sana. Nanti malah aku berubah pikiran pengin nginap di sini lagi."
"Ya enggak apa-apa nginap di sini, paling juga tidur dengan Om Sono mau emang," ledek Mimin.
"Gak deh, maunya sama kamu." Hadi juga bisa dong meledek Mimin.
"Dih maunya! Ya udah aku masuk yah. As'salamualaikum," ucap Mimin lalu ia masuk ke dalam rumah setelah Hadi membalas salamnya.
__ADS_1
Hadi memastikan kalau Mimin memang sudah masuk ke rumah dengan aman. Namun, setelah memastikan sang calon istri sudah masuk laki-laki itu bukanya buru-buru melajukan kendaraan roda empatnya namun justru tetap menatap ke arah rumah dokter Sera. Bibirnya melengkung sempurna. Hatinya berbunga-bunga setelah kencan pertama kalinya.
Meskipun ini bukan makan malam pertama bagi Hadi dan Mimin, tetapi dengan jawaban yang tadi mimin berikan itu tandanya sekarang ia dan mimin sudah resmi pacaran.
"Ya Alloh, aku kenapa jadi berasa ABG lagi yah, jadi pengin buru-buru pulang buat koprol saking senengnya dengan jawaban Mimin." Setelah cukup lama senyum-senyum sendiri Hadi pun kembali melanjutkan mobilnya. Ia ingin segera sampai rumah dan bersih-bersih lalu istrirahat, mungkin saja memimpikan Mimin. (Orang kalau lagi kasmaran memang tingkahnya lucu cenderung setengah tidak waras sih, ya kaya Hadi sekarang lah. Ketawa sendirian, ngobrol sendiri.)
Sedangkan Mimin yang sebenarnya sudah masuk ke dalam rumah, tapi diam-diam wanita itu pun mengamati Hadi dari balik cendela kaca. Mimin hanya tersenyum melihat Hadi yang tersenyum senyum hal itu bisa Mimin lihat karena kaca mobil tidak Hadi naikkan dulu biar aman gak ada yang lihat aksi menggemaskannya, sontak Mimin juga senyum-senyum sendiri ketika melihat calon suaminya senyum-senyum bahkan sampai berjingkrak seperti orang yang dapat undian berhadiah.
"Ada apa Min?" tanya dokter Sera yang ternyata belum tidur. Mimin terperanjat kaget mendengar pertanyaan dokter Sera.
"E, itu Dok. Tidak ada apa-apa . Dokter belum tidur?" tanya Mimin dengan terbata, karena Mimin juga senyum-senyum sedang senyum-senyum sendiri.
"Udah tertidur tadi dari jam delapan, ini terbangun haus. Kamu baru pulang?"
Mimin meletakan bungkus makanan yang dia bawa di meja makan.
"Orlin udah dari tadi tidur, kalau mas suami lagi ngejenguk tetangga di RT sebelah yang sakit. Kebetulan sebenarnya tadi bangun selain haus juga lapar. Biarin deh makan malam-malam juga dari pada kelaparan. Sekali-kali nggak apa-apa lah."
Dokter Sera pun mengambil satu bungkus pecal ayam yang rasanya juara, masakan yang dibawa oleh Hadi tidak ada yang mengecewakan. Semuanya enak. Ya iyalah gratis.
"Ngomong-ngomong hubungan kamu dan Hadi sudah sampai mana? Kalau memang Hadi sudah ada niatan serius, lebih baik disegerakan. Buat hidari fitnah. Maaf kalau aku ikut campur, tapi kamu sudah aku anggap anak sendiri, jadi kalau ada apa-apa kamu sudah jadi tanggung jawab kami, jadi kamu jangan merasa kami ikut campur. Semua demi kebaikan kamu." Dokter Sera berbicara dengan baik-baik. Mimin yang selama ini hidup seorang diri ketika bertemu dengan dokter Sera yang memiliki watak seperti ibunya pun sangat senang dan betah dengan keluarga dokter Sera yang baik dan mau menerima Mimin dengan segala kekuranganya.
"Tidak Dok, justru Mimin senang ketika Dokter dan Om Sono selalu memperingatkan Mimin. Tanpa kalian, Mimin mungkin tidak akan merasakan arti keluarga. Sebenarnya kalau niat baik dari Mas Hadi sudah lama ada, tapi kemarin-kemari Dokter kan tahu betapa banyaknya masalah Mimin, jadi Mimin belum bisa memberikan jawaban, tapi setelah masalah Mimin selesai baik dengan ayahnya Iko maupun dengan kakeknya Iko. Mimin sudah memberikan jawaban atas kesanggupan Mimin untuk mencoba membuka hati lagi menerima Mas Hadi. Karena Lydia, Aarav dan Mami Misel semuanya memberikan nasihat yang sama belajar membuka hati, sama seperti yang dokter dan Om Sono katakan. Sehingga kini Mimin sudah memberikan jawaban untuk Mas Hadi, tapi untuk melangkah ke hubungan yang jauh lebih serius, Mimin masih pikir-pikir, bukan ragu hanya butuh keyakinan yang lebih besar." Mimin menunduk, di bawah sana jari-jarinya saling m3rem@s dengan kuas.
__ADS_1
Dokter sera mencoba menatap wajah Mimin dengan serius. "Apa keluarga Hadi juga tidak merestui kamu sebagai calon menatunya, sehingga kamu merasa ragu?" tanya Dokter Sera, yang langsung di jawab gelengan kepala oleh Mimin.
"Justru keluarga Mas Hadi sangat baik, dan juga sangat terbuka dengan saya. Bahkan mereka tahu semua tentang saya, termasuk Iko. Jadi katanya Handan yang sudah cerita semuanya. Tadi Mimin sudah sempat ngobrol dengan orang tua Mas Hadi dan mereka sangat baik, berbeda jauh dengan keluarga ayahnya Iko," jawab Mimin dengan yakin.
"Lalu yang membuat kamu menunda pernikahan apa? Bukanya pernikahan kalau sudah merasa yakin, dan restu didapatkan baiknya dilaksanakan, jangan ditunda-tunda karena godaan setan itu sangat besar. Apalagi kalian kerja bersama dan berangkat pulang kantor juga sering bareng , Dokter hanya takut saat iman kalian lemah syetan bisa menggoda dengan gampang." Dokter Sera menggenggam tangan Mimin yang terasa dingin. "Kalau kamu sudah yakin Hadi adalah calon suami yang baik untuk kamu, tidak kasar, cukup dari materi untuk menghidupi kamu dan siap untuk menikah. InsyaAlloh untuk rezeki akan datang dengan sendirinya."
"Mas Hadi ingin pernikahan kita meminta izin dengan orang tua laki-laki saya. Jujur ini berat Dok." Suara Mimin pun mulai berubah. Dokter Sera yang sering dengan curhatan hati Mimin dengan keluarganya pun mengusap pundak Mimin.
"Kamu yang sabar. Sebelumnya cobaan tinggi dan terjal sudah kamu lewati dengan sangat baik, sekarang cobaan yang kesekian juga pasti kamu bisa melewatinya dengan baik. Serahkan semua masalah kamu kalau kamu sudah tidak sanggup pada Alloh, biarkan Alloh yang atur, kamu tetap jalani dengan semampu kamu. Jalan dari Alloh pasti jauh lebih bagus."
"Ini menurut saya ujian paling berat Dok. Kalau boleh meminta saya tidak ingin bertemu dengan dua orang itu. Satu papahnya dan kedua abangku. Dua orang yang sangat aku benci di dunia ini, hingga saat ini. Yah, saya tahu dosa banget kalau membenci papah dan sodara sendiri, tapi saya hanya manusia biasa ketika hidup saya dikorbankan dan tidak dihargai mereka justru memilih kesenangan untuk orang lain, jelas saya marah besar. Apalagi aku yakin banget papah adalah orang dibalik meninggalnya ibuku."
Dokter Sera terus mengusap pundak Mimin. "Kamu yang sabar, sekarang sudah malah, bersih-bersih dan istirahat kih, nanti malam jangan lupa bangun buat sholat. Dan minta petunjuk pada Alloh. Sekarang jangan dilanjutkan lagi cerita kamu, nanti malah makin membuat hatinya sakit dan semakin banyak kebencian yang bertumpuk, lepaskan perlahan nanti lama-lama juga akan lega."
Seperi biasanya Mimin akan mendengar nasihat dokter Sera, wanita itu masuk ke dalam kamarnya di mana Orlin sudah pulas tertidur. Untung dia banyak temannya sehingga sedikit mengurangi tekanan dalam pikiranya. Mungkin kalau Mimin sendirian akan semakin setres berat menghadapi ujian yang bertubi-tubi.
Bersambung....
,
...****************...
Sembari nunggu kelanjutan kisah Mimin dan Om Hadi. Yuk mampir ke novel bestiee othor di jamin keren dan enak. Mampir yah di novel bestiee othor?
__ADS_1