Pembantu Spesial Untuk Om Duda

Pembantu Spesial Untuk Om Duda
Penolakan Dari David


__ADS_3

Sudah hampir sepuluh menit dua orang beda generasi tengah duduk berhadapan, dan saling diam.


"Rencana kamu sebenarnya apa?" tanya Wijaya dengan nada yang dingin dan ketus.


"Tetap dalam penjara ikuti semua prosesnya, hingga David menerima hukuman atas apa yang aku lakukan."


David kembali diam tak memberikan respon apapun. Semalaman dia berpikir dengan apa yang dikatakan oleh petugas sipir yang memberikan penjelasan tentang islam hingga mengajarinya untuk beribadah, hingga ia bertekad akan belajar mendekatkan diri kepada Tuhannya. Selama dalam penjara.


Wijaya menatap sengit pada putranya. "Kamu mau bikin malu papamu ini? Kamu adalah anak satu-satunya dari seorang Wijaya yang terkenal kaya raya, dan ibu kamu juga memiliki jabatan yang tinggi dalam kegiatan sosial, pasti bakal banyak yang ingin tahu akan cerita kehidupan kamu. Tanpa kamu berbuat aneh seperti ini juga akan banyak yang kepo dengan kehidupan kita. Apalagi kalau nanti bakal ada yang tahu kalau kamu tersandung masalah hukum. Kamu harus pikirkan itu," bisik Wijaya dengan tubuh di condongkan ke wajah David agar tidak ada yang bisa dengar dengan ucapan Wijaya itu.


"Itu sudah David pertimbangkan." Kembali David yang sudah yakin dengan keputusannya pun tidak akan mengikuti apa kemauan sang papah untuk kesekian kalinya.


Sorot mata Wijaya pun semakin mengganas. "Kamu jangan hancurkan keinginan dan impian Papah yang selama ini Papah bangun, berada dititik ini tidak mudah David, dan kamu akan hancurkan begitu saja, apa kamu tidak bisa menghargai usaha Papah. Usaha kamu pasti akan bangkrut dan gulung tikar, kamu pikirkan itu. Hampir satu tahun kamu buka supermarket segar dengan modal yang tidaklah sedikit, banyak perjuangan hingga semuanya terwujud, tetapi lagi-lagi kamu hancurkan begitu saja. Papah menyesal melibatkan kamu dalam rencana Papah."


David memberikan senyum yang mengejek, sudut bibirnya terangkat sebelah. "Bukanya dalam usaha ada untung dan rugi, kalau Papah tidak mau rugi Papah bisa jual ide bisnis itu pada orang lain, dan David yakin pasti akan...."


"Cukup David, kamu jangan keras kepala lagi, apa salahnya kamu tetap diam biarkan Papah bekerja dan kamu hanya perlu nikmati hasilnya," bisik Wijaya Lagi, tetap berusaha mungkin kali ini David bisa diajak kerja sama, dan tidak kerasa kepala. Ia harus berhati-hati untuk berbicara, jangan sampai menimbulkan kegaduhan lagi, dan berakhir dengan pergi dan pertemuannya dengan David hanya berakhir sia-sia. Meskipun kini Wijaya sudah sangat dongkol menghadapi sifat keras kepala sang anak.


"Kenapa tidak dibalik, cukup Papah jangan lagi ikut campur urusan David, ini adalah hukuman yang harus David terima dan Papah hanya cukup diam dan terima keputusan ini, David yang menjalani saja baik-baik saja kenapa Papah harus pusing. Soal kerjaan dan usaha David pasti rekan bisnis David tidak akan membiarkan merugi, mereka pasti berusaha untuk tetap jalan bisnis kita, meskipun tanpa David jangan terlalu parno dan berpikir keras apa yang tidak seharusnya Papah pikirkan, ingat Papah sudah tidak lagi muda butuh pikiran tetap tenang agar tetap sehat. Urusan David biarkan David yang jalani." David tetap bersikap tenang, dan tidak mau mengikuti cara sang papa lagi karena sangat bertentangan dengan hatinya.


"Kamu dihukum bukan hitungan bulan David, pasti ini kesempatan baik wanita itu untuk membalas dendam pada kamu ia bisa saja memberikan keterangan palsu dan membuat hukuman kamu bertambah."

__ADS_1


Kali ini David mengangkat wajahnya, dan menatap wajah papahnya dengan tajam. "Papah tidak kenal Mimin, dia tidak akan memiliki pikiran seperti itu. Dia wanita yang baik, kebaikanya sudah mengetuk pintu hati ini, (David memukul dadanya) tapi semuanya hancur karena Papah. Cukup sudah hati ini jadi korban keegoisan Papah, kali ini David tidak akan ikuti apa kata Papah. Sekarang David tidak akan lagi ikuti apapun yang bertentangan dengan hati David, karena yang ada hanya sakit yang David rasakan. David masih muda biarkan David menentukan kemana jalan hidup ini akan David bawa. Menjalani rumah tangga tanpa adanya cinta itu sangat sakit dan jangankan untuk berbicara bersama, bahkan untuk sekedar pulang pun rasanya sangat berat. Pasti Papah juga merasakan itu semua."


"Otak kamu memang sudah tercuci oleh wanita itu, entah bagaimana membuka mata kamu kalau wanita itu bukan anak yang baik, keluarganya saja hancur, dia dibuang oleh papahnya, dia hanya anak haram yang tidak diakui oleh papahnya, buktinya sampai sebesar itu dia tidak kembali pada papahnya dan mengatakan papahnya telah mati, padahal dia tahu di mana rumah orang tuanya dan pasti dia juga tahu kalau papahnya masih hidup sampai sekarang."


"Pasti ada yang membuat Mimin tidak mau mengakui papahnya. tidak semua anak itu salah, bisa jadi orang tua yang terlalu memaksakan kehendaknya pada anaknya sehingga anak lebih nyaman hidup sendiri. Tapi bukanya yang David tahu dia adalah anak sah dari pernikahan dia anak kedua bagaimana bisa Papah bilang dia anak haram?" tanya David yang justru semakin yakin kalau papahnya tahu dengan masalah mantan istrinya.


"Dia anak hasil selingkuhan." Wijaya menjawab dengan yakin.


"Hasil selingkuhan kok Papah bisa tahu betul, apa jangan-jangan Papah tidak setuju kalau David menikah dengan Mimin, tidak lain karena Mimin anak hasil hubungan gelap Papah dengan ibunya," tuduh David, tidak sepenuhnya menuduh hanya menebak dan ingin tahu reaksi papahnya saja.


"Jaga mulut kamu David, kalau wanita sial itu anakku sudah pasti akan aku ambil dan aku besarkan dengan sangat baik, tapi aku tetap membencinya dan itu artinya dia bukan anakku."


David terkekeh samar. "Santai saja, David hanya memancing, karena David juga tahu betul kalau Mimin anak Papah pasti dia akan jadi wanita yang keras, bukan lembut, jadi sudah yakin Mimin anak orang lain, jadi tidak akan ada salahnya kalau David tetap mengejarnya kembali karena dia bukan anak Papah kan?" David tersenyum dengan santai.


"Cinta itu sulit dihilangkan, dan David akan buktikan kalau David akan berubah dan menjadi laki-laki yang pantas untuk Mimin dan akan melindungi dia dari Papah."


"Sebelumnya kamu juga pernah mengatakan itu, tetapi kamu kembali pada Papah dan memilih uang-uang Papah dari pada wanita itu lalu apa sekarang Papah harus percaya ucapan kamu." Wijaya tersenyum tipis.


"Itu dulu Papah berbuat licik, andai tidak menutup jalan rezeki David, saat itu David tidak akan percaya semua yang Papah katakan, untuk saat ini tolong Papah jangan ikut campur, ini semua sudah David pikirkan dengan matang jadi jangan bermain curang."


"Terserah kalau mau kamu gitu, tapi Papah akan tetap mengambil Iko dari keluarga Sony, itu kalau kamu tetap kekeh dengan keputusan kamu untuk tetap hidup di tempat ini."

__ADS_1


David langsung mengangkat wajahnya dan memberikan tatapan yang tajam pada Wijaya. "Papah jangan ambil Iko, biarkan dia dengan keluarganya. Jangan usik kebahagiannya," bentak David tidak perduli kalau sampai pertemuan ini berakhir dengan keributan lagi.


"Iko tinggal dengan Papah juga pasti bahagia."


"Pah, tolong jangan usik Iko, bahagia bersama Papah pasti beda, Aarav dan istrinya sudah memberikan yang terbaik jangan usik dia." David kembali meradang.


"Tidak bisa David, dia cucu Papah bukan Sony."


"Dalam hukum dia cucu dan anak mereka, Pah tolong jangan bikin semua ini makin runyam, David ingin memperbaiki diri dan dengan baik-baik hidup berdampingan dengan mereka dan bisa membesarkan Iko bersama-sama, bukan seperti ini. David malah takut kalau  selamanya David tidak bisa menemui Iko karena masalah dari Papah."


"Kamu tenang saja, Papah tidak seceroboh kamu. Papah berjanji kamu bisa memeluk anak kamu seorang diri. Kamu tenang saja itu semua akan segera terwujud."


Wijaya beranjak dari duduknya dan berlalu dengan santai meninggalkan David yang semakin vemas dengan apa yang akan dilakukan oleh sang papah.


"Pah, tolong pikitkan masa depan David Pah, ini bukan pilihan yang baik untuk David."


Bersambung.....


...****************...


Wah makin seru nih, Wijaya bakal membuat keseruan apa lagi yah? Sembari nunggu gimana kalau mampir ke novel bestie othor dijamin bikin baper dan gak mau berhenti baca pokoknya langsung mampir yah udah tamat jadi bisa baca maraton....

__ADS_1


kuy meluncur.....



__ADS_2