
Flashback on
Tania segera menuju Kamar mandi dan menunaikan kewajiban sebagai muslim yang sudah dia lewatkan karena pembahasan pernikahannya.
"Ya Allah semoga menikah ini adalah keputusan tepat buat Tania,Semoga nanti yang jadi pendamping Tania adalah lelaki yang mencintai dan menyayangi Tania dengan sepenuh hatinya,Aamiin.Tania pun menyudahi doanya air matanya kini keluar lagi membasahi pipinya.
Tania,,,,,!!!!!!! apa kamu tertidur?
suara teriakan yang sangat keras tentu membuat Tania terkejut.
"Aku tertidur rupanya,ucap Tania karena lelah menangis
Tania lalu menuju arah pintu dan membuka pintu kamarnya,Ada Bi Ranti sedang berdiri disana ada beberapa kebaya yang dia bawa.
"Iya Bi,Jawab Tania
"Berhenti menangisi pernikahan mu besok,mata mu terlihat bengkak sekali.
Dan jangan berpikir buat melarikan diri apalagi menghubungi Laura.Pesan bibi dia lalu pergi meninggalkan Tania yang masih berdiri mematung didepan pintu kamarnya.
"Hiksss ,,,,padahal dia ingin sekali menceritakan masalah ini pada Laura sahabatnya itu,tapi Tania mematuhi perintah Bibinya.Tania tidak mau mengambil Resiko atas tindakan nya nanti,dan berdampak pada orang sekelilingnya.
Laura maafkan aku ya,ucapnya lirih ada saat nya nanti aku pasti akan menceritakan semua.
drtttttt bunyi telpon Tania berdering,Tania melihat kearah layar ponselnya.
Laura 📞
__ADS_1
Yang baru saja disebut namanya udah langsung Nelpon aja,Tania tersenyum
Tania segera menutup pintu kamarnya dan mengangkat panggilan Laura.
"Hallo,,,,Assalamualaikum,,,,sapa Tania saat mengangkat Telpon dari Laura.
"Walaikum salam,Sahut Laura
"Tania kamu baik-baik aja kan disana??Aku kepikiran dari tadi.terdengar Dari suara Laura dia sedang khawatir.
"Aku baik-baik saja.Tadi cuma membahas tentang kuliah ku,Paman dan Bibi sudah menyetujuinya.Ucap ku berbohong
Syukurlah bathin Laura.Aku sedikit merasa aman saat meninggalkannya nanti.
"Beberapa hari mungkin aku sibuk tidak bisa bertemu dengan mu,kamu Tidak apa-apa kan?Laura harus berangkat sore ini keluar negeri tempat dia akan melanjutkan kuliahnya.
"Kamu belum memberitahuku kenapa dirimu menangis tadi siang?????
"Udah tidak usah dipikirin sekarang aku baik- baik saja bukan.Laura masih mengelak
"Baiklah aku Tidak mau memaksamu menceritakannya sekarang"
"Oke jaga dirimu ,kalo paman dan Bibimu berbuat kasar lagi jangan segan untuk memberi kabar kepadaku.
"Iya bawel ,hehehehehe
"Dahhhh Tania aku sudah dapat panggilan Momi ku dari bawah.
__ADS_1
Tania dan Laura pun mengakhiri panggilan telponnya.
Tania meletakan ponselnya dimeja dan mulai mencoba pakaian yang akan dipakai nya buat besok.
Terlihat pas dibadannya saat dia bercermin.
"Kalo menikah dengan seseorang yang aku cintai tentu ada perasaan berbeda saat ini.Tania berkata lirih.
Tania sudah mencoba beberapa bajunya dan semua sangat cocok baginya.semua terlihat cantik
Dengan segera membuka kamarnya ingin mencari keberadaan bibinya untuk memberitahu dia sudah mencobanya.
Tania mencari keberadaan Bi Ranti.
Arka yang keluar dari kamarnya segera menghampiri Tania.
"Kak Tania seperti sedang mencari seseorang ya?
"Kakak mencari mama mu,mau menyerahkan baju ini sudah selesai dicoba.Tania melihatkan tumpukan baju ditangannya
"Mama sering nya di taman belakang kak,coba aja kesana.
"Kak,,,apa keputusan kak Tania sudah bulat akan pernikahan besok.Arka merasa tidak tega melihat situasi kakaknya saat ini matanya bengkak pasti dia menangis lagi pikir Arka.
"Doakan saja Kak Tania mendapat suami yang benar menyayangi dengan tulus"Tania menepuk bahu Arka.
"Aamiin,kalo ada yang menyakiti Kak Tania disana beritahu Arka ya Kak,Arka tidak segan akan membawa kak Tania pergi.Arka nekat dengan perkataannya.
__ADS_1
"Oke Adik kecil,,,Tania mengacak Rambut Arka.Tania tidak mau membuat adiknya khawatir apalagi nekat melakukan tindakan yang bisa membahayakan dirinya sendiri.
"Apapun yang terjadi disana nanti,Kak Tania tidak akan memberitahu Arka,maafkan kakak Arka,Aku tak mau mengambil resiko besar untuk mempertaruhkan keselamatan keluargaku.ucap Tania dalam hati.