
Kakek Royan datang dan menyapa mereka semua yang berada ditaman
"Siapa gadis cantik ini"Puji kakek pada Laura
"Dia Laura kek,Sekretaris Varo yang baru"jawab Gibran
"Sekaligus sahabat Tania kek"ucap Tania
Kakek mengangguk mengerti dan mempersilahkan semua untuk bersenang-senang ditaman,Kakek memilih untuk beristirahat beberapa hari ini kakek mudah sekali capek..
"Pa,,"Panggil Bella "papa sudah periksa kesehatan hari ini??"
"Sudah"Jawab Kakek singkat
"Hasilnya baik-baik aja kan"Bella merasa Papanya sedang menyembunyikan sesuatu
"Apa kakek rutin minum obatnya"Varo bertanya ia merasa Kakeknya sedang menutupi sesuatu.
"Iya,Kakek rutin minum obatnya"
"Kakek sehat kok,gak ada yang serius kata dokter,hanya butuh banyak istirahat saja"Kakek Royan tidak mau membuat semua keluarga nya khawatir.
Bella,Varo dan yang lainnya Sedikit bernafas lega.
"Yah,Zain Mau kacih makan ikan,,,"Zain turun dari gendongan Laura dan mendekat ke Varo.
"Ayo sini ikut Ayah"Varo langsung menggendong putranya menuju kolam ikan Kesayangan Kakek Royan
__ADS_1
"Dah kakek"pamit Zain pada kakek Royan dan dibalas lambaian tangan oleh kakek.
"Oh iya Kakek hampir lupa,tadi ketemu paman Tania dan istrinya nitip salam buat Tania dan semua keluarga"ucap kakek
"Gimana kabar Paman dan bibiku kek"Tanya Tania sudah lama ia belum mengunjungi paman dan bibinya
"Apa wanita penyihir itu masih jahat padamu Tania"tanya Laura tiba-tiba
Bunda Bella dan Gibran tertawa mendengar ucapan Laura
"Sudah banyak yang berubah,Bibi Ranti yang dulu sangat berbeda sekarang,dan aku sangat bahagia melihat perubahan mereka semua"Tanpa terasa air mata Tania keluar dari pelupuk matanya.
"Aku senang mendengarnya,dan aku juga sangat bahagia melihat orang -orang disini semua menyayangimu dengan sepenuh hati"Laura memeluk Tania.
Semua ikut terharu,apalagi mengingat beberapa kejadian yang menimpa Tania dan hampir menghilangkan Nyawanya saat itu.
"Oh iya besok kita jadi Jalan ya,aku sudah minta izin dengan suami mu lho"ucap Laura
"Tentu bisa donk,suami ku pasti memberi Izin untuk kita keluar besok,walau harus dikawal beberapa bodiguard"Antusias Tania
"Bodiguard nya Pak Varo dan pak Gibran kan"Ucap Laura jujur
Tania yang tidak mengetahui maksud Laura sedikit bingung."Aku gak ngerti kenapa bisa Varo dan Gibran"
"Tadi kata pak Varo,dia ikut juga keluar besok,iya kan pak Gibran"Tanya Laura
Gibran hanya mengangguk mengiyakan ucapan Laura.Varo juga sudah memberitahunya tentu Gibran Gak akan menolak.
__ADS_1
"Nah seru itu Jadi seperti double date,Tania dan suaminya,Gibran dan Laura juga".Seru bunda Bella
Laura agak terkejut mendengar ucapan Bunda Bella Karena dia dan Gibran hanya sebatas rekan kantor lebih tepatnya Laura merasa tidak nyaman.
"Laura dan pak Gibran hanya sebatas atasan dan bawahan Tante Bella"Laura menjelaskan karena tidak mau ada kesalahpahaman.
"Gak ada salahnya kalian jadian,kalian Dimata bunda kalian berdua adalah pasangan serasi"ucap Bella
Didalam hati Tania setuju dengan ucapan bunda,Tania merasa Gibran adalah orang yang tepat untuk sahabatnya.
suasana hati Laura sedikit tidak nyaman,karena jujur ia tidak memiliki perasaan apapun pada Gibran.
Melihat raut muka Laura yang berubah membuat Bunda Bella merasa bersalah sudah asal bicara karena terlalu antusias ingin Gibran Menemukan tambatan hatinya.
"Udah jangan diambil Hati ya sayang,bunda hanya Mengeluarkan Yang ada dipikiran bunda"Memegang bahu Laura
"Gak apa-apa kok Tante Bella"Ucap Laura dan memberikan senyum Teduhnya.
"Besok pergilah kalian berempat,nikmati waktu libur,Zain biar Bunda yang Jagain ya"
Gibran yang sudah salah tingkah memilih pamit sebentar ke toilet.
"Pesan bunda tetap berhati-hati ya,bunda tinggal dulu ya,gak lama lagi Suami bunda juga pulang bekerja".Bella segera berlalu.
"Apa ada sesuatu???"Bisik Laura pada Tania
Varo yang tadi menemani Zain memberi makan ikan,sudah kembali dan menghampiri Tania dan Laura yang masih asik Ngobrol.
__ADS_1
"Nanti aku ceritain"Tania mengambil Zain dari gendongan Suaminya.
Laura hanya bernafas dengan penuh rasa penasaran.