
Di kediaman Keluarga Mahardika
"Kenapa mba terlihat gelisah hari ini?tanya Bella pada Rosi melihat kakak iparnya itu bolak balik didepannya saat dia sedang memakan sepotong roti.
"Bukan urusan mu,jawab Rosi ketus
Bella sudah terbiasa dengan kata-kata kasar dari Rosi
"Ya sudah kalo bukan urusan Bella,jangan mondar mandir didepan Bella sakit tau mata liatnya!!!!"Bella membalas lebih ketus
"Kenapa tidak Ku suruh saja adikku kala itu sekalian membunuhnya dia makin menyebalkan dan berani melawanku,Cihhh aku masih kasian sekali sama wanita yang terlihat selalu menebarkan senyum tapi hatinya terluka.Rosi terus bergumam kesal dihatinya.
"Mulai berani kamu membentakku ya Bella,Mata Rosi menatap tajam pada adik iparnya itu
"Mba yang duluan kasar jadi Bella balas,kalau mba bersikap sopan aku juga tidak bakalan kurang ajar sama mba.selama ini Bella selalu mengalah bukan tidak berani ada alasan tapi dia menjaga kondisi papanya bila mereka bertengkar.
"Awaass kamu!!!!!!pergi meninggalkan Bella dengan wajah kesal
"Dasar nenek sihir,umpat Bella
Disebuah ruangan Rosi sedang asik menelpon seseorang.
📞
"Bagaimana perkembangan pekerjaanmu disana????
__ADS_1
"Untuk Rosalinda sudah saya bereskan nyonya,sekarang dia sudah meninggal.
"Bagus,pastikan dia belum sempat mengatakan apapun,
aku penasaran bagaimana kalian melakukan pekerjaan yang pasti ,dia dijaga ketat oleh penjagaan.
"Seorang wanita yang aku suruh menyamar menjadi suster dan memasukan racun kedalam impusnya.dan itu berhasil dilakukan.
'Aku akan menambah bonus kalian nanti"Rosi merasa senang walau harus mengorbakan nyawa adiknya.
"Terima kasih Nyonya besar".
"Besok tuan besar akan pulang kembali ke Indonesia,sial nya dia memecat kami nyonya.
"Apa dia sudah mulai mencurigai kalian hah!!!!
"Sepertinya nyonya,jawab suara diujung santai
"Dasar tidak berguna kamu Bobi !!!!!!! menutup panggilan telponnya.
Bobi lama-lama merasa muak dengan nyonya besarnya,Setidaknya berterima kasih lah Kami bisa menunda pembongkaran identitas anda.
Tersenyum penuh kelicikan
Kondisi seperti ini bisa aku gunakan memeras Nyonya besar kalau tidak awas saja lebih baik masuk jurang bersama-sama.
__ADS_1
Rosi keluar dengan wajah merah padam bahkan suaminya yang menegurnya tidak dia gubris.
"Ada apa dengannya ???tanya Rendi heran
Memilih tidak menyapanya lagi karena dia tau sekali sifat istrinya kalau sedang marah tidak ingin diganggu.
Bella masih asik dengan cemilannya,menunggu kedatangan suaminya
Rendi menghampirinya
"Bell,,apa kamu tau kenapa kakak iparmu seperti sedang marah dan kesal,dia penasaran juga.
Bella melihat kearah kakaknya
"Apa dia masih kesal padaku,tanya Bella dihatinya .
"Hmmmmmm tadi kami sempat beradu mulut kak,jawab Bella jujur.
"Kalian masih saja seperti anak kecil kalo bertengkar,kapan bisa akur.Rendi menggelengkan kepalanya mendengar penuturan adiknya.
Bella hanya mengangkat bahunya,mengisyaratkan tidak tahu kapan bisa akur.
Bella senang bila sedang bertengkar kakaknya tidak membela siapapun baik Rosi maupun Bella.Rendi paling malas mencampuri selama mereka berdua bisa menyelesaikan pertengkaran mereka.
"Kapan Papa pulang,apa yang sedang dia lakukan diluar negeri,mendadak sekali dia pergi tanpa memberitahuku dulu.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu kak urusan papa pergi,tapi dia menelponku besok akan pulang bersama Varo dan Tania.
"Akhirnya varo pulang juga,dia merasa lega karena para clien dan rekan bisnis selalu menanyakan kapan akan bertemu dengan CEO muda mereka.