Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.65


__ADS_3

Varo dengan cepat membopong tubuh Tania yang masih belum sadarkan diri.memanngil team medis untuk menangani istrinya


"Silahkan tunggu diluar,kami akan menangani pasien.


Setalah hampir setengah jam Tania dibawa keluar ruangan.Varo segera berdiri menghampiri Istrinya yang sudah sadar tapi masih dalam kondisi lemah.


"Apa dia baik-baik saja dokter,tanya Varo melihat kondisi Tania.


"Dia akan membaik setelah beristirahat,pasien sangat terguncang dan shock saat ini.penjelasan dokter membuat kekhawatiran varo sedikit berkurang.


memegang tangan istrinya menuju ruang rawat.


Dirumah sakit lain tampak kesibukan para team medis,mendapat pasien dengan luka tembak yang sangat kritis.


"Apa wanita ini bisa bertahan??? Tanya Sarko


"Kami akan berusaha yang terbaik"


"Aku percaya pada keahlian kalian,Sarko memberi semangat pada Dokter dan team medis.


Tanpa membuang waktu lagi Rosalinda segera ditangani dengan cepat.


"Kak,Darko memegang pundak kakaknya

__ADS_1


"Kenapa tidak memberitahu ku kedatangan mu?


"Hmmmmm ini juga dadakan,Tidak menyangka tuan besar akan menyusul kesini setelah menerima laporan dari seseorang entah siapa dia".Sarko terlihat sedang berpikir.


"Berarti Tuan besar memiliki satu tangan kanan lagi yang tidak kita ketahui"Darko juga terlihat penasaran.


"Mungkin saja,tapi kita pikirkan dan tanyakan langsung nanti pada tuan besar ini belum saatnya,Dia merasa kecewa dengan sikap kita ,ucap Sarko sedih.


"Iya kak,aku merasa tidak becus dalam melindungi Tuan muda dan istrinya".ucap Darko lirih.


"Kamu sudah berusaha,walau Lari mu sangat lambat sekali tadi.Sarko menepuk bahu adiknya.


"Karena tubuhku yang sudah makin berisi juga pengaruh umur juga,sepertinya aku perlu pensiun dini,ucap Darko pada kakaknya


"Aku hanya bercanda ka,,,,mereka pun tertawa sebentar melepas semua Ketegangan yang mereka alami tadi.


"Bagaiman kabar Gibran,Sarko teringat pada sahabat Varo itu.


"Kondisinya sudah mulai membaik,walau masih belum sadarkan diri,semoga secepatnya doa pulih.


"Bukankah Gibran berada di negara lain,kenapa ada disini?


"Kakak yang mengirimnya?tebaknya pada Sarko

__ADS_1


"Iya,karena kakak sangat tahu sifat Gibran rela berkorban walau nyawanya taruhan buat melindungi Varo yang dianggapnya adik sendiri.Sebenarnya ada alasan lain dari itu aku menyuruh Gibran". ucap Sarko pelan meyakinkan tidak ada orang lain yang mendengar ucapannya.


"Katakan lah padaku kak,Darko meyakinkan kakaknya.


"Sebelum kamu memberitahu tentang pengintaian,aku tidak sengaja mendengar Nyonya Rosi sedang berbicara melalui telpon.walau tidak jelas apa yang dia katakan,kata terakhir yang membuat aku curiga dia menyebut Tania".Sarko sedikit mengecilkan suaranya karena melihat beberapa petugas kepolisian melihat mereka sedang berbincang.


"Mungkinkah pikiran kita sama kak,orang yang kita curigai adalah orang yang sama?


"Aku belum punya bukti kuat,Aku harap wanita didalam itu bisa membuktikan kebenaran tentang siapa dalang dibalik semua ini".ucap Sarko dengan penuh harap.


"Darko tetaplah disini,aku harus menjemput Tuan besar Di kantor polisi.Dia sedang memberi keterangan mengenai penembakan.


"Baik kak,Sarko Pun berlalu pergi.


Menempuh hampir 20 menit Sarko tiba dikantor polisi dan melihat Tuan besarnya sedang asik berbincang santai.Lalu Sarko melangkah mendekati kakek.


Melihat kedatangan Sarko,Kakek segera pamit untuk pergi.


"Apa tuan besar baik-baik saja?


"Semua baik,sekarang telpon Varo kerumah sakit mana dia membawa cucu menantuku.


Sarko segera menghubungi Varo setelah mendapat informasi mereka segera meninggalkan kantor kepolisian.

__ADS_1


__ADS_2