
Pesta pernikahan sudah usai Zain dan Kinara nampak kelelahan.
"Zain bawa Kinara beristirahat dikamar hotel"Tania menyuruh anak dan menantunya itu segera beristirahat.
"Iya ma,,"Zain pun menuntun Kinara untuk Turun dari panggung dan menuju kamar mereka.
Pak Toni nampak berbincang-bincang dengan Rendi,Denian dan Bella.
"Zio,Zia dan Tama memilih untuk kembali kerumah tidak ikut menginap di hotel''.
Laura,Gibran memilih menginap Ronal dan Sya juga memilih pulang kerumah mereka.
Didalam kamar Zain membuka semua baju nya hanya tertinggal kaos dalam dan celana pendek,ia tak merasa malu dan risih karena istrinya tak bisa melihatnya sekarang.
Kinara masih duduk diatas tempat tidur hari ini terasa lelah sekali.matanya fokus menghadap Zain seakan ia bisa melihat dan tau dimana suaminya berada.
"Za,,,aku ingin kekamar mandi,mau mengganti pakaianku,bisa kah kamu mengantarku"pinta Kinara lembut.
Zain pun mendekat kearah Istrinya dan memegang tangan Kinara.
__ADS_1
Kinara pun merangkul tangan pria yang sudah sah menjadi suaminya.tanpa sengaja tangannya menyentuh pinggang Zain yang sudah polos.wajahnya merona malu Kinara yakin suaminya sudah melepas pakaiannya sekarang.
Zain tersenyum melihat perubahan mimik wajah istrinya.Zain terus berjalan pelan menuju kamar mandi.
"Za,,kamu keluar aja dulu,aku malu"Kinara meminta Zain untuk meninggalkannya dikamar mandi.
"Sayang kenapa malu,kita sudah sah menjadi suami istri".
"Iya,,tapi jujur aku masih merasa canggung"dan detak jantung kinara semakin berdetak saat Zain memanggilnya sayang.
Zain mengerti maksud istrinya sekarang"Baiklah sayang aku akan menunggumu selesai mandi,jika kamu membutuhkan batuan Panggik aja aku ya"Zain pun perlahan menutup pintu kamar mandi.
Kinara mencoba membuka gaun pengantinnya namun ia merasa kesusahan sekarang.
"Za,,,kamu bisa mendengarku"panggil Kinara dari kamar mandi.
Zain yang sibuk melihat galeri ponselnya yang sekarang penuh dengan foto pernikahannya pun tersenyum gembira.tidak mendengar panggilan dari istrinya.
"Za,,,aku butuh bantuan mu"Kinara meraba-raba pintu kamar mandi ingin membuka nya namun "gubrak!!!!!!!!"Kinara tersandung gaun pengantinnya sendiri dan jatuh terjerembab.
__ADS_1
mendengar suara orang terjatuh keras Zain memikirkan Kinara dan langsung berlari menuju kamar mandi.
Saat membuka pintu Zain langsung panik melihat istrinya yang sudah tertelungkup dilantai kamar mandi.
"Sayang apa kamu terluka"Zain membangunkan istrinya perlahan.
"Lututku sakit sama bagian siku ku".Kinara memberi tahu Zain karena ia merasakan nyeri pada pada bagian yang ia sebutkan.
"Ayo keluar dulu,aku akan mengobati lukamu".
"Hanya luka kecil Za,,,aku mau mandi dulu,tadi aku memanggilmu sepertinya kamu tak mendengarku".
"Maaf sayang,,aku sedang asik melihat foto-foto pernikahan kita digalery ponselku,Sampai tak mendengar suaramu".
"Iya ga apa-apa Za,,aku kurang keras memanggilmu tadi,aku mau meminta bantuan melepaskan resleting gaun ku bagian belakang,sepertinya resletingnya macet".
"Sini aku bantu melepasnya,apa kamu masih kuat berdiri sayang"Zain mengkhawatirkan kaki istrinya.
Kinara hanya mengangguk walau terasa sedikit nyeri pada lututnya yang sempat terbentur lantai saat ia terjatuh.
__ADS_1
"Berbaliklah"dan Kinara pun berbalik pelan dan Zain memulai melepaskan resleting gaun pengantin.
Zain menyibak rambut Kinara dan nampaklah punggung dan leher jenjang milik Kinara.Zain ingin menyentuh dan menciumnya namun ia masih ragu apakah istrinya siap menerima semua yang mendadak.bagaimanapun Zain ingin Istrinya siap dulu.