
Diapartemen sarah mengamuk hebat dan menjatuhkan semua barang-barang dimeja.
"Rini,kamu bilang mereka pembunuh handal mana buktinya!!!!!"
"Sekarang malah tertangkap,keselamatan kita juga dipertaruhkan sekarang"ucap Sarah kesal.
Rini tampak pucat bagaimanpun dia juga terlibat dalam hal ini.
"Aku akan pulang kembali ke Singapura,sekarang juga"Sarah bergegas memasukan pakaiannya kedalam koper.
"Aku gimana????"tanya Rini.
"terserah,aku gak bisa membawamu ikut bersama ku"ucapan Sarah membuat Rini merasa sedih.
"Kamu akan membiarkan aku tertangkap"Melas Rini ada rasa kecewa dimatanya
"Bersembunyilah ditempat,yang menurutmu aman"Sarah memberi jalan keluar untuk Rini.
Tanpa menunggu lagi Sarah langsung menyeret kopernya keluar dan meninggalkan Rini yang masih terdiam.
Dikantor polisi Para petugas berhasil mengintrogasi para tersangka dan nama Sarah dan Rini terbongkar.
Varo dan Gibran pun segera ambil tindakan
"Bran ayo kita pulang dulu,aku khawatir keadaan Tania,Serahkan semua pada pihak berwajib untuk mencari keberadaan Sarah dan Rini"
__ADS_1
"oke,kamu juga terlihat kacau Varo,kamu perlu juga beristirahat".mereka pun berpamitan pada pihak Kepolisian untuk pulang.
Diperjalanan Varo mengingat kembali peristiwa penembakan dan tanpa terasa airmata nya mengalir.ia hampir kehilangan Tania lagi.
Gibran memilih diam dan fokus menyetir,ia tau perasaan Varo saat ini.
"Aku selalu membawa nya dalam bahaya kan"ucap Varo Tiba-tiba
Gibran masih diam karena bingung harus menjawab apa.
"Sejak pertama menikah aku selalu menyeret Tania dalam bahaya dan semua karena alasan aku"Varo terus menyalahkan Dirinya.
"Sebaiknya tenangkan dirimu,Semoga setelah ini tidak ada lagi Yang akan menyakiti dan membahayakan keselamatan keluargamu".Gibran mencoba memberi nasihat pada Varo yang dia anggap seperti adiknya sendiri.
"Kita juga harus bergerak mencari keberadaan Sarah,Tak akan ku biarkan dia lolos dengan mudah"Tekad Gibran dan Varo mengangguk setuju.
"Apa kita kembali lagi kekantor polisi???"tanya Varo
"Sebaiknya kita pulang dulu,lihat keadaan Tania setelah itu kita urus Sarah".Varo juga setuju dengan ucapan Gibran.
Varo langsung menuju kamarnya terlihat Tania yang sedang makan bubur disuapin oleh bunda Bella.
Airmata Varo mulai runtuh lagi melihat keadaan istrinya.
"Bunda Bella,gimana keadaan istriku".
__ADS_1
Varo mendekati istri dan bundanya.
"Dia baru saja mau makan,istrimu menunggumu"Bella menaruh mangkuk Bubur yang hanya separo Tania makan.
varo memeluk Tania,"Maaf kan aku sayang"Berkali-kali mencium kening istrinya.
Airmata Tania pun juga akhirnya tak terbendung lagi.Varo menghapus air mata Tania lembut."Kamu harus makan ya,Zain anak kita butuh mamanya sehatkan"
"Hiks,hiks,,,kalau saja peluru itu menembus kepalaku mungkin aku akan selamanya tidak bisa bertemu lagi orang tersayang ku Zain putraku ,suamiku,keluargaku semua,bahkan sahabatku".Tania terisak dia benar shock
"Sayang jangan berkata seperti itu"Varo memeluk Tania erat.
Bunda Bella juga ikut menangis melihat Varo dan Tania.
tok,tok,tok suara ketukan Zain berdiri di depan pintu melihat putranya Varo memanggik Zain untuk mendekat.
Zain setengah berlari kearah orang tuanya.
"Hati-hati sayang"tegur bunda Bella
Tania merentangkan tangan untuk mendapat pelukan dari putra tersayangnya.
"Mama udah cembuh ya"Tanyanya Zain diperlukan Tania dan mendongakkan kepalanya keatas melihat wajah mamanya.
"Sudah mama cembuh kalo liat Zain"Tania mencium putranya lembut.Varo Ikut memeluk istri dan anakknya.
__ADS_1
"Aku sangat mengkhawatirkan kalian berdua"Bisik varo
Perlahan Bunda Bella meninggalkan ruang kamar Tania memberikan waktu mereka bertiga.