
Perjalanan memakan waktu hampir 8 Jam untuk sampai ke desa ini.sudah banyak yang berubah pada desa ini penduduknya semakin ramai.Sawah membentang luas dengan bukit batu yang menjulang tinggi,suasana yang selalu Varo rindukan didesa ini.
"Ternyata desa ku seindah ini ya,tidak banyak ingatan Tania tentang desanya saat itu.hanya rumah nenek yang selalu dia ingat.
"Sayang kita langsung Ke Villa pak Miko ya,Besok baru kita cari dimana makam orang tua dan nenekmu.
Gibran masih nyenyak tertidur di bangku belakang setelah persinggahan tadi varo meminta untuk menggantikan Gibran menyetir karena Gibran terlihat mengantuk.
Mobil Varo bergerak perlahan kearah villa yang terletak diatas gunung batu.Villanya berada tepat dipuncak gunung.dan dibawah mengarah kedasar laut pasir putih dengan pemandangan pantai yang indah.
Deburan ombak terdengar riuh seakan menyapa kedatangan mereka.
Seorang kakek Tua menghampiri mobil yang berhenti dan memperhatikan dengan seksama siapa yang datang.
"Kakek Miko,Sapa Varo ingin memeluk kakek itu namun langkahnya terhenti melihat kakek itu hanya menatapnya penuh tanya.
"Siapa kamu???tanya nya
"Ah,,,pastilah kakek tidak ingat diriku,terakhir saat aku kesini masih duduk di bangku SMP,bathin Varo
"Kakek saya Alvaro Mahardika,Cucu dari Royan mahardika.apa kakek masih mengingatku
"Cucu Tuan Royan,tentu saja aku ingat.Kamu varo?
"Iya saya varo kek.
Kakek Miko segera memeluk Varo,setelah mengingat nya.
"Kamu sekarang sudah berbeda,kakek hampir tidak mengenalimu.
"Apa kabar kakekmu??
"Beliau baik kek,Dia titip salam untukmu.
"Dulu saat masih ada nenek mu,dia hampir setiap tahun kemari,semenjak istri nya meninggal,kakek Miko bernafas berat dan tidak melanjutkan perkataannya.
Mata nya tertuju pada Tania
__ADS_1
"Siapa gadis cantik ini,aku seperti tidak asing melihatnya,mengingatkan ku pada seseorang".tanya kakek memandang Tania dalam
"Dia istri ku kek,kami kesini juga bertujuan untuk mengunjungi makam nenek nya Tania dan makam orang tuanya yang dikubur didesa ini.
"Siapa nama nenekmu nak??
"Almarhumah sinta Kek,jawab Tania
"Kamu keponakan Luhan dan Ranti ya,tebak Kakek.
"Bener kek,saya keponakan paman Luhan
"Oh pantas saja kakek seperti mengenalmu,kamu mirip dengan almarhumah ibu mu Lidya.
"Kamu beruntung sekali mendapatkan suami seperti alvaro nak Tania,
"Saya yang beruntung kek,mendapatkan Tania .sahut Varo
Kakek menatap Alvaro tajam
" iya kek,saya puas ucap varo diselingi senyumnya
"Sampai kapan kalian mau berdiri disini,sebentar lagi akan malam sebaiknya cepat masuk
"bukan kah kakek yang mengajak kami ngobrol lama,Pikir Gibran tak habis pikir dengan tingkah kakek Miko.
"Kakek tinggal sendiri disini,Tanya Tania Villa terlihat sangat sepi.
"Kakek bersama istri kakek dia sedang mengunjungi cucunya di desa seberang.kemungkinan besok pulang.
"Nah,Ini kamar kalian berdua.Tunjuk kakek pada sebuah kamar yang lumayan besar dan sangat nyaman.masuk lah disini kalian bisa lihat pemandangan laut kalau membuka jendela ini.
Kakek membuka jendelanya dan deburan ombak terlihat dari atas bukit batu ini.
"Indahnya bisa melihat sunset langsung dari kamar ini.ucao Tania senang
Varo sangat senang melihat Istrinya tersenyum bahagia dengan hal kecil ini menurutnya.
__ADS_1
"Anak muda siapa namamu,Tanya kakek pada Gibran.
"Kamu tentu tidak boleh satu kamar sama mereka bukan.canda kakek
"Tentu saja kakek,mana mungkin saya jadi penonton gratis saat mereka bermesraan.
"Hahahahaha"mereka tertawa bersamaan
Kakek memukul pundak Gibran pelan
"kamu tidak berubah Gibran.
"Kakek mengenalku,Gibran sedikit takjub
"Tentu saja,kalo ada Varo pasti ada Gibran kan,Kalian sudah seperti anak kembar yang tidak terpisahkan.sebenarmya kakek juga mengenal Varo dari awal.
"Lho jadi tadi kakek ngerjain kami semua.Tanya Varo
"Kakek ngeprank,istilah anak muda sekarang kan.
"Astaga kakek,,juga tidak berubah.seru varo
"Ayo Gibran kakek tunjukan kamar mu,Gibran pun mengikuti langkah Kakek menuju kamarnya.
"Gimana ini kamu suka,tanya kakek pada Gibran
"Kamar ini tidak banyak yang berubah kek,sama seperti terakhir kali aku kesini.
"Iya mungkin karena kakek enggan untuk mengatur ulang lagi,jadi dibiarkan apa adanya.cuma untuk kebersihan selalu kakek dan nenek jaga.
"Oh iya kakek hampir benar-benar lupa untuk menyiapkan kamar para pengawal didepan,kenapa kalian membawa para bodiguard.kakek sedikit heran
"Ceritanya panjang kek,mungkin nanti varo yang bisa menceritakan ini.
"Baiklah Gibran beristirahatlah dulu,nanti ada bibi Ulfa yang akan menyiapkan makan malam buat kalian.
"Terima kasih kek,ucap Gibran
__ADS_1