Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.75


__ADS_3

Kepulangan ke Indonesia


Kakek sudah menunggu dibandara bersama Gibran dan Sarko beberapa bodiguard juga ikut bersama mereka.menunggu kedatangan Varo dan Tania.


Kakek membawa pesawat pribadinya.


Yang ditunggu akhirnya datang juga


"Maaf sedikit telat kakek,ada keperluan mendadak tadi,varo menatap Tania senyum-senyum.


"Lain kali tepat waktu ya bocah nakal,untung saja kita memakai pesawat pribadi.Kakek pura-pura kesal


Flash back pagi


"Varo ayo bangun kita harus segera pulang,Tania berusaha melepaskan pelukan suaminya.Bukannya melepaskan dia memeluk semakin erat tubuh polos istrinya.


"Ayolah Varo,aku mau mandi badanku terasa lengket dan tulangku rasanya remuk.ucap Tania karena Varo bermain sedikit agak kasar tadi malam walau Tania tidak merasa keberatan atas ulah suaminya.


"Aku mau lagi,,,bisiknya ditelinga Istrinya


membuat mata Tania terbuka sempurna.

__ADS_1


"Kita sudah harus pulang,aku tidak mau kakek menunggu kita lama.kita bisa melakukan lagi nanti,Tolak Tania


Tanpa menghiraukan ucapan istrinya varo mulai menyerang bibir Tania,mengecupnya lembut dan tangannya mulai lagi menyusuri tiap inci tubuh istrinya suara desahan Tania akhirnya lolos dari mulutnya .dan setelah mereka melakukan pemanasan tiba puncaknya varo dengan segera menindih tubuh istrinya.dan permainan mereka mulai lagi.


"kamu semakin liar varo,ucap Tania lirih


"Kamu menyukainya kan sayang,Varo menggoda Istrinya.dan kembali mencium bibir istrinya.


Varo melihat tubuh istrinya terkulai lemah,dan tanda -tanda kepemilikannya semakin banyak karena tadi malam dia juga melakukan mengecup setiap inci tubuh istrinya.


"Ayo kita mandi bersama,Varo menggendong Tania kekamar mandi.


flash back on


Mereka pun akhirnya memasuki pesawat.


Gibran hanya memandangi varo karena sejak kemaren dia belum bertemu sahabatnya ini dan ingin sekali menyapanya.


Tania melihat mata Gibran dan mengerti kondisi saat ini,dan Varo bahkan seakan tidak melihatnya sedikitpun.


"Kenapa aku harus bertemu dia sekarang,gumam Varo.

__ADS_1


Tania membuka suaranya "Apa lukamu sudah sembuh,aku belum sempat mengucapkan terima kasih padamu karena menolongku.


"Tania tidak perlu bicara sama penghianat itu,Bisiknya pada istrinya.


"ehhhhhh,Gibran agak kaget Tania berbicara padanya,dengan buru-buru menjawab


"Luka saya sudah sembuh Nona muda,tidak perlu sungkan,itu sudah tugas saya melindungi Nona.Gibran berucap sopan


"Jangan bersikap manis pada istriku Gibran,Varo memandang Gibran tidak suka.


Melihat mata varo yang memandang kearahnya,Gibran pun segera menutup mulutnya dia sudah bertahun-tahun sama sahabatnya itu mengerti semua sikap yang ia tunjukan.sekarang dia menduga varo tidak senang aku berbicara pada Tania istrinya.


"Varo aku tidak akan pernah merebut apapun yang menjadi milikmu,Aku menganggap mu lebih dari adikku.melihat mu bersikap dingin padaku aku merasakan ada benteng penghalang diantara persahabatan kita,aku hanya ingin memisahkan mu dari Viona dan aku bersyukur kamu mendapatkan gadis yang sangat luar biasa".Bathin Gibran


Karena lelah dengan segera mereka memejamkan mata dan tertidur.Tapi tidak dengan Varo dia melihat Tania dan Gibran bergantian.


"Kenapa orang yang begitu kupercayai malah menghianatiku,air mata varo tak terasa mengalir dipelupuk matanya dengan cepat mengusapnya ketika kakek datang menghampirinya.


"Mereka tidur,ucap kakek pelan dia tidak mau suaranya membangunkan Gibran dan Tania


varo mengangguk

__ADS_1


"Istrirahatlah perjalanan kita masih panjang.dan kakek kembali ke tempat duduknya lagi


__ADS_2