Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.158


__ADS_3

Mereka bertiga masih penasaran apa bunda Bella mengetahui sesuatu.


"Aku hanya menebak"Ucap Bunda Bella santai


"Bunda Bella ada benarnya,tapi siapa???"Gibran terlihat berpikir keras


"Kamu harus berusaha lebih keras lagi".Tantang Bunda Bella pada Gibran.


"Setelah aku pikir,mungkin saja mereka takut saat identitas mereka diketahui nyawa mereka juga terancam"


Tania dan Bella juga setuju ucapan varo


"Tapi kita selidiki diam-diam,setidaknya aku juga merasa was-was mungkin mereka juga komplotan pembunuh itu"Gibran memperingatkan


Tania dan Bella bergidik apa yang Gibran ucapkan ada benarnya.


"Aku akan menghubungi Laura"Tania bergegas mengambil ponselnya.


Varo memasuki ruang kerjanya dan Gibran mengikuti ada sesuatu yang harus ia sampaikan.


Varo mengambil laptopnya memeriksa sesuatu.


"Apa ada yang ingin kamu sampaikan padaku Bran"Varo membaca gerak gerik Gibran yang terlihat gelisah.


"Ini tentang Laura".


"Kenapa dengan Laura"Varo menaikan alisnya


"Aku menyelidikinya dan dia bukan seorang gadis biasa".


"Buat apa kamu menyelidikinya???"Varo merasa heran


"Hanya penasaran"Gibran tersenyum

__ADS_1


"itu termasuk caramu pdkt padanya"Tebak Varo


"Bisa dibilang begitu"Gibran menggaruk kepalanya


"Dia anak orang kaya kenapa harus bekerja pada perusahaan kita"


"Tanya kan langsung padanya"


"Aku sudah bertemu dengan nya malam ini,namun dia belum siap menjelaskan alasannya"Gibran terlihat murung.


"Aku yakin apapun alasannya Laura tidak berniat buruk pada perusahaanku"Ucap varo santai


"Iya aku juga sepemikiran denganmu,namun tetap aja Aku penasaran".Gibran mengeluarkan ponselnya panggilan masuk


"Hallo selamat malam pak??"sapa Gibran


"Sarah kabur berhati-hati kami sedang melakukan pencarian,Takut Sarah berbuat nekad".


"Bagaimana Sarah bisa kabur!!!!!!"sorak Gibran


"*kami minta maaf atas keteledoran kami pak Gibran".Suara dari seberang terdengar menyesal


"Astaga"Gibran memijit kepalanya.


"Ya sudah cepat lakukan pencarian lagi,jangan biarkan dia Lolos,dia gadis berbahaya".Gibran mencoba menenangkan hatinya.


Gibran menutup panggilannya dan menatap Varo yang terlihat sangat geram*.


"Tingkatkan penjagaan dirumah,Aku tidak bisa percaya ini".Varo geram


"Aku ingin menemui Tania dan Zain keselamatan mereka sedang Dipertaruhkan sekarang".


Varo mencari keberadaan Tania dikamar tapi ia tidak menemukan nya.Varo khawatir "Apa dia ditaman belakang"Varo bergegas turun

__ADS_1


Tania sedang menunggu kedatangan Laura dipintu depan,ia melihat para bodiguard sedang berjaga dengan persenjataan lengkap.Tania bergidik ngeri melihat senjata - senjata itu.


Laura yang datang dengan diantar supir pribadinya memilih turun tidak jauh dari rumah keluarga Tania.tanpa sengaja melihat seorang wanita yang sedang mengendap-ngendap membawa pistol.Laura memperhatikan arah mata wanita itu dan betapa terkejutnya Laura saat melihat keberadaan Tania diluar.


Sarah sudah siap menembak dengan cepat Laura berlari dan Dor,dor,dor,,,,,,,suara tembakan terdengar nyaring.


Dor,,,,,balasan tembakan lagi


Tania histeris saat melihat darah yang keluar dari tubuh Laura.


Sarah juga tergeletak setelah tembakan bodiguard membalasnya.


Varo dan Gibran berlari keluar dengan perasaan campur aduk.


"Tania"Memeluk istrinya


"Sayang,,Laura hiks hiks hiks"Tania melihat sahabatnya penuh luka tembak.


Gibran berlari kencang kearah Laura"Laura bertahan lah"Gibran mengangkat Tubuh Laura yang sudah banyak kena luka tembak.


"Kalian urus wanita itu"Perintah Gibran pada para bodiguard menunjuk Sarah yang juga tergelepar.


"Sayang kenapa kamu keluar"Varo menenangkan Tania yang histeris


"Aku salah,,,"Tania terisak "Aku menunggu Laura"


"Sudah sayang tenang lah,ayo kita masuk"


ajak Varo


"Aku ingin kerumah sakit,aku mau tau keadaan Laura"Tania khawatir


"Biar aku dan Gibran yang akan mengurusnya"

__ADS_1


"Aku mohon Varo"Tania masih terisak dipelukan suaminya.


"tenangkan dirimu"Varo tau perasaan istrinya sekarang.


__ADS_2