Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.46


__ADS_3

Sudah puas bermain air dan mengambil banyak Selfi Tania mendekati Varo yang selalu mengawasinya saat bermain seperti sedang menjaga anaknya.Dan mengambil foto Candid suaminya.


"Ah lumayan tambah koleksi digaleriku, jepretanku terlihat pas sekali"puji Tania pada diri nya sendiri


"Atau emang modelnya yang tampan jadi mendukung kualitas fotonya.Tania tertawa melihat layar ponselnya


"Apa yang sedang kamu tertawakan,tanya Varo penasaran jaraknya sudah dekat dengan Tania.


"Tania menyembunyikan layar posel didadanya" dan terlihat gugup


"Ekspresi mu seperti orang yang ketahuan mencuri,Apa yang kau sembunyikan dariku,berikan ponselmu


Dengan ragu menyerahkan ponsel miliknya


"Dia seperti bisa membaca isi pikiranku saja.bathin Tania


Mari berhalu ria ya dengan foto Varo hasil jepretan Tania



Varo tersenyum senang melihat apa yang Istrinya lakukan memotret dirinya diam-diam.


"Hasilnya bagus,orang difoto ini memang sempurna dan berkarisma .Tingkat kepedean varo mulai muncul lagi


"Ada orang yang memuji dirinya sendiri ,tapi ku akui memang suamiku memang tampan dan ganteng"Ucap Tania


"Istriku baru menyadari kalo suaminya ini tampan,heiii sejak kapan kamu pintar berkata semanis itu"keisengan varo mulai lagi.


"Sejak menikah dengan mu,jawab Tania


"Aku boleh memotret mu lagi",tapi lepaskan bunga dilehermu itu

__ADS_1


"Oke tentu saja boleh,aku tadi ingin memberikan Bunga ini padamu,varo melepas kan kalung bunganya dan menyerahkan pada Tania


"Satu dua tiga hadap sana" perintah Tania


senyum yang lebar ya💖


📸📸



hahahahahaha mereka pun tertawa bersama


"Ayo jangan hanya memandangiku saja ,bermainlah bersama ku Tania mengajak suaminya menuju arah pantai lagi.


Dunia terasa milik berdua Sesekali varo menggendong Tania.Berlari-lari kecil dan masuk ke dalam air berenang dan balas-balasan menyimburkan air kewajah masing-masing.


Dibalik kemesraan mereka ada seseorang yang asik memotret semua kegiatan mereka dan mengirimnya ke seseorang.


Rasa khawatirnya sedikit berkurang


"Mohon awasi dan jaga cucuku selama disana,tapi jangan sampai menggangu kenyamanan mereka"Pesan kakek Royan.


"Baik Tuan Mahardika".


Matahari sudah terasa menyengat kulit,Varo segera mengajak Tania untuk berhenti bermain.


"Ayo kita berganti pakaian cuaca sudah mulai panas,Kita cari makan siang".Tania masih ingin bermain lebih lama lagi di air


Varo melihat istrinya yang belum mau berdiri berinisiatif menggendongnya sampai ditempat bilas mandi.


"Varo turunkan Aku, tidak perlu menggendongku.bujuk Tania

__ADS_1


Tapi varo tetap saja menggendong istrinya itu.


Tania pasrah membenam kan wajahnya didada suaminya


"Kalo berat dan tangan mu sakit jangan salah kan aku,suara Tania


"Menggendong mu tidak gratis aku perlu bayaran,Bisik varo pelan menundukan kepalanya didekat telinga Tania.


"Tenang saja aku punya banyak uang sekarang berapa aku harus membayarmu,balas Tania menantang varo.


"Aku tidak meminta bayaran uang,tapi yang lain,,,,Senyum Varo penuh makna.


"Baiklah akan kubayar dengan memijat tangan mu nanti,ucap Tania


"Oke aku setuju,,ternyata kamu tidak seringan yang kubayangkan Tania.


"Varo,,,,,Tania mencubit dada bidang suaminya.


"awwwww,Ringis varo


"Tania kamu juga harus membayar cubitan mu ini".


"Cepat turun kan aku sekarang, nanti banyak lagi yang harus ku bayar".


"Tidak akan ku turunkan,hahahahaha varo tersenyum penuh kemenangan.


"Terserah saja,aku berubah pikiran tidak mau memijatmu nanti,sampai hotel aku mau langsung tidur.


"Sudah pernah kubilang Tidak akan ku biarkan kamu tertidur, kamu tidak punya waktu tidur nyenyak".


"Oke oke aku hanya membayarmu dengan pijatan ya,Tania mulai paham maksud suaminya.

__ADS_1


Varo hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya.


__ADS_2