Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 187


__ADS_3

Zain sudah menangis melihat mamanya meringis kesakitan.


Gibran dan Laura yang mendengar teriakan bunda Bella dari dapur langsung berlari dan melihat keadaan Tania yang terduduk dilantai dan memegangi perutnya.


"Tania,,,Bunda apa yang terjadi"Laura melihat Zain menangis karena panik pun langsung memeluknya.


"Ayo kita bawa Tania kerumah sakit"Gibran Tanpa minta persetujuan lagi segera mengangkat Tania menuju mobil.


Laura,Zain dan Bunda Bella langsung mengikutinya.


"Mas,lebih cepat sedikit...hikssss aku gak tega liat Tania kesakitan"


Bunda Bella mencoba menghubungi Varo namun tak tersambung.


"Ayolah kenapa nomor mereka semua gak bisa dihubungi".Bella terlihat panik


"Mas,,Denian dimana?????"Bella menghubungi Suaminya.


"Lagi di apartemen Andre,ada apa suaramu terdengar panik"tanya Denian


"Susul aku kerumah sakit Dekat simpang mini market,Tania mengalami kontraksi,Aku dan Gibran dalam Perjalanan".


"Baiklah aku dan Andre segera menyusul kesana"Denian bergegas pergi di ikuti Andre.


Sampai dirumah sakit Tania segera dipindahkan ke bangkar pasien dan Masuk keruang pemeriksaan.


Bunda Bella masih mencoba menghubungi Varo hasilnya sama.


"Bun,,aku tadi malam sempat berbicara pada Varo,Gibran rasa sekarang Varo sudah menuju lokasi desa pedalaman meninjau proyek nya disana dipastikan tak ada Signal".


"Gimana ini,,"Bunda Bella bolak balik didepan ruangan Tania

__ADS_1


"Kalian tenang,kita tunggu kabar Dokter"Gibran mencoba menenangkan tiga orang dihadapannya yang sedang gelisah.


Sejam menunggu belum ada tanda-tanda dokter keluar.


Denian dan Andre sudah berada dirumah sakit.


"Mas,,,"Bella mendekati suaminya


"Gimana kabar Tania???"


"Masih dalam penanganan dokter"Jawab Bella


Tak lama kemudian Dokter keluar dan menghampiri pihak keluarga.


"Dokter gimana Keadaan Anakku"Bella bertanya langsung


"Ibunya sudah mulai tenang,rasa sakitnya juga berkurang.Hanya kontraksi palsu,ini belum waktunya untuk melahirkan"Dokter memberi penjelasan


"Lakukan yang terbaik Dok,kami keluarga selalu mendukung apapun yang terbaik buat keselamatan bayi dan ibunya,Apa kami sudah boleh menjenguknya".


"Silahkan kalian bisa bergantian menjenguknya,dan kami permisi dulu"Dokter pun berlalu pergi


Tania masih terbaring lemah di ranjang pasien rasa sakitnya mulai sedikit menghilang.


"Mama"Zain memeluk Tania


"Sayang,,maafin mama ya,gara-gara mama Zain batal mainnya"Mengusap rambut putranya lembut.


"ga apa-apa ma,,yang penting mama Zain ga sakit lagi".Terus memeluk mamanya erat


"Minggu depan Uncle sama Aunty janji ajak Zain lagi".ucap Laura

__ADS_1


"Iya,,,Aunty,Uncle makasih"


"sama-sama sayang"Laura mengacak pelan rambut Zain


"Apa masih sakit"Bella memeriksa keadaan Tania


"Udah mendingan Bun,Tania pikir udah mau melahirkan"


"Syukurlah,,,Bunda sangat khawatir,kamu tiba-tiba kesakitan".


"Untuk sementara kamu dirawat dulu dirumah sakit,Untuk melihat perkembangan kesehatanmu,Bunda akan coba lagi menghubungi Varo semoga aja nanti bisa terhubung".


"Bunda SMS aja,nanti kalo sudah ada Signal atau jaringan pasti Varo hubungi balik".Saran Ardan


"Iya,baiklah Bunda keluar sebentar ya datangin Ayah Denian".


"Tania,,,"Laura mendekati sahabatnya itu


"Kamu nangis????"Tanya Tania melihat wajah Laura masih sembab


"Iyalah,,aku ketakutan,,,"Laura langsung memeluk Tania lembut


"Tadi malah aku ingin tertawa,tapi karena sakit aku menahannya"ucap Tania


"Kenapa tertawa"Tanya Laura bingung


"Suamimu kok bisa mengangkat ku,Dalam keadaan sadar aku sangat lah berat".


"Benar juga ya,,,,"Laura melihat ke arah Gibran melihat berat badan Tania yang sudah makin besar ditambah dua bayi didalam kandungannya.


"Kalau sudah panik,pesawat pun mungkin bisa aku angkat"Ucap Gibran

__ADS_1


"Hahahahahahaha"mereka tertawa bersama


__ADS_2