Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.100


__ADS_3

Hari berganti hari dan tibalah pagi ini Seperti biasa para suster rutin mengganti infus buat Tania,Varo sudah bekerja lagi membantu papa dan ayahnya yang semangkin sibuk dengan kerjaan dikantor,tapi Varo meminta agar dia tidak kerja lembur karena harus membagi waktu untuk istrinya,Gibran selalu siap sedia membantu sahabatnya.


Tania menggerakkan tangannya dan perlahan membuka mata yang masih terasa berat masih samar-samar dia melihat Tante Bella duduk disampingnya.


"Ha,usss kata pertama yang di ucapkan Tania setelah tidur panjangnya.


"Tania,kamu sudah sadar nak,,,


Bella sangat senang melihat Tania sudah membuka matanya.


"Suster Sarla,suster Alya sini cepat Tania sudah sadar,panggil Bella


Sarla dan Alya pun menuju kamar Tania dan memeriksa keadaannya.


"Selamat Nona Tania sudah pulih seperti sedia kala,Kami akan menghubungi dokter Zidan untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Mendengar perkataan suster Bella pun sangat senang dan terharu.


Bella berjalan keluar kamar


"Varo harus Tau ini,bahwa istrinya sudah sadar,aku akan menghubunginya.Bella mengambil ponselnya dan langsung menelpon Varo.


📞 Hallo Bunda,


"Hallo ,Varo bunda punya kabar baik untukmu,,


"Kabar apa Bunda,,tanya Varo antusias dia berharap ini tentang istrinya


"Tania ,,sudah sadar dia sudah pulih Varo,cepatlah pulang


mendengar ucapan Bundanya,Varo segera meninggalkan ruangan kerjanya dan menuju mobil untuk secepatnya bisa pulang menemui istrinya.

__ADS_1


"Hallo,,hallo sambungan telpon masih tersambung


Gibran yang masih kaget dengan sikap Varo langsung berlari meninggalkan ruangan dan ponselnya


"Hallo Bunda ini Gibran,Tadi Varo langsung berlari dan meninggalkan Ponselnya.


"Wah Keponakan bunda rupanya sudah semangat 45 untuk menemui istrinya yang sudah sadar" Bunda tersenyum mendengar ucapan Gibran bahwa Varo dengan cepat akan pulang.


"Tania sudah sadar Bunda?Tanya Gibaran


"Iya,Tania sudah sadar.


"Syukurlah,setelah kerjaan Kantor beres Gibran juga akan pulang Bunda membawa kan ponsel Varo yang tertinggal".


"Oke,nak Gibran.Bunda tutup dulu ya Telponya.Bella pun memasuki lagi kamar Tania.


"Bunda,,,,panggil Tania lirih


"Iya,Nak ini bunda.Bella mendekati Tania dan memegang tangannya.


Tania mengangguk pelan tanda setuju


"Suami sebentar lagi akan pulang,Dia langsung kemari saat dengar kabar dari bunda kamu sudah sadar,dan meninggalkan Ponselnya dikantor.


Tania tersenyum mendengar ucapan Bundanya,dia sangat merindukan suaminya.walau sedikit sedih saat dia sadar Bukan Varo orang pertama yang Tania lihat.


"Dokter zidan akan memeriksa mu lagi nanti,berbaringlah Bunda akan kebawah sebentar memberi kabar baik ini untuk semua.


Bella memberi kecupan hangat pada Tania,dia menyayangi Tania seperti dia menyayangi Varo dan Gibran.


"Bunda tinggal dulu ya,kalau ada yang terasa sakit beri tahu Suster-suster ini,Bella menunjuk Sarla dan Alya

__ADS_1


"Iya Bunda,,


"Suster boleh bantu saya duduk bersandar,rasanya badan saya terasa keram sekali.


"Baik Nona Tania,Suster Sarla dan Alya dengan perlahan membantu Tania untuk duduk bersandar.


"Apa Nona merasa sakit kepala,Tanya Suster Sarla


"Tidak suster,Jawab Tania


Suster Sarla merasa lega,Jadi Tania benar-benar sudah pulih.


Dengan kecepatan Tinggi Varo sudah tiba dirumahnya dan berlari menuju kamarnya pikirannya hanya satu memeluk tubuh istrinya erat.


"Bunda,,Sapanya saat melihat Bella menuruni tangga


"Temui istrimu,dia menunggumu,ucap Bella


"Iya,Bunda Varo pun melanjutkan menuju kamarnya.


Tanpa aba-Aba Varo memeluk istrinya yang sudah duduk


"Sayang,,,varo melihat istrinya lagi,lalu memeluk Erat,tanpa memperhatikan sekelilingnya,mencium wajah Tania berulang-ulang.


Suster Sarla dan Alya hanya senyum-senyum malu,melihat kemesraan varo Terhadap istrinya.


"Kami keluar sebentar ya,pamit mereka


Varo menyadari perbuatannya,dan merasa malu


"Aku lupa kita tidak berdua dikamar ini sayang,ucap varo

__ADS_1


dan kembali mencium istrinya rasa rindu nya sudah sampai diubun-ubun.


Tania hanya bisa pasrah dan membiarkan suaminya terus memberikan pelukan dan kecupan.dia sangat mengerti bahwa suaminya sangat bahagia begitu pun dengan dirinya.


__ADS_2