Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.165


__ADS_3

"Sayang bicaralah pada Gibran,dia sekarang membutuhkan teman ngobrol,aku akan bawa Zain Keluar sebentar"Tania ingin memberi ruang untuk Gibran dan Varo untuk berbicara


"Jangan kemana-kemana aku gak mau terjadi sesuatu lagi pada kalian Berdua"Varo memberi larangan


"Zain mau duduk dicitu"Ucapnya Zain manja dan menarik tangan Tania menuju kursi kerja Varo.


"tetaplah disini,jadi ayah akan selalu bisa mengawasi kalian berdua"semenjak kejadian penembakan berulang Varo memperketat keamanan buat istri dan anaknya.


"Baiklah"Tania gak ingin membuat suaminya khawatir lagi.


Zain menduduki kursi Ayahnya"Wah anak ayah sudah bisa jadi CEO muda"Puji Varo saat Zain asik memutar-mutar kursinya untuk bermain.


Tania memeluk Varo melihat tingkah lucu putranya


"Sepertinya kita perlu buat lagi Tania Junior"bisik Varo ditelinga istrinya membuat Tania memukul pelan pundak suaminya.


"Bersiaplah nanti malam,kamu gak usah minum pil kontrasepsi mu lagi,Zain butuh adik"Varo masih meggoda istrinya.


"Kamu ingin anak perempuan???"


"Ya aku sudah memiliki putra aku juga ingin memiliki putri"Varo mencium kening Tania lembut


"Gimana kalau anak kita kembar"ucap Tania


"Aku setuju,kalo tuhan memberi anak kita kembar,aku ingin memiliki banyak anak"


"Berapa anak yang ingin sayang miliki"


''Dua belas Anka boleh"Jawab Varo santai

__ADS_1


"Apa"Tania sedikit shock


"hehehe bercanda sayang,berapapun yang Tuhan berikan aku akan mensyukurinya"Varo kembali memeluk erat istrinya


"Ekheeemmmm,aku datang disaat yang gak tepat sepertinya"


"Tidak bisakah mengetuk pintu terlebih dulu"Varo menatap Gibran


"Aku sudah berulang kali mengetuknya,sejoli yang lagi bermesraan mana dengar"Gibran tertawa


Varo melepas pelukannya dan Tania mendekati putranya yang masih asik memutar Kurdi Ayahnya.


"Apa hari ini ada meeting"


"Iya sekitar jam sepuluh nanti para pemegang saham akan rapat"


"Wah sepertinya kita sibuk hari ini,gimana jadwal kunjungan siang mu merawat Laura".


"Oke,setelah semua selesai segera temui Laura"Varo memberi pengertian


Gibran mengangguk


"Berjuanglah mendapatkan hati Laura"Tania memberi semangat.


"Aku akan mengungkapkan perasaan ku hari ini,Ditolak pun aku sudah menyiapkan diri walau rasanya pasti sakit".tekad gibran


"Yaaa,,itu yang ku tunggu darimu,keberanian untuk menyatakan perasaanmu,kami selalu mendukungmu"Ucap Tania bersemangat


"Selama janur kuning belum melengkung,masih ada harapan"Tambah Tania lagi membuat Varo dan Gibran tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan dan ekspresi Tania saat menyebutnya.

__ADS_1


"Jadi Gibran semangat ya"Varo menghentikan tawanya saat melihat wajah Istrinya cemberut.


"Oke aku akan berusaha"Gibran kembali bersemangat "Aku akan menyiapakan beberapa berkas untuk meeting nanti".


Gibran meninggalkan ruangan Varo


"Kenapa menertawakan ku"Tania masih cemberut


"Lucu sayang"jawab Varo jujur


"Apanya yang lucu"Masih cemberut


"Pokoknya lucu"Varo tidak menjelaskan


"Ohhh,,,,jadi gitu ya"Tania tersenyum licik


"Malam ini aku tidur dikamar Zain"ancam Tania


"Eh gak bisa gitu sayang,kamu kan udah janji mau buat Sikembar"Varo menyesal sudah membuat istrinya ngambek


"Ini hukuman"Tania tertawa senang


"Yeee,,mama tidul sama Zain"seru Zain gembira.


"Satu minggu mama nemenin Zain"Tania berucap pada anaknya sengaja menjaringkan suaranya agar Varo mendengarnya.


"Sayang apa kamu benar akan melakukannya"Tanya Varo lemas


"Aku gak pernah gak serius dengan kata-kataku"ejek Tania serangan balas dendam dimulai

__ADS_1


"Arkkkkkhhhhhhhh"Varo mengacak rambutnya


__ADS_2