
Selesai mengeringkan rambutnya Tania duduk dikursi samping ranjangnya mengambil tisu untuk mengeringkan kakinya lalu membuang nya ke tong sampah.
"Syukurlah sudah agak baikkan,dia berniat mengambil kotak P3K diatas nakasnya tapi tangan Tania terhenti oleh tangan Alvaro.
"Aku yang akan mengolesnya,Dengan santai alvaro duduk dilantai dan menarik kaki Tania.
Agak kaget dan merasa canggung perasaan Tania saat diperlakukan seperti ini.
"Varo,,,aku bisa melakukannya sendiri,Tania sedikit menolak.Tapi Alvaro sengaja tidak menggubrisnya.
Akhirnya Tania hanya mengalah dan membiarkan suaminya mengoles kakinya.
disela aktivitasnya varo bertanya pada Tania,
"Sejak kapan kamu mengenal kakekku?
"emmm,Tania terlihat berpikir
"Setahun yang lalu kalo tidak salah,aku mengenal kakek bertemu di tempat kerjaku,karena kakek sering sekali berkunjung karena dia sangat ramah aku sangat menyukai sifat humoris kakek.jawab Tania panjang lebar
Dia terlihat antusias sekali saat menceritakannya.
Varo hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.
"Jadi karena kakek mengenalmu dan menjodohkan ku sama kamu,varo kembali bertanya
__ADS_1
"Aku tidak pernah berbicara pada kakek selama dua bulan ini,aku mencarinya dan tentang perjodohan ini paman dan bibiku yang mengaturnya".balas tania.
"Tania ada yang mau ku katakan padamu,sebenarnya aku sudah memiliki kekasih,ucap varo lirih.dia memberanikan diri untuk mengatakan ini pada Tania,cepat atau lambat Tania juga harus tau.
Menarik nafas panjang"mengapa kamu mau menerima untuk menikah dengan ku,sedangkan kamu memiliki kekasih.ada rasa sakit dihati Tania mendengar pengakuan Varo.
menatap mata Tania dan mangambil posisi duduk disebelah Tania.
"Aku melakukan ini demi kakek,Aku sangat menyayangi kakekku,dan juga demi kesehatannya.
"Kakek sakit?,tanya Tania
Varo menganggukan kepalanya,
"Jadi kakek tidak tahu kamu punya kekasih?
"Apa kekasih mu tau bahwa kita sudah menikah?tanya Tania dengan hati-hati
"Kami tidak pernah dapat persetujuan kakek untuk menjalin hubungan,akupun tidak tahu alasan kakek.
"Viona belum tahu kabar ini,aku tidak bisa membayangkan gimana reaksinya saat mendengar pengakuanku nanti".
Nama gadis itu Viona,terlihat sekali Dimata varo dia merindukan gadis itu.
gumam Tania didalam hatinya.
__ADS_1
"Jadi apa yang harus kamu lakukan sekarang,kita sudah terlanjur menikah.
Viona pasti sangat terluka saat tahu kenyataan ini.ucap Tania berusaha tegar.
"Aku tetap akan mengakhiri hubungan ku,walaupun aku tahu kami akan sama-sama terluka bahkan dia akan membenciku seumur hidupnya,Alvaro tertunduk dia berusaha menahan air matanya.
Sekarang hanya kebisuan yang ada dikamar Tania.
"Temui lah Viona sekarang,dia yang menelpon mu berkali-berkali tadi kan,aku rasa dia ingin bertemu dengan mu.Tanpa mendengar kata dari suaminya,Tania beranjak berdiri dan menuju lemari pakaiannnya.
dia mau menyiapkan beberapa baju yang dia miliki untuk kepindahan nya besok.
"Aku sangat senang menikah dengan mu varo,entah dari mana perasaan ini.aku senang saat kamu bersikap manis kepadaku,dan kejujuran mu hari ini diawal pernikahan kita sungguh membuatku terluka,tapi dibalik itu semua aku mengerti perasaanmu.lirih bathin Tania.
Tanpa Tania sadari airmata nya kini jatuh membasahi pipinya
"Aku tak bisa menemuinya sekarang,ini hari pernikahan kita aku harus bisa menghargai itu.suara alvaro terdengar dibelakang Tania.
Tania dengan cepat mengelap air matanya,dan terus memasukan demi lembaran baju kedalam koper miliknya.
Varo terus memperhatikan Tania
melihat isi lemari istrinya tidak ada yang istimewa hanya beberapa baju sederhana.
"Gadis yang sederhana sekali,Besok sebelum kembali kerumah kakek aku akan mengajaknya untuk membeli beberapa keperluannya".gumam Alvaro dalam hatinya.
__ADS_1