
"Bakwan sayur dari siapa kak???"Vina tiba-tiba muncul lagi membawa secangkir teh ditangannya.
"uhukkk,,,,,"Fikri tersedak adiknya itu memang suka ngagetin.
"nih minum dulu,,gitu aja udah kaget"Vina memberikan Air putih pada Fikri
"Dari sita atau Luna kak??"
"Luna Vin,tadi dia nganterin kesini"
"Nah,,,bilang Vina juga apa kak,,mereka itu suka sama kak Fikri".Vina langsung ikut memakan bakwan sayur pemberian Luna
"Rasa bakwan sayurnya enak,,dah cocok dijadiin Kakak Ipar"celetuk Vina
"Masih Enak masakan Ara",protes Fikri
"Ya ,,,kalo masakan Kak Ara ga ada duanya memang lezat"Vin terus mengunyah bakwan sayur didalam mulutnya.
"Vina,,,kak Fikri sudah memutuskan.setelah Ara nikah akan menyetujui mutasi dari kantor Kak Fikri".ucapan Fikri membuat Vina berhenti mengunyah makanannya.
"Serius kak????"Vina tak percaya
"serius"Jawab Fikri
"Kalimantan itu jauh kak,sebaiknya pikirkan lagi Matang-matang kak"Vina merasa tidak rela berjauhan dengan kakak nya itu,walau sering berantem tapi Kak Fikri lah teman curhatnya selama ini begitupun sebaliknya.
"Ibu juga gak setuju"
__ADS_1
Fikri dan Vina menengok berbarengan melihat ibunya sudah ada dibelakang mereka.
"Pikirkan lagi yang matang Fik,Ibu kurang setuju kamu dimutasi".
"Tapi Bu,,,ini untuk nenangin pikiran Fikri,mungkin dengan jauh dari Ara,Fikri bisa cepat melupakannya".
"Kamu gak mikirin perasaan ibu"
"Bu,,,"Fikri bingung harus menjawab apa
"Ibu mohon jangan ambil keputusan mutasi itu,,hanya untuk alasan Ara".
"Fikri akan pikirkan kembali Bu"Fikri tak ingin membuat Ibunya kecewa.
"nah gitu,jadi ibu bisa bernafas lega"
"Kak,,Vina kerumah Kak Ara dulu mau bantuin siap-siap menyambut keluarga Zain siang ini"
"Kakak ga ikut ya Vin,,"
"iya Vina ngerti,,"Vina pun berpamitan pada ibu dan kakaknya.
Dirumah Kinara menyiapkan ala kadarnya saja karena keterbatasan mereka,Zain sudah menawarkan untuk memakai uangnya namun ditolak halus oleh Ayah Kinara.
"Kak Ara"Panggil Vina dari luar
Tangannya penuh kue buatan ibunya
__ADS_1
Toni membuka pintu dan langsung membantu Vina yang penuh dengan aneka kue ditangannya.
"Vin,,,banyak sekali kue kamu bawa"tegur pak Toni
"Ibu yang buat paman,,ini kan hari spesial buat kak Ara".
"Terima kasih Ya Vin"
"iya sama-sama paman".
"Ayo masuk Ara didalam"Ajak pak Toni pada Vina.
Di rumah keluarga Mahardika
"Gak kerasa perasaan baru aja Aunty timang-timang udah mau melamar gadis aja"Laura menghampiri Zain yang asik memakai jam tangannya
"Aunty Laura"Zain menyambut hangat kehadiran Aunty kesayangannya dari kecil itu.
"Aunty gak nyangka Ara yang sering bersama Aunty adalah gadis yang kamu sukai"Laura nampak senang saat mengetahui calon Zain dari cerita Tania.
"Dia sahabat Zain saat SMA Aunty,walau dia memiliki kekurangan Zain ingin menutupinya dengan Kelebihan Zain"
"Aunty bangga sama kamu"Laura menepuk pundak Zain
"Aunty setelah menikah gimana nanti cara Zain membujuk nya agar mau melakukan operasi matanya,aku khawatir membuat nya tersinggung,selama ini Kinara selalu menolak permintaan ku".lirih Zain
"Urusan itu nanti kita pikirkan sama-sama,sekarang fokuslah untuk persiapan pernikahanmu".Laura memberi dukungan
__ADS_1
"Bang Zain!!!!,udah siap belom???"Zia memanggil Abangnya dengan suara cemprengnya.