
Felisha menepati janjinya untuk menunggu Zio di depan ruangannya.
"Felisha"Panggil Dokter Zio
"Iya Dok"Jawab Felisha ia bangkit dari duduknya
"Gimana hasil pemeriksaan kesehatan Sakka ???"Tanya Zio sebelum ia mempersilahkan Felisha duduk kembali.
Zio belum sempat menanyakan pada Juna tentang perkembangan kesehatan Sakka.
"Dokter Juna bilang,Sakka menunjukan perkembangan yang signifikan untuk kesehatannya".ucap Felisha
"Itu kabar yang sangat menyenangkan,aku harap kamu menjaga Sakka dengan baik.Kamu dalam masa menyusui dan kesehatan mental sang ibu juga harus dijaga".
"Maksud Dokter aku tidak boleh stres kan".
"Iya,,,karena itu juga mempengaruhi Sakka kedepannya".Dokter Zio memberi penjelasan
"Itulah sebabnya aku belum siap kembali pada keluargaku.aku takut terluka lagi dan Mas Yudis menyakiti hatiku".
"Boleh kamu ceritakan sedikit tentang masalah keluargamu,itu kalau kamu tidak merasa keberatan mungkin aku bisa mencari jalan keluarnya".Dokter Zio berharap Felisha sedikit terbuka padanya.
"Dokter pasti sudah tau kalau pasien bernama Yudis adalah suamiku dan Bu Lora adalah ibu mertuaku.Aku tidak menyangka secepat ini bertemu kembali dengan mereka.dan Vina adalah kekasih dari suamiku".Felisha mulai terbuka.
"Apa karena kehadiran Vina kamu memilih kabur dari rumah".
"Ya,mungkin itu salah satu alasannya,bagaimanpun istri mana yang mau suaminya punya wanita lain,tapi aku tak bisa menyalahkan Vina dan Mas Yudis disini aku lah yang menjadi orang ketiga".lirih Felisha
"Maksud kamu orang ketiga???"Tanya Zio lagi
"Mas Yudis sudah menjalin hubungan sama Vina sebelum menikah denganku,Namun ibu tak pernah setuju dengan hubungan mereka.Karena itu aku di jodohkan agar Mas Yudis bisa berpisah dengan Vina,aku merasa bersalah disini.Lagi pula Mas Yudis tak pernah mencintaiku,aku memutuskan menyerah".
__ADS_1
"Aku yakin suamimu sebenarnya mencintai mu".Ucap Zio
"Dari mana Dokter tau???"
"Sebelum Suamimu kehilangan kesadaran ia sempat memanggil nama seseorang,dan nama mu lah yang ia panggil.Aku tidak menyangka Felisha yang ia panggil adalah dirimu".
"Mana mungkin Dok,,aku udah dua tahun bersama nya tak ada ia menunjukan sikap bahwa ia mencintaiku".elak Felisha
"Seseorang akan sadar dengan perasaan hatinya setelah ia kehilangan orang itu".Ucap Zio tersenyum
"Benarkan seperti itu Dok"Felisha masih belum yakin
"Percaya padaku, Saran ku jangan menyerah kamu berhak memiliki suamimu bukan wanita lain,bagaimanpun Vina tetap bersalah dalam hubungan kalian".Dokter Zio memberi semangat untuk Felisha
"Aku tidak yakin Dok,,walau aku sangat mencintai suamiku tapi rasa sakit yang aku terima membuatku ingin menyerah".
"jangan egois Felisha,,Sakka membutuhkan ayahnya".Tegas Zio walau belum lama ia mengenal Felisha Zio menganggap Felisha seperti adiknya sendiri.
"Pikirkan lagi,,kesempatan tidak datang dua kali".
"Baiklah,,aku akan pikirkan lagi".
********
Setelah beberapa hari,Yudis akhirnya sadar matanya memandang seseorang yang tertidur disamping bangkar nya.Istri kecil yang begitu ia rindukan.
"Fel ini kamu"Suara serak Yudis membangunkan Felisha.
"Mas Yudis sudah sadar,,sebaiknya jangan bergerak dulu Mas.aku panggilkan Dokter ya".Felisha membunyikan bel.
Tak lama Zio dan Juna datang keruangan Yudis dan memeriksa keadaan Yudis.
__ADS_1
"Pasien sudah sadar dan hanya perlu beristirahat sebentar".Dokter Juna memberitahu.
"Yudis kamu sudah sadar sayang,,syukurlah kamu tidak apa-apa"Vina tiba-tiba masuk kedalam ruangan.
Yudis memandang Vina penuh kebencian "masih berani menampakan wajahmu dihadapan ku!!!".Geram Yudis
"Mas tenangkan dirimu"Felisha mengusap tangan suaminya lembut.
Yudis sedikit reda tekanan darahnya hampir naik.
"Sebaiknya anda keluar,jangan memancing emosi pasien".Usir Dokter Juna pada Vina.
"Aku nggak akan pergi kemana-mana aku ini calon ibu dari anaknya".Vina tetap bersikeras untuk tetap diruangan.
"Itu bukan anakku,,jangan berbohong lagi soal kehamilan mu".
"Aku tidak berbohong,kita melakukan itu sayang wajar saja aku hamil dan aku minta kamu tanggung jawab"Tanpa malu Vina mengatakan tentang aibnya sendiri.
"Apa urusan pribadi anda bisa dibicarakan nanti saja,sekarang kondisi pasien masih belum stabil".Dokter Zio juga merasa kesal pada Vina.
"Aku akan keluar kalau wanita ini juga keluar".Tunjuk Vina pada Felisha.
"Aku ingin ia tetap disini,tak akan aku biarkan istriku pergi lagi".Yudis memeluk Felisha erat.
"Sayang,,,kamu apa-apaan sih,jelas wanita ini kabur dan meninggalkanmu".kesal Vina
"Sebaiknya kamu keluar,atau kamu harus memanggil petugas keamanan untuk membawa mu paksa".Ucap Dokter Juna penuh penekanan.
Vina pun dengan kesal akhirnya menyerah dan meninggalkan ruangan.
"Berikan waktu untuk mereka berdua"Dokter Zio mengajak Dokter Juna untuk keluar.
__ADS_1
Dokter Juna mengerti dan mengikuti langkah Dokter Zio.