
Setelah menemukan rumah sakit terdekat,Tania pun segera ditangani walau luka nya tidak seberapa parah tapi rasa sakit akibat jambakan dan benturan masih terasa.
"Gimana keadaan Istri saya Dokter,Tanya Varo melihat Tania meringis
"Luka nya tidak terlalu parah,tapi saya tetap akan memberikan resep obat untuk Dia minum.Dokter itu menjawab pertanyaan varo.
"Syukurlah dokter,,Ucap varo lega.
"Ayo varo kita pulang sekarang,ajak Tania
Dokter membalas dengan anggukan kepalanya dan tersenyum ramah.
"Terima kasih dokter,kami permisi Pulang,pamit Tania dan menggandeng tangan Suaminya.
Dokter membalas dengan anggukan kepalanya dan tersenyum ramah.
Gibran mengikuti langkah Varo dan Tania.
Didalam mobil Tania membuka suara lagi
"Jangan memberitahu siapapun kejadian ini pada orang Dirumah,pinta Tania tiba-tiba yang membuat Varo dan Gibran menaikan alisnya heran.
__ADS_1
"Ini masalah serius Tania,protes Varo
"Mereka semua sudah ikhlas menerima kenyataan dan memaafkan Mama Rosi,kalau mereka mendengar kabar ini aku takut mereka akan membencinya lagi,aku tidak bisa membiarkan itu,ucap Tania lirih
Tania meraih tangan Suaminya dan memohon.
"Terus apa alasan kita sayang,dengan luka di pelipis mu,kamu tahu kan kakek paling tidak suka kita berbohong dan menyembunyikan sesuatu darinya".Varo sangat tidak setuju keputusan Tania,dan bagaimanapun dia harus memberitahu keluarganya.
Tania bernafas berat,,iya kalau kakek sampai tahu mereka berbohong pasti akan merasa kecewa dan marah besar.
"Varo boleh kita mengunjungi Paman,bibi dan adikku Arka,sepertinya sudah Lama sekali aku tidak mengunjungi mereka.
"Sayang aku lupa memberitahu mu sesuatu,saat kamu koma Gibran mencari keberadaan Pamanmu,ingin memberitahu keadaanmu,namun mereka sudah tidak menempati rumah itu lagi".
"Mereka menjual Rumah itu,dan para tetangga tidak ada yang Tahu kemana mereka pergi".Gibran ikut berbicara.
"Aku sangat merindukan adikku Arka,gimana sekarang keadaannya,apa dia baik-baik saja.lirih Tania
"Aku dan Gibran akan mencari keberadaan mereka,Nomor Arka gimana apa kamu masih mengingat nya ?tanya Varo pada istrinya.
"Sudah pernah menghubunginya,tapi tidak tersambung.Tania sangat merasa sedih saat ini
__ADS_1
"Kalian pindah kemana,aku ingin sekali bertemu kalian semua,semoga kalian baik-baik saja".bathin Tania.
"Nanti kita coba hubungi lagi,semoga saja ponselnya aktif.
Tania mengangguk setuju.mobil pun melaju dengan perlahan
Tiba dirumah mereka bertiga langsung turun perasaan gugup Tania muncul,jawaban apa yang harus ia katakan pada semua keluarga tentang kondisi nya saat ini.Varo Menggenggam tangan istrinya.
"Biar aku saja yang menjelaskan pada mereka,bisik Varo ditelinga Tania.
Hanya bisa menganggukan kepalanya setuju,langkah kaki nya terasa berat untuk melangkah.didalam hati Tania tidak ingin menceritakan kejadian ini,tapi dia juga takut bila kakek kecewa lagi kalau dia berbohong dan mengetahui kebenarannya terlambat.
Bella melihat kedatangan Varo lalu menghampiri nya,dan sedikit terkejut melihat Luka di pelipis Tania.
"Tania,kamu terluka,apa yang terjadi denganmu,Bella terlihat cemas dan meminta penjelasan langsung dari mereka.
"Mama berulah lagi Bunda,kejadiannya begitu cepat,aku kira mama sudah sadar ternyata sekarang kejiwaannya sedang terguncang.Cerita Varo lirih.
"ya ampun mba Rosi,kami semua sudah berbesar hati memaafkan mu,tapi sifatmu tidak pernah berubah".
"Ajak istrimu beristirahat Varo,Papa,ayah dan kakek sedang tidak dirumah,nanti saat mereka pulang biar bunda yang bicara pada mereka."
__ADS_1
"Iya Bunda