
Dari jauh Sarko berjalan menuju taman mendekati Gibran dan Varo berada.
"Ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan kalian tadi aku melihatnya tapi dia tidak tau,Dia pelayan baru yang diterima Nyonya Bella,sarko sedikit berbisik pada Gibran dan Varo.
Gibran dan Varo mengangguk mengerti
"Ada mata-mata dirumah ini,kita harus lebih berhati-hati lagi dalam bicara dan bertindak.
dan aku akan mencari tahu latar belakang wanita itu".
"Suruhan siapa dia???apa mama untuk mengawasi gerak gerik semuanya,kalau sampai mama berniat menyakiti Tania lagi aku gak akan segan-segan membongkar semua nya ma!!!!! Varo mengepalkan tangannya geram
"Awasi pelayan itu jangan sampai dia mengetahui kita mencurigainya,terus ikuti permainannya sehingga secara perlahan dia bisa membongkar jati dirinya sendiri dan kita dengan mudah mengetahui siapa yang menyuruhnya untuk masuk dikeluarga mahardika.Saran Gibran
"Kita langsung introgasi saja dia,aku takut dia berbuat nekat pada istriku".
"Aku tidak setuju,Orang suruhan seperti itu rela mati,tanpa memberitahu kan kita siapa dalangnya."Tolak Gibran dengan usul varo
"Kalau lambat nyawa istri ku bisa saja ah,,,,, membayangkan pun rasanya varo tidak sanggup.
"Dia tidak akan berani bertindak dirumah ini,untuk sementara suruh nona Tania tidak kemana-mana dulu tuan Varo,Saran Sarko
"Aku harus bekerja besok,siapa yang akan melindungi nya aku tidak bisa mempercayai orang luar lagi".varo sangat cemas
__ADS_1
"Selama dia dirumah ini saya pastikan dia aman,Sarko mencoba meyakinkan varo.
"Gibran mungkin besok tidak usah dulu ikut denganku,kondisimu juga belum pulih,Saran varo
Gibran ingin menolak tapi Sarko memberi kode agar mengiyakan.
"Baiklah,,,,
"Dimana mamaku sekarang,apa kalian melihatnya,aku perlu menemuinya.Varo bertanya pada Sarko.
"Sepertinya Nyonya Rosi sedang tidak dirumah Tuan muda,Jawab Sarko
Varo mengerutkan keningnya
"Oke aku akan menemui nya nanti kalo dia sudah kembali,Gibran aku perlu bertemu dengan Papaku,kamu dan Sarko segeralah menyelidiki dari sekarang.
"Baik tuan,tadi saya melihat Tuan Rendi berada di ruang baca.Kalau begitu saya permisi menemui Tuan Besar.Pamit Sarko
"Aku perlu mencari pelayan itu ingin lihat apa yang sekarang dia lakukan,nanti aku akan menemui mu lagi,Gibran pun pamit meninggalkan Varo.
"Berhati-hati lah,pesan Varo dia tidak mau Gibrab terluka parah lagi saat melindungi keluarganya.
Gibran mengangguk setuju
__ADS_1
"Maaf kan Varo ma,andai saja kejahatan mama harus terbongkar varo ingin orang lain lah yang mengetahuinya dan apapun keputusan kakek kelak Varo tidak akan bisa lagi melindungi mama,varo berharap berhenti melakukan kejahatan apapun sekarang ma!!!!!bagaimanpun hati seorang anak tidak akan tega menyakiti hati orang tuanya.
Varo yakin kekecewaan mendalam akan semua keluarga rasakan saat semua nya telah terbongkar kepermukaan". Varo terus termenung memikirkan nya saat ini.
"Aku harus menemui papa,Mungkin aku bisa bertanya sesuatu tentang mama,pasti ada alasan dibalik semuanya.mama melakukan ini pada keluarga nya sendiri pasti ada alasan atau tujuan tertentu,Apapun alasan itu semua salah ma!!!!!!! varo mengeluarkan air mata rasa sakit didadanya sekarang makin bertambah sesak.
Mendengar langkah kaki mendekatinya varo dengan segera menghapus air matanya.ternyata Bunda Bella dan Ayah Denian yang muncul.
"Varo ternyata masih disini,sapa Bunda
"Iya Bun,Sarko dan Gibran baru saja pergi
"Tadi Tania berpesan dia menunggumu di kamar,kalau kamu sudah selesai bisa menyusulnya,dia terlihat tidak sehat hari ini,Bunda sudah memberikan selimut padanya.
"Tania sakit?????Varo panik
"Tadi bunda suruh Pelayan baru itu menyampaikan padamu,Apa dia tidak datang??Tanya Bella heran
Varo menggeleng "Dasar sia..n pelayan itu mungkin ingin memberitahu tapi dia malah mendengar pembicaraan kami.aku harus mengawasinya juga.
"Coba lihat dulu,kalo ada apa-apa cepat panggil dokter keluarga kita,Usul Denian
"Baik Yah,kalau gitu Varo langsung liat keadaanya".segera berlari cepat ingin menemui istrinya.
__ADS_1