Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.108


__ADS_3

Didalam kamar Varo pun membantu Tania merapikan pakaian yang mereka bawa dan menaruhnya didalam lemari yang sudah tersedia didalam kamar Villa.


"Huffff akhirnya selesai juga,Tania meregangkan tanganya keatas.


"Cape ya sayang,Tegur varo melihat istrinya melemaskan persendiannya.


Tania hanya mengangguk mengiyakan,wajar saja karena,perjalanan yang mereka tempuh lumayan jauh dan memakan waktu lama.


"Aku bisa panggilkan Kakek Miko,dan meminta seseorang untuk memijat tubuhmu.


"Ya,Sepertinya aku butuh itu,Tania pun segera bangkit dari duduknya.mengalungkan rambutnya keatas dan ingin beranjak kekamar mandi.


"Sayang,,,,,,panggil Varo.


"Ya ada apa????Tania memalingkan kepalanya pada suaminya.


"Boleh mandi bersama,ucap Varo pelan.


"Hmmmmmmm,,Tania terlihat berpikir.


"Aku janji gak bakal macam-macam,Ucap Varo cepat


"kenapa aku merasa gak yakin ya,kamu gak macam-macam.guman Tania


"Beneran deh,aku janji.ucapan Varo terdengar meyakinkan.


"Jadi Boleh ya,Tanya Varo antusias


Tania pun mengangguk setuju

__ADS_1


"Yesss!!!!!!!! seru Varo


"Sesenang itu kah suamiku,pikir Tania didalam hatinya.


Dan Varo menepati janjinya,walau Ia sangat ingin melakukan lebih,ia mengingat istrinya sedang lelah.


Tok,tok,,,, terdengar suara ketukan pintu diluar kamar Varo dan Tania


Varo yang sudah selesai dengan ritual mandinya langsung membuka Pintu kamarnya.


"Maaf mengganggu Tuan Varo,ucap Bi Ulfa ramah


"Ada apa Bi Ulfa ,tanya Varo


"Makan malam sudah siap Tuan,Bibi hanya menyampaikan pesan Kakek Miko.


"Oh ya,terima kasih Bi infonya,Aku lagi nunggu istri ku Bi,nanti segera kesana.


Kakek Miko dan Gibran sudah berada dimeja makan,Varo dan Tania langsung mendekati meja dan menyapa mereka semua.


Dimeja makan sudah tersedia berbagai macam hidangan seafood yang dimasak spesial buat Varo.Karena kakek Miko sangat tau kalau Varo menyukai udang dan kepiting.


Tania mengambilkan Piring serta lauk kesukaan Suaminya Udang Goreng.


Mereka makan dengan lahapnya karena masakan Bi Ulfa tidak Diragukan lagi rasanya sangat lezat.


Selesai makan kakek Miko pun berbincang-bincang.


"Apa rencana kalian besok,Tanya kakek Miko

__ADS_1


"Rencana besok mau mengunjungi makam keluarga Tania kek,jawab Varo


"Kakek bisa ikut sekalian mau Ziarah kemakan saudra kakek".


"Tentu saja boleh kek,mungkin kakek sekalian bisa menunjukan makam Keluarga Tania,soalnya Tania tidak mengingat yang mana makam mereka.


kakek mengangguk setuju.


"Kakek Miko,Siapa disini yang bisa dipakai buat mijat ya,Tanya Varo


"Seringnya Istri ku bisa,Atau Bi Ulfa, siapa yang mau dipijat?


"Istriku kek,dia agak lelah saat perjalanan.


"Kenapa bukan suaminya saja yang memijatnya,kakek sedikit bergurau.


"Ah kenapa aku gak kepikiran ya kek,Varo menatap istrinya dan menggerakkan sebelah matanya untuk menggoda istrinya.


"Lebih baik aku minta tolong sama Bi Ulfa deh kek,Ucap Tania yang bisa membaca isi pikiran suaminya.bisa bahaya kalau suaminya yang memijat nanti bukannya memijat yang benar malah kelain-lain.


"Hahahahaha kasian sekali kamu Varo ditolak telak sama istrimu,Gibran tertawa


"Mau ku potong gajimu bulan ini,ancam varo


"Ampun Tuan muda,ucap gibran masih dengan tawanya.


Wajah Varo berubah kesal karena penolakan istrinya dihadapan semua orang.Tania merasa bersalah akan ucapannya.


Tania mendekat ketelinga suaminya dan mmebisikan sesuatu.

__ADS_1


"Aku akan melayani mu malam ini,bisikan suara Tania Ditelinga Varo membuatnya bergidik geli.


Senyum Varo mengembang sempurna.Rasa marahnya hilang seketika.


__ADS_2