
Setelah selesai makan malam varo memilih langsung pergi kekamar,Tania yang mengerti Suaminya sedang kesal ikut masuk juga.
"Kamu ini asal jeplak aja kalo ngomong Tiara,Nenek Mora bersuara merasa tidak senang dengan ucapan Tania.
"Tania itu istrinya Varo,lelaki yang duduk disebelahnya.dan Geo hanya ingin memanggil Bunda saja,karena dia merindukan sosok ibunya"Nenek Mora masih menjelaskan pada Tiara.
"Em,Tiara minta maaf Nek,Ucapnya menyesal
"Sudah lah kalian lanjutkan aja makan-makannya,Nenek mau Nemenin Geo Tidur dulu.
"Nek,Geo mau tidur sama Bunda.
"Untuk malam ini,enggak ya sayang.seperti biasa tidur sama nenek.
"Ikutin apa kata nenekmu"perintah Varo.
Geo ingin protes,tapi suara papanya membuat ia menurut.
"Aku tidak sengaja Leon,aku benar -benar minta maaf kalau kata-kataku malah menyinggung perasaan suaminya".Tiara berucap penuh penyesalan.
"No,problem okey,ayo sekarang lanjutkan makan ku nanti aku antarkan kamu pulang".ucap Leon santai
"Makasih Leon.
Kakek dan Gibran hanya diam dan terus melanjutkan makan mereka.
__ADS_1
Didalam kamar Varo hanya diam,Tania sudah berkali-kali menegur dan menanyakan ada masalah apa.
"Varo please,Ceritakan padaku kenapa kamu bisa sekesal ini dan memilih diam".Tania menatap sayu wajah suaminya.
"Kamu mau tau alasanku,Besok kita pulang dan semua aku ceritakan dirumah kita".Suara varo datar dan tetap tidak memandang wajah Tania memilih untuk membuang mukanya.
"Aku cemburu Tania,Leon secara terang-terangan mengatakan pernah menyukaimu,bahkan aku rasa sekarang ia masih mengharapkanmu,mengertikah kamu Tania."bathin Varo
"Aku mau kamu cerita sekarang,ada kesalahpahaman diantara kita,aku selalu memperhatikan sikap mu dari kemaren ada yang berbeda pada suamiku,varo!!! pandang aku.Tania berpindah tempat kehadapan Varo
Varo memandang lekat istrinya.
"Varo apa aku membuat kesalahan padamu??apa hanya perkataan Tiara tadi membuat mu marah.Jelaskan alasannya Varo".
Air mata Tania sudah membasahi pipinya,karena baru kali ini Tania mendapat perlakuan cuek dari suaminya.
Tania memilih merapikan pakaiannya,hatinya sedang sakit saat ini,ia masih merindukan kampung halamannya.Namun harus pulang besok.ia teringat janji nya pada Geo akan tidur bersamanya malam ini.
Diam-diam Tania keluar kamar mencari keberadaan Geo.
Gibran terlihat masih bersantai diluar bersama para pengawal.
"Bran liat Geo,tanya Tania
"Tadi ikut Nenek Mora dikamarnya.kenapa?tanya Gibran langsung
__ADS_1
"emm,aku udah janji sama Geo,ia mau tidur malam ini dikamar ku bersama varo.besok kita harus pulang.Jawab Tania.
Gibran menarik nafas kasar
"Tania boleh aku berbicara pada mu sebentar,ada yang ingin ku sampaikan padamu''.
"Hal apa?
"Ini mengenai Varo suamimu"
Mendengar nama Varo Tania menjadi bersemangat untuk mengetahui apa yang akan Gibran sampaikan padanya.
"Aku harus mulai dari mana ya ngomongnya"Gibran terlihat berpikir
"Bisa dari perubahan sikap Varo,ia seperti menyembunyikan sesuatu dariku".Sekak Tania.
"Ya,sejak kedatangan Leon dan Geo sikapnya berubah bukan".
"Kamu benar,sejak saat itu Varo berubah,"Tania mencoba mengingat apa ada kesalahan yang ia Lakukan membuat suaminya tidak senang.
"Dia sedang cem,,,belum sempat Gibran mengatakan pada Tania Leon sudah menghampiri mereka.
Gibran kesal
"Dasar Tikus pengganggu"ia pun memilih tidak melanjutkan ucapannya pada Tania.
__ADS_1