
Terima kasih untuk semua dukungan nya akhirnya bisa juga up sampai di Bab.50 😍
semoga ceritanya tetap asik untuk para reader kuh ya,,author usahakan up-nya bisa secepat mungkin doain ya supaya halu nya author jalan terus🤭.Terima kasih yang sudah vote dan like 🤗
Makanan yang mereka pesan sudah berada dikamar mereka.Tania membelalakan matanya sempurna melihat apa saja yang dipesan suaminya.
tersedia udang lobster,steak daging,Ayam panggang,Ikan bakar,dll
Melihat semua pesanan varo seakan mau makan satu RT,menurut author sih padahal gak gitu anggap aja untuk porsi 10 orang.
"Varo siapa yang akan menghabiskan makanan ini??
"Kita berdua yang akan memakannya"jawab varo santai
"Kenapa boros banget sih,jiwa pembukuan keuangan Tania meronta
"Aku ingin memanjakan lidah istriku apa tidak boleh,Varo mengambil piring dan meletakan beberapa lauk dan menaruhnya didepan Tania
"Boleh saja,tapi ini berlebihan sekali dan sangat sayang kalo tersisa dan terbuang".Tania mulai protes
Varo sengaja tidak menanggapi ucapan istrinya.
"Buka mulutmu aku ingin menyuapi mu,jangan rusak makan malam kita lagi dengan perdebatan
"Aku janji ini yang terakhir memesan makanan sebanyak ini buat kita berdua,soalnya aku tadi bingung apa makanan kesukaan mu jadi semua kupesan kamu bebas mau makan yang mana".
Tania pun pasrah mendengar penjelasan suaminya dan perlahan membuka mulutnya untuk memasukan suapan suaminya.
__ADS_1
Mengunyah dengan lahap nya varo sangat menyukai cara makan Tania.
"Gimana rasanya enak bukan,varo pun menyuap makanan kedalam mulutnya sendiri.
Tania hanya mengangguk setuju karena mulutnya masih penuh makanan.
"Aku mau lobster itu,dengan cepat Varo mengambilkan Tania
Tanpa terasa mereka hampir menghabiskan separo hidangan makanan.
"Varo aku kenyang sekali,susah rasanya mau bergerak ".Tania mengelus perutnya
"Jangan cari alasan untuk menghindari bayaran menggendongmu tadi siang".Varo mengingatkan Tania lagi
"Iya aku tau,beri waktu 10 menit baru aku memijatmu".Tania sangat merasa puas dengan cita rasa masakannya.
"Kenapa rasa nya hampir sama dengan cita rasa masakan Indonesia ya.
"Karena yang masak memang koki indonesia."
"wow benarkah,dari mana kamu tahu.Tania bertanya penuh selidik
"Ohhh mungkin saja kamu sering kesini ya jadi tau,Tania menebak pertanyaannya sendiri
"Karena ini Hotel milik kakekku,hampir semua karyawannya orang kita.dan pak Darko yang ditugaskan disini untuk mengawasi.
"Hahhhh,, kenapa tidak memberitahuku sebelumnya,Tania antara kagum dan kaget
__ADS_1
"Kamu tidak bertanya,jadi aku tidak bilang".
"Terus kenapa kakek harus membayar semua tagihannya,Tania masih kepo rupanya
"Karyawan hotel disini semua perlu digajih,dari mana gajih mereka ya dari kita yang membayar semua fasilitas yang disediakan".
"Tapi kan ini punya keluarga mu,
Dan mereka biasa aja menyambutmu tidak ada yang spesial.
"Aku sudah memberi tahu mereka agar memperlakukanku layaknya tamu Hotel pada umumnya dan membayar sesuai tagihan".terang varo panjang lebar
"Nah kenapa dibuat serumit itu,Tania terlihat berpikir keras.
"Akupun sebenarnya bingung Tania semua itu Kakekku yang mengaturnya.kita hanya tau beres
"Jadi penjelasanmu tadi tentang pembayaran
"Aku hanya asal jawab saja,ucap varo santai
"Hah,,,aku sudah serius nanggapinnya
"Sudah jelas Nona wartawan,bisakah kita mulai pijit memijit".
"Tapi aku salut dengan prinsip kakek,
"Prinsip Yang mana??tanya Varo bingung
__ADS_1
"Biarpun milik sendiri tetap harus bayar"hahahahaha
Varo pun ikut tertawa,