
"Transferan uang udah masuk"Sorak Sarah melihat nontifikasi diponselnya.
Rini melihat sahabatnya hanya menggelengkan kepalanya
"Rin,kamu punya kenalan pembunuh bayaran gak????"Tanya sarah tiba-tiba membuat Rini terlonjak kaget
"Sa,,,rah kamu"Rini tergagap"Jangan berbuat diluar batas deh"Rini mencoba menenangkan pikirannya
"Ada kenalan gak???"desak Sarah lagi
Rini hanya menggeleng
Sarah agak kecewa"Huhhhhhh"
"Kita akhiri aja sampai sini ya,aku takut sar"Rini mencoba mengingatkan sahabatnya untuk tidak bertindak lebih jauh lagi.
"Ah gak asik kamu!!!!!!!"bentak Sarah
Mata nya tepancar kemarahan dan siap memasang mode perang
"Kita nanggung buat mundur lagi,sasaran pertama aku adalah istrinya Varo"
Sarah tersenyum mengerikan
"Serah kamu,aku mundur"Rini meninggalkan Sarah dikamarnya.
"Belum aja bertempur udah nyerah aja"Sarah tambah kesal dengan Rini.
__ADS_1
Sarah melempar majalah yang dipegangnya "Kesel!!!!!!!!"teriaknya kencang
Dikantor Varo sudah bersiap pulang,Gibran mulai modus lagi mengantar Laura.walau Laura kadang merasa tidak nyaman bila harus setiap hari diantar Gibran.
Sampai diparkiran mobil
"Jagain anak orang ya bran"tegur Varo saat Gibran membuka pintu buat Laura.
"Tenang pasti aku jagaain gak bakalan sampai lecet"Balas Gibran
"Kalau dia macam-macam Sleding aja ya Laura,aku dukung"Varo berucap tanpa dosa
"Bukan hanya Sleding pak,Laura juga bisa Banting"memandang arah Gibran.
"Preman juga kamu"Ucap Gibran
"Hahahahahaha"Varo dan Laura tertawa melihat ekspresi dan ucapan Gibran.
"Siap pak bos"Gibran pun meninggalkan Varo.
Varo pun bergegas meninggalkan parkiran mobil dan melaju pulang kerumahnya.
Tania,bunda Bella dan Zain sedang asik bermain di taman belakang.Zain bermain Bola dan dia berlari-lari mengejar Bola yang ia tendang dan menjauh.
Varo mencari keberadaan istrinya,ia langsung masuk kekamar dan tidak melihat Tania.
"Tania pasti ditaman belakang"pikir varo karena sudah rutinitas istri dan semua keluarganya saat sore hari berada disana.dan ia memilih mandi terlebih dulu.
__ADS_1
Selesai mandi ia segera menyusul.
"Sayang"sapanya saat melihat Tania asik memakan buah bersama putranya.
"Mah,Ayah Udah Pulang"Zain berlari memeluk Ayahnya.dan Varo membuka tanganya lebar untuk menyambut putranya.
"kapan pulang sayang"Tania menghampiri Varo dan mencium tangan suaminya lembut.
"Udah dari tadi,cuma aku langsung kekamar dan mandi".Varo merangkul pinggang Tania dan berjalan menuju kearah tempat duduk.
"Sayang berat badan Zain sepertinya naik ya"Varo merasa agak berat saat menggendong putranya.
"Gak liat pipinya makin embul"Bunda Bella menyentuh pipi Cucunya lembut.
Varo mencium gemas pipi putranya.
"Ayah,tulunin Zain"pintanya pada Ayahnya untuk menurunkan nya dari gendongan Varo.
"Zain mau kemana??"tanya Varo
"Zain mau liat itan kakek loyan"ucapnya dengan kata yang masih belum sempurna.
"Ayah temenin ya liat ikannya"Zain sangat senang dan
zain pun mengangguk tanda setuju dan menarik tangan Ayahnya dengan cepat.
"Pelan - pelan jangan lari Kencang"Tegur Tania pada Zain yang berlari menarik ayahnya menuju kolam ikan.
__ADS_1
Tania merasa kebahagiannya lengkap sudah melihat keluarga nya tersenyum bahagia dengan kehadiran Zain putranya
Walau diluar sana bahaya masih terus membayangi pikiran Tania ,namun ia menepis semua dan fokus lebih ekstra menjaga kesehatan dan keselamatan anaknya.