
Kandungan Kinara sudah memasuki bulan ke sembilan dan dari prediksi dokter Kinara hanya menunggu hitungan hari,jenis kelamin bayi Zain dan Kinara adalah Laki-laki.Perut Kinara sangat besar Keluarga yang awalnya mengira Kinara akan memiliki bayi kembar.nmain ternyata predeksi mereka salah.Namun semua keluarga tidak mempermasalahkan itu,asal Kinara dan bayi nya sehat mereka sudah sangat bersyukur.
Zain semakin ekstra menjaga sang istri,ia pun mengurangi kesibukan dikantor untuk bisa membagi waktu untuk Kinara,karena selama Kinara hamil muda Zain ada saja meninggalkan nya keluar kota.
"Aku haus sekali".Kinara nampak kesusahan bergerak karena perutnya yang sudah membesar,ia ingin berdiri mengambil air putih diatas nakas kamarnya.
Zain yang baru masuk kamar pun melarangnya untuk bergerak
"Kamu di tempat tidur aja sayang,kamu mau ambil apa??"Tanya Zain
"Aku mau mengambil air mas,tenggorokan ku terasa kering dan haus"Jawab Kinara
"tunggu disana,biar Mas yang ambilkan"Zain pun menuang air putih kedalam gelas dan memberikannya pada Kinara.
"Makasih Mas"Kinara meminum air itu hingga habis dan memberikan gelas kosong pada suaminya lagi.
Zain pun menaiki tempat tidur memeluk Kinara,Kinara sudah terbiasa mendapat pelukan dadakan dari suaminya itu.
__ADS_1
"Sayang kamu yakin mau melahirkan secara normal"Zain teringat ucapan dokter kandungan yang menangani Kinara.Bahwa ada resiko jika Kinara melahirkan Normal,karena bayi didalam kandungan Kinara memiliki bobot yang lumayan berat.
Kinara nampak berpikir,Ia ingin sekali merasakan melahirkan secara Normal.Namun jika tidak mungkinkan Kinara akan ikut saran Dokter untuk sesar.
"Mas,,aku juga khawatir,apa kita konsultasikan lagi sama Dokter"Tanya Kinara
"Iya,kita akan pergi ke dokter lagi untuk memastikan,Mas gak mau mengambil resiko sayang,demi keselamatan kamu dan anak kita".Zain memperat pelukannya.
Kinara hanya mengangguk setuju.
"Mama boleh ikut kalian"Tania menghampiri Zain dan Kinara.Tania merasa khawatir melihat Kinara yang sedikit terseok-seok saat berjalan.
"Boleh ma,,Zain baru mau mengajak Mama".
Zain pun meminta Zia untuk memapah Kinara masuk kedalam mobil.
Sampai di Dokter Sella,Ia adalah Dokter yang selama ini menangani Kinara,langsung memeriksa kondisi Kinara.dan setelah memeriksa secara detail,Sella pun memberikan penjelasan pada Zain dan keluarga.
__ADS_1
"Nyonya Kinara tidak bisa melahirkan secara Normal,kondisi bayi sangat besar sekarang"ucap Sella dan Zain nampak khawatir
"Tindakan yang tepat adalah Operasi sesar".
"Apa ada resiko melahirkan normal dok??"Zain ingin memastikan,karena Kinara sangat berharap bisa Melahirkan secara normal
"Beberapa resiko yang mungkin terjadi pada kehamilan dan persalinan dengan janin berukuran besar adalah: Proses melahirkan normal memang memakan waktu lama. Perineum robek atau perlunya tindakan episiotomi. Bahu bayi tersangkut di jalur lahir (distosia)".Dokter Sella menjelaskan panjang lebar tentang resikonya.
Tania yang juga mendengar penjelasan dokter menjadi khawatir.
"Sayang,,apa kamu mau Melahirkan secara Sesar ??"Zain meminta pendapat Kinara terlebih dulu.
"Kalau resiko melahirkan normal sangat membahayakan bayi kita Mas,aku siap melakukan operasi Sesar".Kinara pun mengambil keputusan cepat
Zain dan Tania pun menyetujui keputusan Kinara.
Dokter Sella pun segera mengatur waktu untuk Kinara karena kandungan nya yang juga sudah cukup bulan.
__ADS_1