Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.112


__ADS_3

Mereka semua pun masuk ke pemakaman umum.Pemakaman yang dirawat sangat baik oleh penduduk desa.Keluarga kakek Miko langsung menuju makam menantu dan saudara nya.


Tania tak sabar ingin kemakam orang tuanya.setelah bertanya pada penjaga makam mereka pun tiba didepan pusara yang bertulisakan nama orang tua dan nenek tercintanya.


Airmata tidak bisa Tania bendung lagi.Varo memeluk istrinya untuk menenangkan Tania.


Tania mencoba menghentikan tangisnya.


"Ayah,ibu,nenek,,Tania datang,maaf baru bisa menjenguk makam kalian semua,Tania sangat Rindu.Tania kembali menumpahkan air mata hatinya terasa pilu.


Varo melingkarkarkan tangannya kepundak istrinya,ia paham akan perasaan Tania saat ini.


"Aku janji akan menyayangi putri dan cucu kalian dengan sepenuh hati,aku bukan pria yang sempurna tapi akan berusaha agar Istriku yang ku cintai bisa bahagia,maaf selama ini masih sering membuatnya terluka,aku akan berusaha lagi memberinya perlindungan,aku kesini memohon doa restu kalian.Ayah,ibu,dan nenek,salam hangat dari menatumu.ucap varo dengan ketulusan hatinya.


Mendengar perkataan suaminya Tania tidak bisa lagi menahan tangisnya,ia sangat bersyukur mendapatkan pendamping seperti Varo,Tania tidak pernah menilai kekurangan suaminya selama ini.Tania bahagia,walau diawal pernikahan banyak cobaannya,Namun Tania yakin ia dan suaminya bisa melewati dengan dukungan satu sama lain.Ia pun masih banyak kekurangan,ia juga berjanji akan berusaha untuk memberi kebahagian untuk suaminya.


..."Semoga benih-benih cinta kami bisa secepatnya hadir didalam rahimku,doa Tania dan mengelus perutnya lembut....


Gibran juga terharu mendengar ucapan Varo adiknya.


"Semoga pernikahan kalian selalu bahagia,dan cepat diberikan momongan,dan tidak ada lagi yang ingin memisahkan kalian".Doa gibran didalam hatinya.


Setelah membaca doa untuk keluarganya,Tania menaburkan bunga yang sudah Nenek Mora persiapkan dan diberiakn pada Tania.


"Bran,,,Panggil Varo


"Iya ada apa?


"Tolong perintahkan seseorang untuk memperbaiki makam Ayah,Ibu dan Nenek.


"Oke,nanti aku cari orang sekitar sini yang bisa kita pakai buat perbaikan makam.


"Varo,,makasih,ucap Tania pada suaminya

__ADS_1


"Tidak perlu berterima kasih,ini sudah kewajiban aku sebagai suamimu.


Tania memberikan senyum hangat untuk suaminya.


"Yuks,kita susul keluarga kakek Miko mereka masih dimakan keluarganya.ajak varo


"Kakek Miko,sapa Varo


Kakek menoleh kan kepalanya


"Nak Varo kalian sudah selesai,tanya kakek


"Iya kek,saya juga ingin memperbaiki makam.


"Oh itu nanti bisa kakek sama Gibran cari orang didesa ini.


"Iya,terima kasih kek.Varo memperhatikan Leon yang menangis didepan pusara sang istri tampak Geo juga memeluk papanya.


"Pa,,Geo mau ibu,,,,,ucapnya dengan serak karena ia baru saja habis menangis


Deg,,,Jantung Leon terasa sakit,mendengar ucapan anak tunggalnya.


"Ibu tidak bisa kembali lagi sayang,ibu sudah tenang dialam sana.Leon memberi pengertian untuk anaknya.


"Iya Geo tau pa,,Geo mau Ibu baru.Geo mau kak Tania jadi ibuku.Geo anak berumur 5 tahun itu menunjuk kearah Tania.


Varo mengepalkan tangannya geram mendengar Geo meminta ibu baru adalah Tania istrinya.Namun ia menyembunyikan untuk menjaga semua perasaan orang sekitarnya saat ini.


Geo sangat membutuhkan kasih sayang ibunya.


karena Kayla ibunya meninggal saat melahirkan Geo,pendarahan yang membuatnya tidak bisa bertahan.pasti dia sangat merindukan sosok seorang ibu.


Semua disana sangat terkejut dan keluarga kakek Miko merasa tidak nyaman dengan Varo dan Tania.

__ADS_1


"Maaf Nak Varo,Kalau ucapan Geo kurang sopan dan terkesan lancang.Nenek meminta maaf.


"Emmmn,Dia hanya anak kecil Nek,belum mengerti apa yang ia ucapkan.Varo masih mencoba mengendalikan emosinya.


"Kak Varo,Geo menggenggam tangan Varo tiba-tiba


"Bolehkan memberikan Kak Tania untuk ku,aku sangat ingin ia menjadi Ibu ku.Entah dari mana keberanian seorang anak kecil seperti Geo mengatakan hal itu.


"Geo!!!!!!!!!!!!Teriak Leon


"Papa tidak pernah mengajarkan mu bicara lancang seperti itu.


Mendengar papa nya membentaknya Geo lari kearah belakang neneknya.


"Kak Leon,jangan diambil hati,bener kata nenek Mora ia masih belum mengerti situasinya,Jangan memarahinya lihat ia sangat ketakutan.Tania mencoba memberi pengertian


"Iya,tidak enak ini pemakaman.ayo kita pulang dulu.Kakek Miko mencoba mencairkan suasana.


"Geo pergi ,Minta maaf!!!!!suara Leon masih terdengar marah.dia tidak menyangka anaknya berani mengatakan hal seperti itu,diusia nya yang masih sangat kecil.


"Kak Varo dan kak Tania,Geo minta maaf"mengulurkan tanganya pada Tania dan Varo.


Tania langsung memeluk Geo.


"Kalau Geo mau Ibu,Geo boleh kok panggil kak Tania Ibu,anggap aja Kak Tania ibu angkat Geo,gimana????Tania mencoba menghibur Geo karena nampak tersirat kesedihan Dimata anak itu.


"Apa Boleh,,,Tanyanya antusias Geo sangat senang walau Tania hanya menjadi ibu angkatnya.


"Tentu Boleh".Tania kembali memeluk Geo


Leon tidak mengerti dengan perasaannya,ada rasa senang saat Tania bersedia menjadi ibu angkat anaknya.


"Nah sekarang Kak Varo juga boleh Geo panggil Ayah,Iya kan kak Varo,Tania menyenggol sedikit tangan suaminya.

__ADS_1


"Terserah ...balas varo singkat.entah kenapa Varo merasa kecewa dengan keputusan istrinya yang dengan cepat memutuskan tanpa harus bertanya padanya dulu.


__ADS_2