Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 208 (Ctb)


__ADS_3

Seminggu berlalu Zain sudah mulai aktif bekerja di kantor papanya menggantikan Posisi Kakek Rendi nya yang memilih pensiun dan ingin menghabiskan waktu bersama istri dan keluarganya dirumah.


sedangkan Denian harus bersabar Zio masih menolak permohonan kakeknya untuk terjun didunia bisnis.Zio tetap pada pendiriannya setelah lulus Sekolah akan langsung melanjutkan kuliah kedokteran nya di Inggris.


"Amora ini sekretaris kamu Zain,Papa baru saja menerimanya bekerja disini karena Om Andre yang mengusulkan nya,ia sudah berpengalaman jadi tidak susah untuk beradaptasi dengan pekerjaan"Varo memperkenalkan pada Zain.


"Selamat datang Tuan Zain"Sapa Amora ramah


Zain hanya membalas dengan anggukan dan tersenyum ramah.


"Papanya aja udah ganteng,anaknya Double ganteng ternyata"Bathin Amora saat bertemu pertama kali sama atasannya dikantor.


Dikantin sekolah Zio dan Zia


Zia nampak menikmati juice mangga favoritnya.menyesap isinya tanpa sisa.perutnya sudah terisi penuh.


Tama yang berada disamping Zio terus memandangi Zia dengan tatapan mata yang sulit diartikan.


Sya yang tak sengaja melihat nya pun tersenyum kecil ia sudah lama mengetahui kalau Tama menyukai Zia.dan muncul ide untuk mengerjai Tama.


"Kak Tama,,Liatin nya biasa aja donk"


Tama yang nampak terkejut dengan ucapan Sya menjadi salah tingkah

__ADS_1


sedang kan Zia seperti biasa bersikap cuek,"Kak Zio yang bayar ya"Zia pun berdiri mengajak Sya untuk kembali masuk kelas mereka yang memang bersebelahan.meninggalkan Tama yang merana.


Zio hanya memberi jempolnya setuju karena ia masih fokus memainkan Game diponselnya".


"Perasaan Lo belum berubah Tam sama adik gue"Zio meletakan ponselnya dimeja dan meminum air putih dihadapannya.


Zio tau perasaan sahabatnya itu mulai awal mereka masuk sekolah.dan Tama juga berkata jujur ia menyukai Zia.


"Belum"ucap Tama Lirih


"hmmmmm kamu tau Zia gak mau pacaran kan,dia mau fokus sekolah dan cita-citanya,baginya itu yang utama".Zio mencoba mengingatkan Tama.


"Iya gue tau,itulah sebabnya gue cuma nyimpan perasaan itu disini",Tunjuk Tama pada hatinya.


"Gue dapat lampu hijau nih"Tama terlihat senang


"Dari gue iya tapi dari Zia kan enggak"Zio tertawa melihat ekspresi Tama mendengar perkataannya.


"Ahhh elu jatuhin semangat gue lagi"cibir Tama


"Sudahlah,gue bayar dulu baru langsung balik kelas"Zio pun langsung berdiri dari tempat duduknya.


Pulang sekolah Zia dan Zio pun segera memasuki mobil saat Zio hendak menjalankan mobilnya Tama menghentikannya dan mengetuk kaca pelan.

__ADS_1


Zio membuka kaca jendela dan bertanya "Ada apa Tam??"


Tama melirik sekilas ke Zia yang sedang membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan hari ini ia meminta kembarannya menemani belanja beberapa buku di mall.


"Gue ikut mobil lu ya,Mobil gue mogok lagi"Tunjuk Tama pada mobil berwarna biru metalik kesayangannya itu.


"Ya udah naik ngapain masih diluar"Zia membuka suara.karena ia sedang terburu-buru


"Makasih Zia"Ucap Tama


"kalo mau ngucapin Terima kasih sama Kaka Zio bukan ke gue,ini mobil dia supirnya juga dia"Zia masih sibuk dengan cermin nya dan mulai memakai sedikit lipstik agar wajahnya gak pucat-pucat banget.


Zio hanya melengos mendengar ucapan Adik kembarnya itu.


Tama sudah terbiasa dengan sikap Zia yang sedikit ketus namun tak mengurangi perasaan dihatinya.


"Tapi kami mau mampir ke mall sebentar nemenin tuan putri ini beli buku"Zio melirik ke Zia


"Wah kita sekalian makan siang disana aja"


Seru Tama"Hari ini gue traktir"lanjut Tama lagi


"Boleh juga,Gimana Zia"Zio bertanya pada Adiknya takut Zia gak setuju

__ADS_1


"Terserah,jangan lupa kabarin mama kalo kita telat pulang"Zia pun setuju dan merapikan peralatan tempur untuk wajahnya.


__ADS_2