Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 213 (Ctb)


__ADS_3

Zain melihat ada tiga orang mendekat kearahnya dan yang membuat Zain terpaku adalah gadis berambut panjang di ikat dan berbaju cokelat itu adalah seseorang yang selama ini Ia cari.


"Kinara,,,,,,"panggil Zain


Kinara merasa tak asing dengan suara yang memanggilnya.


"Kak Ara,,ada seorang cowok tampan memanggil nama kak Ara"Bisik Vina ditelinga Ara.


"Apa kamu mengenalnya Vin????"Ara bertanya


"Mana ada Vina punya kenalan cowok tampan Lain kak,cuma Zio aja yang Vina kenal".


Fikri yang mendengar perkataan adiknya hanya geleng-geleng kepala.


Zain mencoba mendekati Kinara yang tidak ada reaksi terhadap panggilannya.


"Kak,,dia mendekat"bisik Vina lagi


Zain sedikit bingung dengan tatapan mata Kinara yang tidak tertuju padanya.


"Kinara,apa kamu lupa padaku,,,,lihat ke arahku.Aku Zain sahabatmu".Zain terus melihat Kinara ingin rasanya ia memeluk sahabatnya itu.


"Zain....."Kinara mengangkat tangannya dan meraba-raba ingin mencari sosok Zain


"Ra,,apa terjadi sesuatu"Zain merasa ada yang berbeda dari Kinara saat ini.dan langsung memegang tangan Kinara.


"Mas,jangan kurang ajar ya"Fikri melepas pegangan tangan Zain pada Kinara.

__ADS_1


"Fikri dia sahabatku,,".


"Ra ,,kamu belum jawab pertanyaanku"Zain memilih tak meladeni Fikri.


"Aku tak bisa melihat mu Zain"Kata Kinara lirih


"Maksud kamu apa Ra"Zain masih bingung


"Aku buta,,,,,,,,"Jawaban singkat Kinara terasa menyambar jantung Zain.


"Nanti aku cerita,sekarang ada hal penting yang harus aku temui sekarang"Kinara seakan tau isi pikiran Zain saat ini.


"Baik lah Ra,,"Zain masih memiliki banyak pertanyaan dikepalanya namun situasi nya tidak memungkinkan harus bertanya lagi pada Kinara.


"Vina,,dimana ruangan Ayahku"


Zain ingin membantu Mengandeng Kinara yang seperti Vina lakukan namun dengan sigap Fikri yang lebih dulu.Zain pun memilih mengalah bingung dengan sikap Fikri yang tampak tidak senang dengan kehadirannya.


"Zain kamu ngapain dirumah sakit"Tanya kinara sedangkan Vina menatap Zain lekat merasa mengenal seseorang dari wajah Zain.


"Saat aku dijalan pulang,aku melihat kecelakaan dan aku mengenal korban,beliau adalah pak Toni,dan aku menyusul kesini untuk melihat keadaan pak Toni".


"Kamu mengenal Ayahku,sejak kapan"


"Ayahmu??????"Zain mendapat kejutan baru lagi dari Kinara.


"Iya pak Toni adalah Ayahku"

__ADS_1


Kinara mulai terisak lagi.mengingat Ayahnya sekarang sedang berjuang hidup.


"Ra,,,apa ada kata-kataku yang menyakitimu"Zain panik melihat Ara menangis dan Kinara menggelengkan kepalanya.


"Mas bisa gak usah banyak tanya dulu,Ara butuh ketenangan sekarang"Fikri mulai jengah dengan Rentetan pertanyaan Zain.


"Iya maaf"Zain merasa bersalah dengan sikap nya hari ini ia terlalu senang saat bertemu kembali pada sahabat sekaligus orang yang ia cintai.


"Ayo Ra,,kita duduk disana aku minta maaf tanpa persetujuan keluarga aku mengambil keputusan untuk menyetujui operasi Ayahmu".


"Kenapa harus minta maaf,malah aku sangat bersyukur Ada yang membantu Ayahku"Ara menghapus sisa air mata nya.


"Fik,,Vin Boleh aku berbicara pada Zain berdua sebentar saja".


Fikri dan Vina pun mengangguk setuju dan menjauh sebentar dari Zain dan Ara.


"Za,,emmm berapa biaya yang kamu bayar untuk operasi Ayahku".Kinara berpikir Zain pasti membayar banyak.


"Itu gak penting Ra,,,aku ikhlas membantu Ayahmu".Zain mengerti maksud dari ucapan Kinara.


"Pasti gak sedikit kan,aku akan menggantinya nanti".


"Ra,,please aku ikhlas,sekarang jangan pikirkan biayanya kita berdoa semoga operasi Ayahmu berjalan lancar".


Kinara mengikuti perkataan Zain,dan tetap bertekad dalam hati akan menggantinya,Ia tau Zain bukan orang berada pasti Zain menggunakan uang tabungannya pikir Kinara,Sampai sekarang Kinara tak pernah mengetahui latar belakang keluarga Zain.


Zain menatap lekat Wajah Kinara,tetap cantik dan manis.namun kesedihan juga menyelimuti Zain menatap mata indah Kinara.

__ADS_1


__ADS_2