
Operasi selesai sang bayi melewati masa kritisnya.Suster Susi membantu mengelap Keringat Dokter Zio dan Dokter Juna.
"Akhirnya bayi ini melewati masa kritisnya,aku sempat merasa kecewa pada ibu bayi,kenapa ia memberi nya makan sebelum waktunya"Gumam Dokter Juna setelah tau apa yang menyebabkan bayi itu kritis.
"Ibunya masih sangat muda Dok,mungkin ia belum mengerti".Jawab Suster Susi.
"Sudah,yang penting bayi ini selamat"Ucap Dokter Zio dan bersiap untuk keluar dari ruang operasi.
"Suster bawa bayi ini keruang perawatan dan terus pantau perkembangannya"Perintah Dokter Zio pada suster Susi.
"Baik Dok"Suster Susi dan petugas medis lainya segera membawa sang bayi.
Dokter Zio dan Dokter Juna segera membersihkan diri dan berencana menemui ibu sang Bayi.
"Dokter bagaimana bayi ku"Tanya Ibu bayi yang ternyata bernama Felysya usianya masih 18 tahun itulah informasi yang suster Susi sampaikan pada dokter Zio.
"Bayimu masih dalam perawatan untuk sementara belum boleh dijenguk".Dokter Zio memberi penjelasan.
Felisya hanya terdiam,ia ingin sekali melihat bayinya sekarang namun tidak bisa.
__ADS_1
"Boleh kami bertanya masalah pribadi???"Tanya dokter Juna hati-hati tak ingin menyinggung perasaan Felisya
"Tentang apa Dok"Tanya Felisya balik
"Dimana keluarga atau suami kamu?".ucap Dokter Juna
Felisha terlihat berat untuk menceritakan masalah pribadinya,yang baginya sangat memalukan dan membuat keluarganya kecewa. tanpa mendengar penjelasan darinya mengetahui Felisha hamil diluar nikah keluarga besarnya langsung mengusirnya dari rumah.
"Statusku sekarang single parents Dok".Ucap Felisha pelan namun masih didengar oleh Zio dan Juna.
"Kamu pasti punya keluarga yang lain bukan,ini masalah serius bukan hanya bayimu tapi kamu juga butuh dukungan keluargamu,kamu terlihat kacau seperti ini setidaknya ada yang bisa menghiburmu sekedar sharing dan berbagi beban bersama mereka".Ucap Juna
Felisha hanya bisa menangis mendengar ucapan Dokter Juna.
"Juna,,sudah jangan menekannya lagi lihat keadaanya"Dokter Zio mencoba menghentikan Juna.
"Maaf kan aku Dokter,aku hanya bingung tidak ada susu formula dan aku juga tak punya cukup uang,bayiku terus menangis karena lapar,jadi aku tidak punya pilihan lain memberinya makan bubur tanpa disaring terlebih dulu".Felisha masih sesegukan
"Bayi seperti itu belum bisa makan,hanya Asi yang ia butuhkan,kenapa kamu tidak menyusuinya itu sudah lebih dari cukup".Dokter Juna sedikit melunak
__ADS_1
"Asi ku tak banyak Dok,karena aku juga sering menahan lapar"ucap Felisha jujur
Hati Zio dan Juna merasa teriris mendengar ucapan Felisha.
"Ya sudah jangan mengulanginya lagi,sekarang bayi mu sudah melewati masa kritis nanti setelah pemeriksaan selesai kamu bisa menjenguknya".Ucap dokter Zio
"Terima kasih atas bantuannya Dokter,aku gak akan pernah lupa kebaikan kalian".Ucap Felisha tulus.
"Kamu pasti belum makan kan"Tebak Zio melihat wajah Felisha yang pucat dan tangannya gemetar.
Felisha hanya mengangguk,ia hanya mengganjal rasa laparnya dengan meminum banyak air.
"Dokter Juna,tolong Panggil dokter Fifi kemari".
"Buat apa ??"Tanya Juna
"Minta Suster Fifi untuk membawa Felisha makan di kantin".Perintah Zio
"Nanti aku bisa pergi sendiri Dok".Tolak Felisha ia tak enak hati merepotkan orang lain lagi.
__ADS_1
"Sebaiknya kamu pergi bersama suster Fifi,kamu harus sehat dan kuat demi bayimu".Dokter Zio memberi Felisha semangat
"Terima kasih banyak Dok"Felisha bersyukur ada orang sebaik Zio didunia ini.