Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Chapter Bonus 16


__ADS_3

Seorang gadis nampak tergesa-gesa berlari menyusuri lorong rumah sakit,ia baru saja tiba dari London gadis berpenampilan tomboy namun manis itu nampak gelisah saat mendengar sang ibu angkatnya harus masuk rumah sakit karena sakit jantungnya kambuh.


"Permisi suster dimana ruangan ibu Jesica di rawat,,aku putrinya".Tanya gadis tomboy itu.


"Ruangan baougenvile no.21,ruanganya ada di ujung lorong ini".Suster itu memberitahu gadis itu.


"Terima kasih infomasinya sus"Tanpa menunggu lama lagi gadis itu langsung berlari lagi.


"Farasya bisakah kebiasan berlari mu kamu hilangkan,ini bukan arena olahraga"Omel seorang pria yang berada tak jauh dari gadis tomboy itu,ia sudah hampir kehabisan nafas karena mengikuti gadis itu berlari.


"Aisssss aku harus secepatnya menemui ibuku Kak Deon".


"Ya,,,bukan saja kamu yang khawatir tapi Kakak juga Fara.tapi tak perlu berlari".


"Bawel"Ucap Farasya dan ia tetap berlari sampai menabrak seorang pria berpakaian putih.


"Apa ini arena balap lari!!!!"Suara dingin seorang pria yang Farasya tabrak.


"Sorry,,,aku nggak sengaja"ucap Farasya dengan wajah tertunduk


"Maaf kan adikku,,aku sudah menegurnya dari tadi jangan berlari"Dion meminta maaf pada Zio.


Dion dan Zio adalah tengah SMA mereka saling mengenal.Namun Zio tidak tau kalau Dion memiliki adik perempuan.


Zio memperhatikan wajah gadis yang menabraknya dan alangkah terkejutnya ia saat gadis itu mengangkat wajahnya.

__ADS_1


"Felisha??????"Reflek Zio memanggil nama Felisha.


"Namaku Farasya"Protes Fara tak terima namanya di ganti oleh pria asing.


Juna juga sempat kaget saat melihat wajah gadis yang begitu mirip dengan Felisha.


"Maaf,,kamu hanya mirip seseorang".Ucap Zio lagi


"Tidak ada yang terluka kan,,aku minta maaf aku harus segera pergi menemui ibuku".Fara langsung Manarik tangan Dion sang kakak dan pergi begitu saja.


"Siapa gadis itu???"Tanya Zio penasaran mengapa wajahnya mirip dengan Felisha.


"Dia sangat mirip sama Felisha walau ada perbedaan sedikit.Apa Felisha punya saudara kembar"Tebak Juna yang tak kalah terkejut juga


Pintu ruangan terbuka,,nampak Fara sedang menangis sesegukan disamping sang ibu.


"Maafin Fara Bu,andai Fara pulang lebih cepat tak akan terjadi sesuatu pada ibu,,,",Sesalnya sang ibu harus jatuh dari kamar mandi karena sakit jantungnya kambuh.


Beruntung asisten rumah tangganya cepat mengetahuinya dan langsung membawa Bu Jesica kerumah sakit hingga nyawanya masih tertolong.


"Ini sudah takdir Fara,,jangan menyalahkan dirimu.Kehadiran mu disini sudah menjadi obat bagi ibu".Ucap Bu Jesica pelan dan mengusap rambut anak angkatnya itu.


"Permisi kami harus mengecek jantung Bu Jesica"Ucap Juna


Fara melihat dua pria yang tadi sempat ia temui.Tak ingin mengganggu Fara pun beringsut pergi sedikit menjauh.

__ADS_1


"Oh mereka Dokter"Bathin Fara saat melihat Zio dan Juna memeriksa keadaan Ibunya.


setelah kesehatan Bu Jesica dinyatakan aman,,Fara dan Dion merasa tenang.


"Dokter maaf tadi sempat tidak sopan pada anda"Ucap Fara setelah mengetahui Dokter Zio dan Juna lah yang mengoperasi ibunya.


"Lain kali jangan berlari-lari lagi di rumah sakit karena dapat mencelakai orang lain".Zio masih bersikap dingin.


"Ganteng sih,,tapi galak"Umpat Fara pelan namun masih bisa Zio dengar.


"Kamu ikut saya sebentar".


"Kemana????"Tanya Fara dengan polosnya


"Memberi hukuman"Jawab Zio sedikit bercanda


"Hukuman???,,emang aku salah apa.pak Dokter aku kan sudah minta maaf".Fara memelas.


"Cepat Ikut,,,atau mau hukuman mu bertambah".Zio ingin sekali tertawa


"Kak Dion"Meminta pertolongan pada kakaknya.


"Ikutlah dengannya Kakak akan menjaga ibu,kamu pantas mendapatkan hukuman karena selalu saja berbuat nakal"ucap Dion ia juga ikut mengerjai adiknya itu.


ia tau Zio hanya ingin memberi resep obat yang harus di tebus seperti biasanya.

__ADS_1


__ADS_2