
Acara sudah mulai selesai para tamu berangsur-angsur pulang,keluarga Mahardika sudah pamit pulang duluan,Varo dan Tania memilih mendampingi Gibran dan Laura sampai selesai acara.
Gibran dan Laura yang sudah merasa kelelahan melayani tamu yang datang silih berganti pun memilih langsung beristirahat.
Tania dan Varo masih mengobrol bersama Tante Ina dan Om Bran.
"Varo gimana rencana Om kemaren,buat Gibran,om Rasa dia adalah pilihan tepat untuk meneruskan jabatan om di perusahaan".pinta Om Bran
"Aku gak bisa berkata tidak,aku rasa Om Bran sangat membutuhkan Seseorang seperti Gibran"Varo merasa sangat kehilangan seseorang yang ia percayai selama ini.namun Varo tidak mau egois saat ini keputusan ada ditangan Gibran.
"Kalian sudah tau Laura menolak untuk mengantikan posisiku,namun ia akan membantu Gibran untuk mengurus perusahaan sampai kelak Tiba nanti Laura hamil dia memilih fokus untuk merawat anaknya".Om Bran memberi penjelasan
"Oke,aku bisa terima itu Om"Varo berkata bijak sudah ia pikirkan sejak jauh hari sebelum lamaran dilangsungkan.
"Kalau kamu perlu seketaris pengganti Laura,om bisa mencarikannya untukmu nanti sebagai balasan karena Om Bran sudah mengambil Orang kepercayaanmu".
"Untuk sementara sudah Ada yang membantuku Om Bran,terima kasih atas tawarannya"tolak Varo halus ia tak ingin merepotkan Mertua sahabatnya itu.
"Bisakah tidak membicarakan soal perusahan saat ini"Tante Ina mulai protes setelah sekian detik tadi dia terus mendengarkan percakapan Varo dan suaminya.
__ADS_1
"Seharusnya rencana Kita sekarang memikirkan pengantin baru itu mau honey moon kemana"
OmBran tersenyum pada istrinya"Baiklah sayang ku,itulah para pria saat berkumpul hanya bisnis yang ada dipikirannya"
"Masalah bulan madu sudah kami persiapkan buat Gibran dan Laura,besok mereka berdua akan segera berangkat"Tania berucap antusias karena dia yang memilih tempat buat sahabat tersayangnya itu.
"Wah Tante penasaran,dimana kalian memilih tempat untuk mereka".Tante Ina tak kalah antusias
"Paris,,,"Ucap Tania semangat seakan dirinyalah yang akan berbulan madu
"Wow,,Tante Ina jadi ingin berlibur juga"melirik kearah suaminya memberi kode
"Oke aku tunggu tiba waktu itu sayang"
"kalian so sweet banget gak pernah berubah"Tania suka keharmonisan Tante Ina dan Om Brandi
"Kalian juga yang masih muda harus saling menyayangi Om yakin Varo sangat mencintai istrinya".Tebak Om Bran
"Dari mana Om tau"Tania penasaran karena Om Bran jarang sekali bertemu dengan Varo
__ADS_1
"Dari tatapan mata buat istrinya,Om bisa baca dari sana"
Karena penasaran Tania melihat arah mata Varo yang sedang memandangi nya saat ini.
"hehehehehe iya aku tau karena setiap malam suamiku selalu berbisik kepadaku ia mencintaiku".
"Apa kamu mendengarnya"Varo mengira selama ini Tania tertidur pulas
"Ya aku mendengarnya,bahkan itu yang selalu aku tunggu setiap malam darimu"Tania menatap Suaminya dalam.
Om Bran dan Tante Ina pun melihat kedua pasangan muda itu dengan bangga.
"Tania memilih orang yang tepat sebagai pendamping hidupnya"Ucap Tante Ina walau saat pernikahan mereka tak memberi kabar.saat mendengar langsung alasan dari Tania mereka akhirnya mengerti.
"Akulah yang merasa beruntung memiliki Tania".
"Zain juga sering dengar Ayah berkata akan membuatkan Dede kembar buat Zain"dengan polosnya Zain berucap disela percakapan mereka
Tania menatap Varo"astaga sayang apa yang kamu katakan pada anak kita"
__ADS_1
"Hahahahahaha"Semua tertawa mendengar kepolosan Zain yang tidak mengerti apa yang dia ucapkan