Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 179


__ADS_3

Di ruang kerja Varo dirumah


Ponsel nya berdering menandakan ada chat masuk.


Setelah melihat isi chatnya,Varo menaruh ponselnya kembali diatas meja setelah Gibran mengirimkan beberapa foto .Varo mengingat masa bulan madu nya dulu tak berjalan sempurna.


"Aku ingin sekali mengajak Tania liburan bersama Zain,apa kakek akan memberi ku izin ya"Varo merasa putus asa memikirkan banyak kejadian buruk yang menimpa keluarganya dan kakek Royan dengan tegas melarang mereka berpergian sampai merasa keselamatan Tania aman.


"Sayang makan malam yuks,kakek udah menunggu mu"Tania memanggil suaminya diruang kerja Varo.


"Iya,sayang aku akan segera turun"Varo pun segera bangkit dari duduknya.


"Oke sayang,aku mau kekamar Zain dulu ya nanti aku nyusul"Tania meninggalkan ruang kerja Varo


Varo menuruni tangga menuju ruang makan disana keluarganya sudah berkumpul.


"Mana Tania"tanya bunda Bella setelah Varo mendekat kearah mereka.


"Masih dikamar Zain Bun,sebentar nyusul katanya"Varo pun memilih duduk langsung wajahnya tidak bersemangat saat ini


"kamu sakit"Kakek bertanya curiga


"Varo gak sakit Kek"

__ADS_1


"Itu kenapa muka mu pucat"


"Masa sih pa"Bunda Bella memperhatikan wajah Varo"Gak panas"memegang dahi Varo


"Iya Bunda,Varo gak sakit kok,Varo hanya kurang bersemangat hari ini"


"Ada masalah pada perusahaan????"Kakek bertanya lagi


"Gak ada kek,sepertinya Varo butuh liburan"


"Kakek gak ngasih izin untuk kalian berlibur untuk sementara"Tegas kakek


Varo terus memikirkan cara agar kakeknya mau mengijinkan mereka berlibur.


"Uhukkkkk"Semua yang ada dimeja makan batuk bersamaan mendengar ucapan Varo.


Tania yang sudah turun bersama Zain mendengarnya dan merasa sedikit malu.


"Anak nakal"Kakek memandang mata Varo tajam"Kamu gak belajar dari pengalaman saat itu,kakek gak mau terjadi apa-apa sama kalian,untuk buat anak tak perlu jauh-jauh bulan madu bukankah kamu bisa mencetaknya kapan pun"Kakek tetap pada pendiriannya.


Varo pun akhirnya pasrah nanti dia pikirkan lagi cara membujuk kakeknya.Tania memegang pundak suaminya lalu mengambilkan piring buat suaminya makan.tak lupa Ia memasukkan nasi dan lauk Varo pun makan dengan perlahan.


Setelah melayani suaminya,Tania berpindah mengurusi putra nya Zain "Zain mau makan apa Nak"

__ADS_1


"Itu ma,,"Zain menunjuk Ayam goreng


"Sebentar mama ambilkan ya"


Zain menunggu dengan sabar dan setelah mama nya mengambilkan ayam dan Tania langsung meletakan dipiring putranya.


"Tania berikan Anakmu sayur"kata Papa Rendi melihat Zain hanya memakan nasi dan ayam goreng saja


"Zain gak mau makan sayul kek"kata Zain menolak


"Cucu kakek Anak pintar kan,harus makan sayur ya"papa Rendi membujuk agar cucunya mau memakannya


Zain mengangguk setuju"Dikit aja sayulnya"


"Nah cucu kakek Hebat"Papa Rendi memberi pujian dan semua tersenyum bahagia melihat Zain yang sudah tumbuh semakin besar dan pintar.


"Habiskan makan mu ya jagoan papa"Varo mengusap rambut putranya.


Varo sejenak melupakan keinginannya untuk berlibur mungkin ini keputusan terbaik buat keluarganya.


Tapi suatu saat Varo janji didalam hatinya akan mengajak Tania dan putranya berlibur.entah kapan Varo pun tak bisa memastikan waktunya.


Varo memandang wajah Tania,Tak banyak yang berubah dari wanita cantik yang sekarang sudah bertahun-tahun setia menemaninya.yang rela mengorbankan masa muda nya untuk mengurus Suami dan anaknya.

__ADS_1


__ADS_2