
Tanpa terasa dua tahun sudah kepergian Rosi.
Zain tumbuh semakin pintar dan menggemaskan aura tampan milik sang ayah tidak lepas dari Wajah nya.dan mata indah yang Zain miliki mirip dengan Mata Tania.Zain juga sudah mulai lancar berbicara.
Kasih sayang semua tercurah padanya.Rendi juga sangat memanjakan Cucu satu-satunya itu.
Asik menidurkan Zain Tania mendapat pesan dari Laura sahabatnya yang akan berkunjung kembali ke Indonesia dan Tania sangat senang mendapat kabar dari Laura.Tania sangat merindukan Sahabatnya itu.
Varo mendekati istrinya,dan memeluk lembut pinggang tania.lalu berbisik
"Sayang kangen"berbisik ditelinga Tania
Tania sudah mengerti arti kata suaminya itu,varo sedang menginginkan sesuatu.
"Varo,aku sedang datang bulan"Tania balas berbisik
"Puasa lagi,,,"Varo memasang wajah cemberut
Tania merasa gemas dengan sikap suaminya.
"Sabar ya"Tania mengecup bibir Varo.
"Aku ingin Zain punya adik lagi,jadi kita harus lebih sering melakukannya"Varo membalas ciuman Tania.
Setelah merasa puas Varo melepas ciumannya dan berbaring di ranjang untuk beristirahat setelah seharian bekerja.
"Sayang kita jalan yuk malam ini"Ajak Varo
__ADS_1
"Kamu gak cape?"
"untuk anak dan istriku gak ada akta cape"ucap varo mantap
"so sweett"Tania mencubit pipi suaminya
"Emang kita mau kemana??"
"Rahasia,biar suprise ....."Varo membuat Tania penasaran.
"Ih....."Tania mencubit pelan suaminya
"Aw sakit sayang"Varo sedikit berteriak
"Sttttt ,pelankan suaramu nanti anak kita terbangun"
"Kamu sih yang,,nyubit nya kuat sekali"melirik kearah Zain yang masih tertidur pulas.
"Siap tuan putri"Varo langsung menuju kamar mandi
Tania hanya menggelengkan kepalanya.
Zain masih tertidur pulas sekali.
"Nyiapin baju buat nanti malam ah"pikir Tania dan menuju lemari pakaiannya.
Mengambil baju nya dan Varo terakhir menyiapkan baju untuk Zain putra kesayangannya.
__ADS_1
Varo sudah selesai mandi dan mendekat ke arah Tania.
"Sayang tolong ambilkan baju kaos abu dan celana pendek".Tania meraih baju yang di maksud Varo dan memberikan pada suaminya.
Varo sibuk mengeringkan rambutnya.
"Sini aku bantuin ya keringin rambutmu"
"Dengan senang hati sayang"varo memberikan handuk pada Istrinya.Tania pun dengan lembut mengusap rambut suaminya.
"Sayang apa tidak ada keinginan mu untuk kuliah?"Varo tiba-tiba bertanya.
"Emmmmmm,ada sih cuma itu waktu saat aku lulus SMA.bahkan aku membatalkan beasiswa masuk kuliah saat aku tau harus menikah".
"Kenapa menanyakan itu?"tanya Tania
"Mungkin saja kamu ingin kuliah,aku ngijinin kok"Balas Varo basa basi
"Udah gak kepikiran untuk kuliah,sekarang aku lebih fokus ngurus suami sama anak ku saja,nanti kalo aku sibuk kuliah akan banyak kehilangan waktu bersama Zain"
Varo senang dan lega mendengar jawaban istrinya.
disisi lain Varo merasa bersalah sudah mengambil masa muda Tania dia takut istrinya tidak bahagia.karena Tania sering membicarakan Laura dengan antusias tentang kuliah sahabatnya.
"Makasih"Varo mencium kening Tania
"Untuk????"Tanya tania heran
__ADS_1
"Sudah mengorbankan masa depan mu untuk aku dan Zain"Varo memeluk erat Tania
"Aku tidak pernah menyesal mengambil keputusan menikah dengan mu,Memiliki suami yang mencintai dan menyayangiku itu sudah cukup"Tania membalas pelukan Varo.