Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 219(Ctb)


__ADS_3

Setelah mengantar Kinara pulang Zain menyempatkan berbicara pada Ayah Kinara.


"Pak,,,Aku dan Kinara akan secepatnya menikah,Kinara sudah bisa menerimaku.Aku tidak ingin berlama-lama pacaran,mungkin menikah adalah jalan terbaik buat Ku dan kinara".Zain berkata dengan berani.


"Bapak senang mendengat kabar ini,,Bapak setuju dengan rencana kamu Zain".


Dihati Kinara sedang berbunga-bunga mendapat restu dari sang Ayah.


"Bapak Mohon padamu Zain Jangan sakiti Kinara,jaga dia,sayangi dia,mungkin putriku tak sempurna seperti wanita lain,namun Putriku istimewa bagiku".


"Zain janji Pak,,akan menyayangi Kinara sepenuh hati,dan menerima semua kekurangan dan kelebihannya"


Kinara menangis mendengar Perkataan Ayah dan Zain.


"Sayang kenapa menangis"Ayah Kinara menghapus air mata putrinya.


"Kinara hanya terharu Yah,,,Makasih sudah sayang Sama Kinara,dan maaf kan Ara selama ini selalu ngeropotin Ayah"


"Ra,,,,jangan seperti ini,,Ayah tidak pernah merasa direpotkan oleh putri Ayah sendiri".


"Hikss,,hiksss makasih Yah,,,,"


Toni memeluk putrinya dan menenangkan tangisannya.Zain pun ikut terharu melihat Kasih sayang Anak dan ayah itu.

__ADS_1


Zain pun pamit untuk pulang,Zain berjanji akan secepatnya membawa kelurganya untuk melamar Kinara.


Sepanjang jalan Zain selalu tersenyum bahagia hingga sampai dirumahnya senyum masih terus mengembang.


Zia yang membuka pintu merasa keheranan dengan tingkah abangnya itu.


"Bang Zain kok senyum-senyum sendiri sih????"


Zain pun tersadar dan langsung mencolek hidung adik tersayangnya itu.


"Kamu ini ya gak bisa liat Abangnya seneng dikit aja,udah mengganggu suasana".


"Lagian Zia heran senyum-senyum gak jelas gitu".


"Abangmu ini lagi bahagia Zia"


"Yap,,,,bener"


"Wah selamat bang"Zia memeluk Zain dengan antusias.


Zia sangat senang mendengar Ucapan Zain,selama ini Zia lah teman curhat abangnya dan tau gimana perjuangan Abangnya untuk meyakinkan Kinara tentang perasaannya.


"Abang akan bilang sama Papa dan Mama akan melamar Kinara secepatnya".

__ADS_1


Zia mengangguk setuju.


"Sudah pulang Nak,,,"Tania menghampiri Zain dan Zia yang masih dengan wajah sumringah


"Sepertinya ada sesuatu yang baik nih"Tanya Tania melihat kedua anaknya tampak bahagia.


"Iya ma,,,Bang Zain cintanya diterima sama kak Ara,dan Kak Ara siap dilamar sama Bang Zain".


"Mama ikut senang mendengarnya,akhirnya Kinara mau membuka hatinya untuk Putra sulung mama ini".Tania mengusap lembut rambut Zain.


"Ayo kalian masuk dulu,,kita bicarakan Didalam sama semua keluarga kita".Tania menyuruh Zain dan Zia masuk karena dari tadi mereka berdiri didepan pintu.


Zainpun segera mandi dan mengganti pakaiannya semua keluarga sudah berkumpul Tania dan Zia belum berkata apapun pada semua keluarga,mereka ingin Zain lah yang mengatakannya langsung.


Zain melihat keluarga nya sudah berkumpul lalu ia pun ikut bergabung bersama mereka.


"Pa,,Kek,,Oma"


"Zain ingin bilang sesu,,atu"Zain tampak gugup saat ingin mengatakannya.


Tania menggenggam tangan putranya memberi dukungan.


"Apa yang ingin kamu beritahu,sepertinya sangat penting"Bunda Bella memperhatikan cucu pertamanya.

__ADS_1


"Zain ingin melamar seorang Gadis Oma".


"Ini berita bagus yang Oma tunggu,siapa gadis beruntung itu,beritahu Oma"Bunda Bella memang paling semangat ingin Zain segera menikah.sudah banyak Wanita yang Ia pilihkan untuk Zain,namun Hati Zain tetap tidak berubah hanya untuk Kinara.


__ADS_2