Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.31


__ADS_3

Tania sudah bangun lebih awal,dia memang sudah terbiasa bangun pagi,ditempat pamannya dulu dia harus menyiapkan sarapan buat keluarganya.


Disini ingin sekali dia memasak buat keluarga suaminya.


"nanti aku akan mencoba membujuk kakek agar dia memperbolehkan aku untuk memasak didapur".Tania menemukan ide agar dia bisa memasak lagi didapur karena dia memang hobi masak dan membuat kue.


Varo juga sudah bangun awal,dan langsung pergi kekamar mandi.


Tania sedikit canggung saat membuka mata tadi saat bangun tidur,posisi mereka saling berpelukan dan wajah Tania berada didada bidang suaminya.


"Dia terlihat biasa saja,sedangkan aku malu nya setengah mati,ucap Tania pelan melihat suaminya dengan santai menuju kamar mandi.


Varo keluar dengan hanya memakai handuk dipinggang dan mengeringkan rambutnya.Tania melihat keadaan suaminya yang hanya seperti itu menutup matanya dengan tangannya.


"Ya,,,,,kenapa tidak langsung pake baju ganti dikamar mandi,teriak Tania


Varo dengan santai mendekati Tania.


"Aku lupa dan kamu tidak menyiapkannya untuk ku,muka varo sudah dekat sekali pada wajah Tania.

__ADS_1


Tania hanya diam mematung merasakan nafas suaminya yang dekat dengan hidungnya.


Varo menyadari perbuatannya segera menghindar ,ingin sekali mencium bibir mungil milik Tania.


Tania menjadi salah tingkah dan menampakan pipinya yang merona,sangat terlihat dipipinya yang mulus dan putih itu.


"Cepatlah bersiap kita harus turun menemui kakek dan memberitahu mama dan papa kita akan pergi berangkat berbulan madu pagi ini,suara varo menyadarkan Tania


"ehhh baik,,,Tania menyembunyikan kegugupannya atas kejadian tadi.


Setelah bersiap varo dan Tania segera keluar kamar mereka menuruni tangga bersama menuju ruang makan.karena mereka mau sarapan pagi dulu.


"Apa bebulan madu ??? Rosi memastikan ucapan papa mertuanya. Rendi juga kaget mendengar ucapan papanya.


"Pah,sudah Rendi bilang mereka tidak boleh pergi kemanapun sekarang ini.Bukan kah papah sudah mengetahui aku tidak mengijinkan pergi".Rendi terlihat kecewa dengan keputusan papanya.


"Tidak ada yang bisa menghalangi kepergian Varo dan Tania untuk pergi,termasuk kalian berdua,kakek menunjuk kearah Rendi dan Rosi bergantian.


Rendi menarik nafas kesal."Pa,,tolonglah batalkan saja perjalanan mereka,karena hari ini adalah pengenalan pertama buat varo sebagai CEO muda baru diperusahaan kita.banyak rekan bisnis yang akan hadir.Rendi masih berusaha agar papanya bisa mengambil keputusan untuk membatalkan.

__ADS_1


kakek Royan memicingkan matanya dan merasa heran.


"Kenapa tidak ada pemberitahuan sebelumnya padaku tentang ini,papa kira hanya menemui klien saja yang bagi papa kamu dan Denian bisa menggantikan sementara.


Rendi bingung menjawab pertanyaan papanya.


"Rendi lupa pa,,jawab Rendi dengan santainya.


"Varo,Tania duduklah,Tante Bella mempersilahkan mereka berdua duduk karena mereka sedikit kaget mendengar pertengkaran kakek dan orang tuanya.


"Tania apa kalian sudah menyiapkan segala keperluan kalian disana nanti.kakek Royan bertanya pada Tania.


"Sudah kakek,jawab Tania pelan dia merasa takut melihat tatapan Rosi padanya.


"Aku tidak bisa membiarkan ini,varo anakku tidak boleh bersatu sama wanita sok polos ini


dan sepertinya varo mulai tertarik padanya,kalau membiarkan mereka bulan madu akan menambah erat hubungan mereka". gumam Rosi didalam hatinya.


"Aku harus mencari cara,,,agar mereka gagal berbulan madu".Rosi tersenyum licik.

__ADS_1


Tante Bella menyadari sesuatu.tapi entah apa yang dipikirkan kakak iparnya itu,Bella juga penasaran.


__ADS_2