Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.22


__ADS_3

Hari ini tiba saat nya Tania pindah kerumah kakek.Setelah ditambah dua hari menginap karena permintaan dari paman Luhan agar Alvaro dan Tania bisa tinggal sebentar lagi.


Sebuah mobil mewah pun terlihat didepan halaman seorang supir pribadi keluarga Mahardika segera turun.menghampiri Alvaro lalu setelah minta izin segera memasukan koper kedalam mobil.


Tania pamit kepada Tante Ranti dan paman Luhan juga Adiknya Arka.


Ada rasa sedih meninggalkan keluarga nya terutama Arka, walau sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan tapi Tania sangat sayang pada mereka semua.


Tania melihat sekilas ke wajah Arka ada bulir air mata lalu menepuk pipinya pelan


"cowok gak boleh cengeng,bisik Tania


Arka pun mencoba tersenyum.


Setelah berpamitan Alvaro dan Tania pun berlalu pergi.


"Semoga dia bahagia bersama keluarga barunya,lirih paman Luhan berdoa.


Bi Ranti yang mendengarnya hanya menaikan bibirnya tanda masa bodoh gak peduli bagaimana nasib Tania disana.


Mobil melaju pelan Tania hanya berdiam diri dia masih merasa canggung untuk berbicara pada suaminya.


"Pak Roni,nanti kita bisa mampir sebentar di pusat pembelanjaan ada beberapa keperluan yang harus saya beli.Alvaro membuka suara.


"Baik tuan,,jawab pak Roni.


setelah sampai ditempat yang dituju Alvaro segera turun dan membuka pintu buat istrinya.


"Terima kasih,ucap Tania

__ADS_1


"Tidak perlu sungkan,jawab Alvaro


Dengan langkah cepat Alvaro segera memasuki pintu dan menuju tempat penjualan baju wanita dengan cepat Tania mengikuti dan bertanya-tanya didalam hati


"Untuk apa ya Alvaro ke baju wanita.


"Tania kenapa bengong,sini pilih baju untukmu.alvaro mengarahkan tangannya pada Tania agar maju.


"ehhhh,untuk ku????Tania masih saja dengan ketidak percayaannya.


"Iya buat kamu,masa buat pak Roni atau saya ucap Alvaro


Pak Roni yang mengikuti kedua pengantin baru itu pun hanya tersenyum mendengar ucapan Alvaro.


"Tapi aku tidak memerlukan baju baru varo,sedikit menolak tawaran varo.


Tania menyadari pakaian yang dia pakai jauh dari kata sempurna kadang dia membeli di kios yang menjual pakaian second.Laura kadang memberinya beberapa potong pakaian dan membelikan juga saat mereka ada jalan bareng tapi bukan Tania kalo tidak sering menolak pemberian sahabatnya itu.


Dan pakaian Laura berikan kadang di ambil oleh Bi Ranti karena terlihat bagus.Tania hanya pasrah akan hal itu.


"Ayo pilih yang mana kamu mau,dan sukai Alvaro menarik tangan Tania


Pertama yang Tania lakukan adalah melihat harga pada label bajunya.dan dia menampakan keterkejutannya.


"Jangan liat harganya,ambil yang kamu sukai.alvaro memergoki istrinya saat tania melihat label harga.


"Emmmn,ini terlalu berlebihan buat ku varo.


ucapnya lirih.

__ADS_1


"Atau aku yang akan memilihkan untukmu kalo perlu satu toko aku beli.alvaro sedikit mengerjai istrinya.


Mulut Tania membulat dengan sempurna.


"Anak orang kaya mah bebas,mau beli sama tokonya nya juga bisa,ucap Tania asal


Alvaro pun tertawa lepas,


"Ayo cepat ambil yang kamu suka.Tania tidak mau berdebat lagi mengambil beberapa potong.tanpa sepengetahuan Tania Alvaro memasukan beberapa pakaian lagi dan segera menuju kasir untuk membayar.


"Tania tunggulah diluar toko,aku harus membayar ini.Alvaro sengaja menyuruh istrinya keluar agar Tania tidak mengetahui berapa lembar baju yang dia tambahkan.


Tania mengangguk setuju.Alvaro memanggil supirnya dan dengan cepat pak Roni mendekati varo.


"Pak Roni,tolong bawa semua ini kemobil tapi setelah saya membawa istriku ke konter handphone ya.


"Baik tuan,jawab pak Roni dia mengerti tujuan Alvaro.


Setelah membayar ada banyak sekali paperbag yang harus dibawa pak Roni.


"Temenin aku kesuatu tempat,alvaro menarik tangan Tania.


"Lho pak Roni mana?dia melihat kearah sekitarnya karena tak melihat supir suaminya itu.


"Aku menyuruhnya tunggu dimobil.


"Ohhh,tanpa menaruh curiga Tania mengikuti langkah kaki varo.


Sampai di penjualan handphone.Alvaro segera menunjuk sebuah handphone cantik dan tentunya mahal.setelah membayar dia mengajak Tania untuk segera pulang karena kakek pasti sedang menunggu mereka saat ini.

__ADS_1


__ADS_2