
"Baru ku tinggal buka pintu gadis ini sudah tertidur dengan lelapnya",Dengan Posisi duduk Tania tertidur dikursi
Varo mengangkat untuk memindahkan istrinya keranjang dengan perlahan tidak mau membangunkan Tania.
menarik kaki Tania yang terluka lalu mengoles dengan hati-hati telunjuk kaki istrinya yang lebam.Dengan berhati-hati varo mengolesi jempol Tania.
"Kalo aku pikir lagi,gadis ini selalu terluka dibagian kaki"gumam varo.
Merasa sudah cukup varo menghentikan olesannya dan mata nya beralih ke wajah Tania.Lama dia memperhatikan setiap inci wajah istrinya dari mata,hidung dan pipi Tania
Lalu menyapu bibir mungil Tania dengan tangannya.
"Aku ingin mengulang ciuman manis dibibir ini lagi,Tapi aku tidak akan mengambil kesempatan saat dia tidur" ucap varo
Asik dengan memandangi wajah istrinya handphone varo berbunyi dan tertera nama "Honey"disana.
Varo memukul kepalanya pelan
"Astaga aku lupa mengganti nama kontak wanita ini".
Dengan cepat Varo mengganti namanya menjadi Viona
"Atau aku hapus saja nomornya,pikir Alvaro lagi.
"Tidak aku harus bertemu dengannya nanti untuk menjelaskan semuanya".Varo masih penuh dengan kebimbangan dihatinya.
"Maaf Viona aku lagi sedang menikmati kebersamaan dengan istriku,aku tidak mau ada pengganggu dibulan madu kami".
Dia teringat pesan kakek Royan saat Varo mengantarnya kekamar.
__ADS_1
"*Ingat kakek menunggu kabar baik,semoga nanti Tania cepat mengandung,kakek sudah tidak sabar menunggu kabar itu.
"Kakek memang semudah itu membuat anak,lagi pula aku dan Tania baru saling mengenal".
"Pokoknya kamu lebih berusaha lagi,kakek tidak mau tau".
"Kakek*,,,,,
"Gimana aku harus memulainya,,,varo terlihat berpikir keras
"Apa aku harus memintanya,apa yang harus ku katakan
"Apa Tania sudah siap dengan semuanya,aku tidak bisa memaksanya varo mengacak rambutnya asal.
"Mungkin rencana makan malam romantise bisa membuat suasana lebih mendukung,ide Alvaro muncul dikepalanya.
Setelah menghubungi pak Darko dan deal dengan rencananya varo nampak sangat bahagia.
"Perasaan apa ini kenapa aku sangat gugup".
Varo terus bergumam sendiri dan memandang jam ditangannya.
Satu jam lagi aku akan membangunkannya.
Ditempat lain disebuah restoran yang didatangi oleh Pak Darko sedang berbicara serius
Setelah deal dengan pemilik restoran Pak Darko segera mengirim SMS alamat restoran yang di pesan untuk Tuan mudanya.
Varo membaca pesan Pak Darko dan membalas nya
__ADS_1
"Terima kasih Pak Darko".
Waktu terasa lama sekali berputar. sampai dia teringat sesuatu lupa mengasih kabar pada kakeknya mereka sudah tiba.
Terdengar suara sambungan telpon
"*Hallo kakek,maaf baru menghubungimu
"Varo dan Tania sudah sampai dan sekarang masih beristirahat di kamar hotel".
"Syukurlah kalian sudah sampai,suara Kakek disebrang sana.
"Mana Tania,tanya kakek
"Dia tidur kek,apa mau varo bangunkan
"Jangan varo,biarkan dia tidur dia pasti cape karena perjalanan.
"Bawa dia jalan-jalan nanti ya,buat dia nyaman berada disana.pesan kakek royan
"Baiklah kakekku sayang,sampaikan salam ku pada mama dan papa juga ayah dan bunda.
"Varo tutup dulu ya,mau bersiap-siap ngajak Tania makan malam.
"Iya,Jaga istrimu disana dengan baik pesan kakek lagi
"Okey bos,kakek juga jaga kesehatan Disana Varo menutup telponnya*
Cucunya itu Aku Atau Tania ya Varo tertawa sendiri mengingat banyak pesan yang dititipkan kakek padanya.
__ADS_1