Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.9


__ADS_3

Prov Alvaro


Setelah beberapa hari Alvaro berada di Indonesia waktu menunjukan pukul 8 malam mereka sekeluarga berkumpul setelah selesai makan malam bersama,Karena Kakek Royan berpesan ingin menyampaikan sesuatu yang penting.


Alvaro sudah melihat keluarganya berkumpul .menyapa Ayah dan Bundanya juga tak lupa menyapa Om dan Tantenya.


"Alvaro duduklah disini,kakek menepuk sofa yang didudukinya.Alvaro segera mengangguk


"Kakek mengumpulkan kalian disini ingin membahas perjodohan Alvaro hari Minggu ini,ucap kakek santai sekali


Tentu saja membuat semua kaget.Alvaro hanya terdiam dengan ucapan kakeknya.


"Papa tidak lagi bercanda kan,Tanya Randi Ayah Alvaro.


"Apa aku terlihat sedang bercanda,kakek balik bertanya


"Pa,kenapa mendadak tanpa memberitahu kami siapa calonnya dari keluarga seperti apa,lagi pula apa Alvaro setuju,Rosi mengeluarkan banyak sekali pertanyaan.


Om Danian dan Tante Bela hanya jadi pendengar setia,mereka sangat hafal kakek selalu mengambil keputusan dengan sendirinya dan tidak mau dibantah.dengan kata lain percuma berdebat.


"Papa sudah memilih calon istri yang tepat buat Alvaro.dan dia gadis yang baik walau hanya dari keluarga sederhana.


"Pa,coba pikirkan lagi.Rosi sedikit memohon agar Kakek merubah keputusannya.


"Tidak mau ada bantahan dan penolakan,siapa yang berani melakukan hal bodoh papa tidak segan Menarik semua aset kalian".Kakek sengaja mengancam mereka


karena inilah kelemahan mereka semua.

__ADS_1


Alvaro hanya pasrah karena dia sangat menyayangi kakeknya itu,hanya Alvaro lah yang tidak terlalu memikirkan tentang kekayaan yang dimiliki keluarganya.


Dia bisa saja menolak,Tapi dari laporan Sarko yang diterimanya Kesehatan kakek mulai menurun sekarang ini.


Walau sebenarnya Alvaro sudah mempunyai sesorang yang sangat dia cintai saat dirinya diluar negeri.dan dalam waktu dekat akan menyusul kembali ketanah air.Tapi kakek tidak pernah menyukai Viona.


"Dia bukan gadis yang baik, hanya alasan ini yang diutarakan kakek saat Alvaro menanyakan Alasan dia tidak suka pada Viona.sehingga Alvaro dan Viona menjalin kasih diam-diam dibekang kakek.


"Bagaimana cara ku menjelaskan dengan Viona,lirih bathinya


"Alvaro kenapa hanya diam saja?apa kamu menyetujui keputusan kakek mu?Rosi bertanya pada Anak semata wayang nya itu ada rasa tak rela bila anaknya dijodohkan dengan gadis dari keluarga biasa.


"Alvaro setuju ma,apapun keputusan kakek itu terbaik buatku.Kalo sudah tidak ada yang dibicarakan lagi Alvaro mau kekamar dulu ya".kesedihan tampak sekali di wajah Alvaro saat ini mau menolak perjodohan ini takut memperburuk keadaan kakek,menerima perjodohan ini juga menyakiti hati seseorang yang sudah mengisi hatinya.


"Rosi siapkan keperluan pernikahan buat Alvaro,pernikahannya hanya keluarga kita yang menghadiri Papa tidak mau ada Wartawan yang meliput".ucap kakek


Tante Bela menepuk pundak Rosi hangat sedikit memberikan dukungan pada Kakak iparnya.


"Oke kalo semua sudah setuju,silahkan kalian beristirahat.Perintah Kakek Royan dia pun segera meninggalkan Ruangan tempat mereka berkumpul tadi.


Mencari keberadaan Sarko,dia memerlukan obat nya kakek sedikit mengalami sakit kepala.


"Sayang ,,Apa kamu tidak bisa membujuk papamu untuk tidak melakukan perjodohan ini,Bujuk Rosi pada suaminya.


Randi hanya mengangkat bahunya


"Apa kamu sudah siap kehilangan segalanya sayang???suaminya sangat hafal sifat istrinya

__ADS_1


Karena rasa cinta pada Rosi membuatnya selalu tidak mempermasalahkan uang yang selalu dihamburkan Rosi.uang mereka juga, dia pikir tidak bakalan habis.


Rosi paham akan maksud suaminya,lalu membuang nafasnya kasar cepat menggelengkan kepalanya.Dia belum siap bila tidak ada uang.


Rosi adalah seorang sosialita kelas atas


Kalo sampai kehilangan harta dia bisa saja malu dan diejek para geng sosialitanya.


Tapi kalo sampai temanku pada tau menantuku itu orang kampung,tidak berpendidikan gimana ya,Rosi terlihat berpikir keras.ahhh aku tidak perlu memperkenalkan nya pada teman-teman ku,lagi pula pernikahan anaknya juga tetutup dari awak media.para tamu hanya pihak keluarga saja.Rosi pun tersenyum senang mendapat kan sebuah ide untuk tidak mengakui menantunya kelak.


Bela hanya menggeleng kan kepala,sudah tahu akan sifat kakak iparnya itu.


"Mas,,Ayo kita beristirahat,Bela mengajak suaminya Danian.baru saja Mereka mau melangkah suara Rosi menghentikannya.


"Bela,nanti temenin kakak memilih baju buat Alvaro ya.


"Baik lah ka,jawab Tante Bela singkat.


Semua segera menuju kekamar masing-masing.


Alvaro hanya berbaring mendekap sebuah foto tak lain Foto Viona sedang tersenyum manis melihatkan lesung Pipit yang sangat disukai oleh Alvaro.


"Aku harus memberitahu viona masalah ini agar dari tidak salah paham.akhhhhh dia pasti marah besar,Gejolak dihati Alvaro membut kepalanya sakit.


"Soal itu aku pikirkan nanti saja,aku sudah pasti tidak akan menyukai calon istriku,Alvaro meyakinkan dirinya,dia sudah membayangkan penampilan Istrinya nanti akan seperti apa pasti tidak lebih bagus dari gadis kampung yang pernah ditemuinya.


"Viona aku merindukan mu sayang,Alvaro mencium foto viona.dan dia pun tertidur dengan lelap.

__ADS_1


__ADS_2