
"Bella segera panggil dokter,papa akan menelpon Sarko untuk secepatnya mengusut semua kasus ini,papa khawatir Rosi merencanakan sesuatu lagi"
"Baik pa,Bella nanti mau bicara sama Mas Denian dan mas Rendi tentang masalah ini,Bella pun beranjak keluar meninggalkan Kakek dan segera mencari Dokter buat memeriksa Varo.
"Mas Denian, Sapa Bella pada suaminya.dia melihat kesekitar Bella tidak melihat kakaknya.
"Dimana mas Rendi???
"Tadi ada yang menelponnya dan langsung pergi,dia nitip salam sama semua.ada masalah penting katanya,nanti kalo udah selesai balik lagi.
"Dalam kondisi seperti ini malah main pergi aja,ucap Bella sedih
"Mas Masuk ya,Bella mau panggil dokter nanti ada yang mau aku bicarakan sama mas Denian.
"Apa Tania ada perubahan ??tanya Denian karena istrinya mau memanggil dokter
Bella menggeleng,"Varo pingsan mas,,,
Denian memegang bahu istrinya.
"Pasti dia terguncang dan terlebih tidak ada makanan yang dia konsumsi hari ini,udah kamu tunggu aja biar mas yang panggilkan dokter".
"Iya,makasih ya mas,Bella memeluk suaminya
Bella kembali masuk dan menemui papanya.
__ADS_1
"Papa sudah menelpon Sarko?
"Sudah kata Sarko dia punya informasi penting buat kita,Papa belum cerita karena Lebih nyaman bicara langsung dari pada lewat telpon,papa harap mereka menemukan bukti lain".Kakek sangat berharap kasus ini segera menemukan titik terang.Agar nanti Rosi tidak bisa membela diri.
"Apapun keputusan papa,Aku selalu dukung pa,Sebenarnya Bella sangat menyayangkan sekali dengan tindakan Mba Rosi,bagaimana dengan Mas Rendi nanti ya,Kakak sangat mencintai Istrinya.
percakapan mereka terhenti saat Denian dan Dokter memasuki ruangan.
Lalu memeriksa keadaan Varo,
"Bagaimana keadaan Cucu saya dokter ?
"Dia hanya pingsan karena stress dan kelelahan,butuh istirahat sebentar nanti akan pulih kembali,usahakan saat dia sudah bangun segera beri asupan makanan agar secepatnya dia fit lagi.
"Baik,terima kasih Dokter,,
"Saya sekalian mau lihat keadaan Nona Tania,
Dokter memeriksa Tania dan hasilnya masih sama belum menunjukan perubahan.
"Kalian harus sering beri semangat pada Tania,mungkin dia Koma tapi masih bisa mendengar apapun yang kita ucapkan,salah satu nya beri dukungan penuh buatnya.
"Baik dokter,terima kasih sekali lagi.
Setelah berpamitan Dokter meninggalkan Ruangan.
__ADS_1
Sarko dan Gibran datang dan menemui kakek Royan.
"Kita bicarakan masalah ini dirumah saja,biar Bella dan Denian yang menunggu disini".ajak Kakek
"Bella,papa akan mengurus masalah ini dulu,jaga Tania dan Varo
"Baik pa,Mas Denian dan Bella akan disini.
Gibran melihat keadaan sahabatnya.
"Varo pasti sangat terguncang saat ini,Aku janji akan mengupas tuntas siapa dibalik semua ini Varo dan Tania,tak akan aku biarkan kisah cinta kalian terhalang lagi.Janji Gibran melihat keadaan sahabatnya.
Kakek segera bergegas keluar dan di ikuti Sarko dan Gibran.
"Apa ada sesuatu?Denian bertanya pada istrinya
Bella mengangguk dan mulai bercerita tentang masalah mba Rosi.Denian terlihat kaget dan tidak menyangka seberani itu Mba Rosi melakukan tindakan ini.
"Mas,,kita kehilangan calon anak kita karena ulah mba Rosi,Tania juga harus mengalami hal ini dimana hati nurani mba Rosi,Bella terisak di pundak suaminya.
"Mas,hanya bisa mengikhlaskan anak kita,soal mba Rosi biarlah papa yang memutuskan apa hukuman yang tepat buat mba Rosi,Lebih cepat lebih baik karena mas sangat khawatir mba Rosi sedang merencanakan hal lain saat dia harus meninggalkan rumah sakit tadi.
"Iya,Bella juga mikirin mas Rendi gimana nanti dia tau kalau istrinya adalah dalang dari semua ini.
"Beristirahat lah Bella,nanti mas yang akan berjaga sampai Varo sadar.Bella pun yang merasa mengantuk dan tidur dipangkuan suaminya.
__ADS_1