Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.153


__ADS_3

Laura dan Bunda Bella perlahan mendudukan Tania yang masih terlihat Shock,Zain mendatangi Tania dan langsung memeluk mamanya.


"Mama cakit ya"Tanyanya polos melihat wajah mamanya yang pucat.


mendengar suara Zain Tania memandang wajah Zain dan memeluknya erat dan mencium pucuk kepala putranya.airmatanya tumpah dan dadanya terasa sesak.


"Mama kok Nangis,Zain nanti itut nangis"ucapnya dan memeluk kembali Mamanya.


Laura juga ikut menangis,"Sebenarnya apa yang sedang terjadi,kenapa ada peristiwa seperti ini,nyawa Tania terancam" bathin Laura.


"Laura Tante titip Tania dulu ya"Bella ingin menghubungi Suaminya yang sekarang berada diluar daerah.


"Zain jangan ganggu mama dulu ya sayang,Biar mama istirahat"Pesan Bunda Bella pada Zain


Zain mengangguk setuju walau dia masih bingung dengan keadaan mamanya.


"Sini Zain Sama Aunty"Laura mengasuh Zain dipangkuan ya.


"Aunty,mama Zain baik-baik aja kan"Tanyanya dengan pandangan mata polosnya.


Laura memandangi Tania yang masih diam.Kejadian yang tak terduga dan dentuman suara senjata yang begitu memecahkan telinga masih terngiang di ingatan Tania.


"Varo"Tania membuka suara memanggil Suaminya.


Laura mendudukan Zain di sofa dan perlahan laura,berjalan mendekati Tania dan memeluk sahabatnya itu.

__ADS_1


"Laura"Lirih Tania dan Laura semakin mempererat pelukannya


"Dimana suamiku????"


"Dia kekantor polisi untuk penyelidikan kasus penembakan,Gimana apa kamu merasa lebih baik sekarang???"Laura menatap lekat Tania


Tania mengangguk,Tania mulai bisa mengontrol traumanya.


"Setelah kamu benar pulih,ceritakan padaku apa yang terjadi sebenarnya" Laura memegang tangan Tania memberi kekuatan


"Iya"Jawab Tania singkat "Aku ingin tidur sebentar,bangunkan aku saat Varo sudah datang"mata Tania terasa mengantuk sekali


"Istirahatlah,aku akan mengajak Zain bermain sebentar"Laura menyelimuti tubuh Sahabatnya itu.


Laura keluar dari kamar Tania dan mencari keberadaan Tante Bella.ada sesuatu yang ingin ia tanyakan.


"Tante Bella,boleh Laura biacara sebentar"


''Tentu sayang,apa yang ingin kamu bicarakan"Bella mengajak Laura duduk dikursi kamar tamu


"Zain main dulu sama Bibi ya"Perintah Bella dan Zain langsung berlari kearah bibi.


"Ada apa Laura??"Apa yang ingin kamu bicarakan"


"Sebenarnya Laura penasaran,apa yang sedang terjadi pada keluarga ini,maaf kalau lancang Tante"Laura merasa takut ucapannya menyinggung perasaan Bella.

__ADS_1


"Hmmmmmm,ku rasa tak ada salahnya kamu tau" Bunda Bella mulai menceritakan tentang awal Tania menikah,beberapa ancaman pembunuhan bahkan Tania hampir terbunuh oleh racun.


Laura menutup mulutnya dengan tangan rasa tak percaya"Kenapa masalah sebesar ini dia tak pernah mengatakan padaku"Laura menangis


"mungkin Tania punya alasan,tidak mau membuat sahabatnya khawatir"Bunda Bella memberi alasan pada Laura.


"Aku akan mencari tau siapa dalang dibalik ini semua"Tekad Laura


"Ini berbahaya,biar Varo dan Gibran yang akan mengurusnya,mereka juga sudah menaruh curiga pada Adik dari Viona".Bella berusaha bersikap tenang walau didalam hatinya sangat kacau sekarang.


"Apa adiknya viona berniat balas dendam???"Pikir Laura.


"Aku harus minta bantuan Ayahku"Laura Segera pamit pada Bunda Bella.


"Tante aku ingin pulang sebentar,nanti aku balik lagi"


"Iya,Orang tua mu pasti khawatir.kamu belum menghubungi mereka kan memberi kabar,Biar Tante antar sampai depan ya"


"Makasih Tante Bella"memeluk sekilas


"Kamu pulang sama siapa???"


"Nanti aku naik Taxi online aja Tan"


"Ya sudah Jaga dirimu"Pesan Bunda Bella

__ADS_1


Laura segera menghubungi seseorang yaitu supir pribadi keluarganya ia tak mau identitas nya diketahui,apalagi dalam situasi ini Laura ingin melindungi Sahabatnya.


__ADS_2