Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 224 (Ctb)


__ADS_3

"Sya sejak kapan kamu disini???"Tama nampak salah tingkah


"Sejak kalian bicara di awal tadi aku denger semuanya,nih minum dulu"Sya menyerahkan gelas berisi minuman pada Zio dan Tama.


"Astaga jadi kamu dengar semua Sya"Tama nampak panik


"Ya iya lah,kalian cerita Serius sekali,Sya penasaran jadi gak sengaja denger".


"Sya,,please jangan bilang Zia tentang hal ini"Tama memohon sedang kan Zio hanya masa bodoh Ia tau Sya bukan gadis yang pengadu.


"Lha bagus donk kalo Sya beritahu Zia,Jadi Zia tau kamu Suka sama Dia".Ucap Sya pura-pura dengan nada ancaman.


"Sya aku belum siap,aku takut ditolak"Tama tertunduk sedih


"Yah,,,belum dicoba nyerah duluan"ejek Sya


"Kak Zio aja udah beri lampu hijau,Harus semangat donk perjuangin perasaanmu,apa nunggu Zia jatuh cinta pada orang lain dulu,entar nyesal loh"


Tama berpikir sejenak,ucapan Sya memang benar Sekarang Zia terlihat akrab sekali dengan Fikri.


"Jangan banyak mikir,,buruan sana Samperin"Sya mendorong Tama untuk mendekati Zia yang masih asik ngobrol.


"Sya,,"Pekik Tama


Zio hanya tersenyum melihat tingkat Tama dan Sya.

__ADS_1


"Kak Sya,,Kak Zio,,kak Zia,,,Dicariin Tante Tania mau diajak Foto bareng"Ronal Menghampiri para kakaknya.


"Aku tinggal bentar ya Vina,kak Fikri"


pamit Zia


Vina dan Fikri hanya mengangguk.


Zia ingin menarik tangan Sya yang berdiri disamping Tama namun bukan tangan Sya yang Zia pegang malah yang Tama yang ia tarik.tanpa Zia sadari.


Zio dan Sya memilih diam membiarkan Zia dan Tama saling berpegangan,,saat Ronal ingin memberitahu Zia,Kakak Sya nya menahannya dan berbisik "Biarin aja"


Ronal pun mengikuti Ucapan Kakak Sya nya.


"Sya buruan,,kita harus foto yang banyak bersama Bang Zain dan kak Ara"Seru Zia karena Zia merasa keberatan saat menarik tangan Sya.


Dan Zia pun berpaling betapa terkejutnya saat melihat siapa yang ia tarik.


"Kak Tama,,kok Kak Tama yang Zia tarik"Dengan cepat Zia melepas pegangan tangannya .


"Kak Tama juga heran Zia,,kenapa Zia narik tangan Kak Tama"balas Tama


"Kirain tadi Sya"Zia memasang wajah kesalnya


"Kenapa masih disana,sini naik kalian semua mau ambil Foto"Laura sedikit berteriak memanggil para anak-anaknya.

__ADS_1


Zia pun segera naik keatas panggung memilih berdiri disamping Kinara.


Zio pun memilih berdiri disamping Papa varonya setelah semua sudah siap fotografer segera mengarahkan semua untuk mengambil gambar keluarga.


Tama masih asik memperhatikan Zia "Apa aku bisa mendapatkan hati Zia"Gumam Tama didalam hatinya melihat kenyataan Zia tak pernah menyukainya.


Zia bukan tidak menyukai Tama,hanya saja Zia sengaja menghindar dan membuang perasaannya jauh-jauh,entah kenapa Ia merasa tak nyaman bila harus menyukai sahabat dari kakak Zio nya.


"Zio ajak Tama juga foto bersama"Varo menyuruh Zio mengajak sahabat anaknya itu.


"Iya pa,,bentar Zio panggil"Zio pun turun dan mengajak Tama.


Sya membisikan sesuatu pada Zio dan Zio mengerti maksud dari adiknha itu.


"Tama sana berdiri dekat Zia"Suruh Zio pada sahabatnya itu.Zio sedikit mendorong sahabatnya karena Tama terlihat merasa ragu.


"Kak,,ngapain Tama disuruh berdiri dekat Zia"sungut Zia


"Jangan benci-benci nanti cinta"Bisik Zio pada Zia.


"Mata Zia melotot kearah Zio"


Zio pura-pura tak melihat tatapan adiknya


dan tersenyum kecil.

__ADS_1


__ADS_2