
Pagi ini Gibran melihat Laura yang masih tertidur pulas dalam pelukannya.Gibran mencium kening Laura berkali-kali tapi tetap tak membuat Istrinya itu terganggu dan bangun.malah semakin memperat pelukannya.
"Sayang,,,mas harus bekerja hari ini,ada meeting penting yang gak bisa mas tinggalin"ada suara tak tega dalam ucapan Gibran harus meninggalkan istrinya,namun meeting ini sangat penting untuk perusahaan papa mertuanya.
"uhhhhhhhhhhh"Laura melenguh panjang Laura mendengar ucapan Gibran, ia sudah bangun dari tadi hanya saja masih ingin terus memeluk suaminya.
"Laura ikut ya Mas kekantor"Pinta Laura ia benar-benar tak bisa jauh dari suaminya.
"Yakin,,nanti kamu bosan lagi,mas agak lama loh meetingnya".Gibran mulai bangkit dari ranjang dan menuju kamar mandi.
"Pokoknya Laura ikut,,,"Laura menyusul suaminya ke kamar mandi.
"Sayang Mas mau mandi"Gibran terkejut saat istrinya sudah ada didalam kamar mandi bersamanya.
"Mandi bareng"dan Gibran pun hanya mengangguk setuju mengikuti semua kemauan istrinya sekarang ini yang berubah sikapnya hampir 90 derajat.andai saja Gibran tak mengingat meeting dan istrinya sedang hamil muda,Gibran pasti sudah tergoda dan menyerang Istri tersayangnya itu yang sudah polos dihadapannya.dan Gibran hanya bisa bersabar dan mengelus dadanya.
Laura sudah menyelesaikan mandi dan dengan cepat menyiapkan baju kerja untuk suami nya,tak lupa ia juga menyiapkan untuk dirinya.sarapan Sudah disiapkan oleh Mbok Arum.
"Makan yang banyak,biar Anak kita sehat ya sayang".Gibran mengambil kan Laura nasi goreng dan saat ingin memberikan istrinya telur dadar Laura menolak.
__ADS_1
padahal itu makanan kesukaan Laura.
"Aku gak mau pake telur melihatnya saja bawaannya mau muntah Sayang"Alasan Laura menolak
"Mbok apa ada lauk yang lain".Tanya Gibran karena istrinya memilih hanya makan Nasi gorengnya saja.
"Ada Ikan sama ayam Tuan,tapi belum mbok goreng karena biasanya Non Laura suka telur dadar".Mbok Arum belum tau kalau Laura hamil.
"Istriku sedang Hamil Mbok"Terang Gibran, itu yang mungkin menyebabkan selera Laura juga ikut berubah pikir Gibran.
"Non hamil,selamat Ya Non Laura"Mbok Arum tersenyum bahagia.
"Iya mbok,makasih ya Mbok".
Setelah selesai makan Gibran dan Laura berpamintan pada Bi Arum untuk pergi kekantor.
"Mas ngebut ya"Pinta Laura saat ia sudah duduk di bangku mobil dan memasang Sefti bell nya.
Mata Gibran membelalak sempurna mendengar permintaan istrinya.
__ADS_1
"Mas gak mau,,bahaya sayang".tolak Gibran
"Sekali ini aja please,,,,,,,permintaan Dede bayi"Laura memasang wajah memohonnya.
mendengar calon anak nya dibawa-bawa sebagai alasan Gibran malah semakin ragu mengikuti kemauan istrinya.
Melihat suaminya hanya diam,Laura memasang wajah cemberut dan berucap untuk menyinggung suaminya.
''Oke anak Mommy,nanti biar Mommy yang bawa mobil dan kita kebut-kebutan ya kalo Daddy gak mau"sengaja Laura menyaring kan suaranya agar didengar sama suaminya.
"Astaga sayang,,aku bukan gak mau tapi ini demi keselamatan,aku takut terjadi apa-apa sama kalian".
"Sebentar aja Mas,ya mau ya"Laura belum menyerah membujuk suaminya.
"Oke,sekali ini aja tunggu jalanan yang agak sepi"Dengan terpaksa Gibran mengiyakan kemauan istrinya "Janji sekali ini aja ya"Gibran bertanya lagi
"Janji,,,,"Laura terlihat bersemangat
Brum,,Brum,,,Brum,,,,,Gibran memulai aksinya
__ADS_1
mobil melesat dengan cepat saat jalanan tak terlihat ramai.
"Seru!!!!!!!"Teriak Laura dan hanya dibalas senyuman dari Gibran.