Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.24


__ADS_3

Beberapa kali Tania mengetuk pintu kamar dan memanggil suaminya tapi tak ada jawaban dari dalam,mencoba membuka pintu terdengar suara klek pintu terbuka.


"Tidak terkunci rupanya.Tania memberanikan diri masuk dan mulai mencari keberadaan suaminya.


Suasana kamar yang besar dengan aroma wangi bunga menyeruak seisi kamar memberikan kedamaian bagi siapapun yang berada didalam kamar itu.


Begitupun Tania mencari tempat duduk untuk menikmati suasana ini,dia terbiasa dengan kamar yang sempit.


"hmmmmmmm"Tania mulai teringat sesuatu


"Kamar senyaman ini bagaimana bisa Alvaro menikmati tidur nyenyak dikamarku kemaren ya.Tania memejamkan mata sambil pikirannya melayang jauh.


Tanpa dia sadari ada sepasang mata sedang memperhatikannya dalam.


"Kamu tidak mandi???"Alvaro sudah berdiri tepat didepan Tania


Mendengar suara yang sudah familiar ditelinganya Tania membuka matanya


"Sebentar lagi ya,aku masih mau menikmati suasana kamar ini.Tania meregangkan tangannya.


Suaminya hanya menggelengkan kepala nya.Tania memperhatikan rambut basah Suaminya dan Alvaro sibuk mengeringkan rambut dengan handuk kecil yang dibawanya.


"Jangan menatapku lama-lama nanti bisa jatuh hati padaku,Tiba-tiba sekali Alvaro nyeletuk dihadapan Tania.


"Kamu suamiku kenapa harus takut bila aku jatuh hati padamu,balas Tania tanpa sadar mengucapkan kalimat ini.


"Upssss Tania menutup mulutnya dengan tangannya dan menunduk malu.

__ADS_1


Sebenarnya Alvaro hanya ingin bercanda pada Tania tapi ditanggapi serius oleh istrinya membuat ada perasaan aneh dihatinya ada sebuah getaran didada.


"Akhhhh tidak mungkin secepat ini aku menyukai gadis ini " Pekik Alvaro didalam hatinya.Tetapi kata balasan dari Tania membuatnya salah tingkah.


"Maaf kalo aku terkesan berbicara lancang,Tania mencoba membuka suara yang setelah beberapa menit mereka terdiam.


"Tidak masalah Tania,cepatlah mandi nanti kita akan menemui mamaku sebentar"Alvaro mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.


"Baju gantimu sudah ada dilemari itu pilih saja yang mau kamu pakai.Alvaro menunjuk kearah lemari besar yang ada dikamarnya.


"Mana bajuku yang aku bawa dari rumah ya?paper bag banyak sekali didalam ini,gumam Tania.


Sesekali dia melirik suaminya yang asik memainkan handphone baru nya.karena putus asa mencari bajunya Tania pun bertanya pada Alvaro.


"Varo dimana bajuku ,semua penuh dengan paper bag,aku tidak menemukan baju yang sering ku pakai.apa pak Roni lupa memasukannya ya?


Alvaro hanya mengangkat alisnya satu keatas


"Ini didalamnya ada pakaianmu,semua paper bag ini milikmu dan baju lama mu memang aku tinggal didalam mobil.


"Varo,lirih suara Tania


menyadari apa yang diperbuat suaminya.


"Aku akan turun untuk mengambilnya,Tania beranjak pergi dari depan lemari menuju pintu mau keluar.


Namun langkah Tania terhenti mendengar suara Alvaro

__ADS_1


"Please Tania pakai baju yang aku beli untukmu,,mata Alvaro terlihat memohon.


"Baiklah,Tania pasrah tapi aku tetap harus mengambil tas ku itu dibawah.ada seseuatu yang harus ku ambil disana".


"Pakaian dalam ku semua disana"Bathin Tania.syukurlah dia hanya meninggalkan tas pakaianku dimobil.aku kira dia sudah membuangnya aku pasti sangat sedih karena ada kenangan foto kedua orang tuanya disana.


"Kamu tidak perlu turun,nanti aku menghubungi pak Roni buat membawakannya.


Tania pun kembali duduk dikursi menunggu pak Roni mengantarkan tasnya.


"Gimana handphone nya bagus tidak,Tanya Alvaro dan memberikan handphone itu pada Tania.


"Bagus,Tania dengan seksama memperhatikan dia sedikit heran dengan warna handphone suaminya


"Warnanya kok dominan lebih ke warna feminim ya? bukan kah ini handphone milikmu.Tania mengembalikan nya pada suaminya.


Alvaro hanya tersenyum mendengar


"Kenapa dibalikin,itu aku beli buat kamu.Aku perhatiin kamu tidak punya handphone.menyerahkan kembali pada Tania.


"Kamu terlalu baik varo padaku,kamu sudah keluar banyak uang hari ini.Tania ingin menolak tapi dia sedikit tau sifat Alvaro beberapa hari ini dia tidak suka penolakan.


"Aku sudah menyimpan semua nomor keluarga ku di hp itu,dan juga nomor telpon ku Sudah aku simpan.Tania mengangguk mengerti.


"Dan ini kartu tanpa limit buat mu,Alvaro mengambil tangan Tania dan menaruh kartu berwarna hitam itu ditangannya.


Tania membelalakan matanya.

__ADS_1


"Jangan kaget Tania,ini memang sudah disediakan kakek buatmu dan semua baju itu juga kakek yang meminta ku untuk membelikan mu kecuali handphone itu keinginanku.Alvaro pun segera membuka pintu karena terdengar suara Pak Roni memanggil.


Tania terdiam sesaat mencerna semua ucapan suaminya.ada rasa sakit dihatinya ternyata ini semua atas perintah kakek royan bukan kemauan Alvaro.


__ADS_2