Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab 214(Ctb)


__ADS_3

Didalam ruang operasi Dokter yang menangani Toni,sangat terkejut mengetahui Pak Toni memiliki penyakit lain,yaitu kangker darah.


"Pasien ini menderita Kanker darah"Dokter memberi tahu semua teamnya.


"Dok,,apa yang harus kita lakukan sekarang,operasi ini sangat beresiko bagi pasien,namun tidak melakukan operasi juga memiliki resiko lebih besar lagi".Tanya Para team medis yang melihat Dokter mereka terlihat sedang menimbang-nimbang langkah tepat yang akan dia ambil.


"Hanya ada satu cara,aku akan melakukannya.kalian berdoalah agar cara ini bisa menyelamatkan Pasien".Dokterpun memulai aktivitasnya.


Setelah Berjam-jam lamanya dokter keluar dari ruangan operasi.


Zain pun langsung menghampiri dan menanyakan kabar Pak Toni.


"Dok gimana keadaan pak Toni???"


"Pasien melewati masa kritisnya,namun mungkin butuh waktu ia bisa sadarkan diri seperti sedia kala,Siapa anggota keluarganya saya ingin bicara sebentar"

__ADS_1


"saya anaknya dok,,"Kinara membuka suara


''ikut keruangan ku sebentar"Dokter memberi perintah


"Ra,,aku antarin kamu ya"Pinta Zain dan Kinara mengangguk setuju.


"Vin,,,cepat susul Ara,,Jangan sampai pemuda itu mengambil kesempatan"Bisik Fikri pada Vina Adiknya.


''Ih kak Fikri sujon aja jadi orang"namun Vina tetap mengikuti perintah kakaknya mengikuti langkah Ara dan Zain.Vina tau Fikri sedang cemburu sekarang.


Diruangan dokter menceritakan mengenai penyakit yang diderita oleh Ayahnya sekarang.


"Ayahmu harus menjalani perawatan dan pengobatan rutin dan biaya nya tidak sedikit"perkataan Dokter membuat dada Ara merasa sesak dimana dia harus mencari uang dalam keadaan nya sekarang.


"Jangan pikirkan masalah biaya dok,,lakukan terbaik buat Pak Toni"tegas Zain

__ADS_1


"Za,,,,,kamu dengar kan biayanya gak murah,aku gak mau menyulitkanmu dengan keadaan keluargaku"tolak Ara


"Ra,,,itulah guna nya sahabat kan,saat sahabatnya sedang kesusahan sahabatnya juga lah yang menolongnya".Zain terus berusaha meyakinkan Kinara untuk menerima bantuannya.


Kinara bingung harus membalas apa perkataan Zain.


Zain sebenarnya mengerti kenapa Kinara menolak karena Kinara tipe gadis yang sedikit keras kepala dan tak ingin menyusahkan orang lain selagi ia mampu melakukannya sendiri.namun keadaan sudah berbeda sekarang Kinara membutuhkan orang lain untuk berjalan pun ia kesusahan bila tak ada yang menggandengnya.


"Secepatnya ambil keputusan dan secepat mungkin rumah sakit akan mengirim Ayah mu ke singapura untuk pengobatan lanjutan,kita hanya bisa berusaha dulu sisanya serahkan sama yang diatas".


"Baik lah saya setuju dok,lakukan yang terbaik untuk Ayah saya"Kinara pun dengan cepat mengambil keputusan dan Zain senang mendengar perkataan Kinara.


"Oke kita akan tunggu perkembangan Pak Toni dulu,kalau sudah memungkinkan untuk terbang,kita akan melakukannya".


Kinara mengangguk setuju diluar ruangan tangan Fikri mengepal setelah mendengar semua pembicaraan didalam.

__ADS_1


Ia merasa tak berguna saat ini untuk orang yang dia cintai tak bisa berbuat banyak karena Fikri hanya berasal dari keluarga Sederhana.mobil yang dia pakai sekarang pun adalah mobil peninggalan Almarhum kakeknya.namun dibalik kesederhanaan keluarganya mereka selalu menyisihkan sebagian rezeki mereka untuk membantu anak yatim.


..."Ra Fikri janji akan berkerja lebih giat dan keras lagi,agar saat kamu dalam kesusahan aku bisa membantu mu membiayai semua kebutuhanmu termasuk pengobatan untuk matamu,maaf selama ini aku hanya bisa membantu menjagamu saja Ra...."Tanpa terasa Fikri meneteskan air matanya....


__ADS_2