Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.160


__ADS_3

Orang tua Laura sudah mereka sangat shock.setelah mendengar penjelasan Varo dan Tania membuat mereka sedikit bernafas lega anaknya selamat.


Sudah hampir seminggu Laura dirawat dan Gibran dengan setia menemaninya dirumah sakit"Tante Ina yang merawat putrinya dan tidak meninggalkan nya sedikitpun.


Tante Ina ada sesuatu a


"Gibran apa kamu kekasih Laura"Tanya Tante Ina tiba-tiba.membuat Gibran yang sedang meminum air tersedak


Laura yang sudah sadar pun ikut tersedak mendengar ucapan ibunya.


"Wah jodoh sama-sama kesedak"Ledek Tante Ina lagi.


"Mom,Gibran ini salah satu atasan aku dikantor"Ucap Laura merasa tak nyaman.


Gibran sudah mengetahui siapa Laura dan apa alasan ia memilih bekerja pada perusahaan lain dari pada perusahaan Orangtuanya.


Jujur Laura merasakan sesuatu dihatinya saat perhatian Gibran dengan sabar ikut membantu Ibunya merawat dirinya.


"Zain"sapa Tante Ina Saat melihat Tania dan Varo yang baru datang diruangan Laura.


Laura merasa terselamatkan atas kehadiran Tania dan Varo dari rasa canggungnya.


Zain berlari dan mendatangi Laura "Aunty udah cembuh ya"Sapanya


"Udah sayang"Lirih Laura lalu mengusap Kepala Zain lembut.

__ADS_1


"Gimana keadaan Laura Tante???"Tania memberi bingkisan buah untuk Tante Ina.


"Makasih Tania,Keadaannya sudah mulai membaik,berkat nak Gibran juga yang selalu perhatian pada Laura"Sambung Tante Ina lagi.


"Mom,bisa kah tidak menggoda pak Gibran terus"Laura merasa tak nyaman


"Siapa yang menggodanya,bukannya fakta ya kan,Varo dan Tania saksi kalo hampir tiap hari nak Gibran kemari".Bela Tante Ina.


Varo hanya mengangguk setuju karena selama seminggu ini Gibran meminta izin untuk Menemui Laura.


Laura memilih berbicara pada Zain lebih banyak untuk menghindari rasa malunya karena momynya selalu berbicara tentang Gibran.


"Pak Varo maaf ya aku harus libur kerja selama seminggu ini dan sudah menyembunyikan identitasku sebenarnya".Laura berucap


"Istirahatlah yang cukup,untuk pekerjaan jangan terlalu dipikirkan"Sahut Varo.


"Seharusnya kami yang berterima kasih padamu,kalau bukan karena kamu Laura aku tidak bisa membayangkan Nasib istriku,walau tindakanmu bisa membahayakan keselamatanmu"


"Aku akan melindungi sahabatku,walau nyawa tatuhanku"Laura berkata lantang


"Jangan lakukan itu lagi"Tania sangat khawatir atas tindakan Sahabatnya itu.


"please Tania jangan melarang ku untuk melindungi mu"Laura memelas


"Janji tidak bertindak ceroboh lagi"Tania menatap tajam mata sahabatnya dan Laura mengangguk setuju.

__ADS_1


"Dan satu lagi aku yang menyuruh anak buah Daddy ku untuk menangkap Sarah".Ucap Laura pelan


"Laura,Bukannya Daddy akan marah besar kamu gak izin untuk itu".ucap Tante Ina khawatir.


"Iya,Laura tau tapi jangan bilang daddy ya mom"


"Yaa,,,mau menyembunyikan apa lagi dari Daddy"Muncul tiba-tiba


"Daddy!!!!!"Pekik Laura ia pasrah bila harus kena marah Daddynya.


"Maaf kan Laura Daddy"


"Awalnya Daddy kecewa dengan semua keputusanmu,namun karena semua ini kamu lakukan untuk membatu dan melindungi Tania,Daddy tidak bisa memarahimu".Ucap Om Bran tulus.


"Makasih Daddy"


"Ada syaratnya"Ucap Om Bran dan membuat Laura dan Tante Ina menaikan alisnya penuh tanda tanya


"Kok bersyarat Sih dad"Laura mengerucutkan bibirnya


Om Bran tersenyum penuh kemenangan "Syarat nya menikah lah"ucapan Daddy membuat semua orang tercengang.


"Apa,,,,"Laura kaget mendengar ucapan Daddy nya


"Gak ada syarat lain"Laura memelas jujur ia sangat shock mendengar syarat dari Daddy nya.

__ADS_1


Om Bran hanya menggelengkan kepalanya


__ADS_2