Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.184


__ADS_3

Varo dan Tania sepanjang perjalanan selalu tersenyum.


"Ma,,Pa,,Zain mau beli es cream"Pinta Zain


"Sayang didepan ada Mini market,kita singgah sebentar beli Es cream buat Zain".Tania memberi tahu


"Siap Ratuku dan pangeran kecil ku"Sahut Varo


Sampai di mini market yang maksud Tania Varo pun segera turun tanpa diduga Mereka bertemu dengan Gibran dan Laura.


"Tania,,,"Laura berlari dan memeluk Tania ia merindukan sahabatnya itu.


"Kapan kalian pulang"Tanya Tania


"Tadi pagi,ini kami baru mau kerumah kalian,Singgah sebentar ingin membeli sesuatu,kalian dari mana??"Laura balik bertanya


"Dari dokter kandungan,periksa calon bayi lagi"Tania memberi tahu


"Aku ikut bahagia,sehat terus ya Keponakan Aunty didalam perut mamanya,dan moga cepat nular hehehehe"Laura mengelus perutnya.


"Aamiin"mereka mengaminkan ucapan Laura.


"Ayo,kita masuk kedalam dulu,


"Uncle Giblan dan Aunty cantik"panggil Zain


"Keponakan ganteng aunty,sini peluk Aunty"Laura membuka lengan nya

__ADS_1


Zain langsung berlari kearah Laura dan memeluk Aunty kesayangan nya itu.


"Hanya Aunty yang dipeluk Uncle Giblan enggak ya"Gibran pura -pura ngambek dan Zain pun ikut memeluk Gibran.


"Anak pintar"Gibran mengelus Rambut Zain


Varo hanya tersenyum melihat interaksi diantara mereka


"Ma Zain mau es cleam",Zain mengingat kan mamanya lagi


"Eh iya,,hampir mama lupa sayang Ayo masuk "Tania menggandeng tangan Zain masuk ke mini market.


"Wah kebetulan Aunty Laura mau belikan Zain es cream tadi"


"Ayo kita pilih es cream ya" ucap Laura


Zain memilih dua es cream rasa Buah nanas dan satu rasa vanila Zain tidak terlalu menyukai rasa cokelat.


"Bilang mama gak boleh terlalu banyak makan es cleam"


"Kata mama kamu benar sekali sayang,ayo pilih makanan yang lain"Laura menarik lengan Zain memutari area makanan.Tania hanya mengikuti saja Varo dan gibran memilih menunggu diluar.


"Zain suka apa???"


"Kelupuk kentang,tapi tanya mama dulu ya Aunty boleh atau enggak"ucap Zain menggemaskan.


"Oke Zain tanya sama Mama boleh gak??"Laura melihat ke arah Tania

__ADS_1


"Ma Zain mau kelupuk kentang,boleh ya"pintanya penuh harapan


"Tentu boleh sayang"


"Asikkkk"Zain berloncat Ria setelah memilih beberapa makanan dan membayarnya dikasir mereka bertiga segera keluar dan menghampiri Varo dan Gibran yang sedang asik berbincang.


"Ayo kita pulang sekarang"ajak Tania pada Varo dan Gibran


"Zain mau naik mobil Aunty sama uncle gak??"Laura sengaja memberi tawaran


"Mau Aunty"Zain melihat kearah mamanya


meminta ijin lagi


"Iya,Pergilah sayang"Tania paham maksud mata Zain padanya.Zain pun dengan setengah berlari kearah Gibran dan Laura


"Hati-hati sayang jalan aja "Laura memberi peringatan pada Zain dan Zain pun berhenti berlari.


Varo membuka pintu untuk Tania


"Makasih sayang"ucap Tania


"Sama-sama"balas Varo


setelah Varo masuk kedalam mobil


Varopun tak lupa memasang kan Sabuk pengaman pada istrinya dan memberikan kecupan dipipi Istrinya sekilas.

__ADS_1


Tania hanya tertawa dengan tingkah Suaminya yang mencium nya dengan tiba-tiba.dan Tania membalas kembali mengecup pipi Varo.dan mereka berdua tertawa bahagia.hal kecil seperti ini terasa romantise untuk Tania.


perlahan mobil Varo dan Gibran meninggalkan halaman parkir mini market.


__ADS_2