Pengorbanan Hari Tania

Pengorbanan Hari Tania
Bab.88


__ADS_3

Varo melihat keadaan istrinya yang sedang terbaring lemah.


"Tadi dia terlihat sehat saat sedang menemuiku,kenapa tiba-tiba mendadak sakit?varo memegang dahi istrinya sangat panas.


"Hmmmmmm dingin,,,kepalaku sakit,racau Tania


"Sayang,,,Kamu mendengar ku,varo memegang tangan istrinya


Tania berusaha membuka matanya,Va,,,ro,,,


"Aku mau muntah,tolong bantu aku berdiri kekamar mandi,pinta Tania pada suaminya.


Dengan cepat Varo membangunkan dan langsung menggendongnya kekamar mandi.


Tania berdiri didepan wastafel lalu mengeluarkan semua isi perutnya.


Varo mengelus pundak istrinya memberi rasa nyaman.


"Kumurlah dulu mulutmu sayang,apa masih ingin muntah.Tanya Varo


Tania menggeleng,kepalanya masih terasa sangat sakit dan Tania memegang perutnya meringis.


"Ambilkan aku handuk kecil itu mau mengelap muka ku,lirih Tania


Belum jauh varo melangkah Tania ambruk dilantai tak sadarkan diri.

__ADS_1


Varo yang kaget karena kejadiannya sangat cepat tidak sempat menangkap istrinya.


"Tania!!!!!!!!!!!!!!


"Varo menggendong istrinya kembali ketempat tidur membaringkan perlahan"Air matanya sudah mengalir deras dipipinya.


Varo mengambil ponselnya dan segera menghubungi Dokter zidan.Perlu waktu setengah jam untuk dokter zidan sampai dikediaman varo.


"Bunda ,ayah panggil Varo berlari menuju tangga ".


"Varo ada apa kenapa panik seperti ini,,,???Tanya Bella


"Tania tidak sadarkan diri,,,


"Apa!!!! Bella dan Denian segera lari ke kamar Tania


"Varo sudah menghubunginya bunda.Varo mencari keberadaan Gibran dan kakeknya


Tapi tidak menemukan mereka.


Varo melihat Bi Rumi dan menanyakan langsung.


"Bi,mana orang-orang semua??Tanyanya. dalam keadaan kacau


Bi Rumi melihat keadaan varo menjadi khawatir

__ADS_1


"Tuan besar,Gibran dan Sarko sedang keluar bersama tadi,ada beberapa urusan mendadak harus keluar pesan mereka pada Bibi tadi.


"Bi siapkan air dan handuk bersih untuk kompres demam,suara Bella dari tangga atas


"Siapa sakit ???


"Istriku Bi,cepatlah siapkan semua.Varo kembali berlari ke atas melihat keadaan istrinya.


"Baik tuan,bibi segera siap kan secepatnya.


Bibi berlari dengan tergesa-gesa.


"Bi Rumi ada apa kok seperti khawatir ?? sapa seorang wanita yang asik duduk menikmati kerupuk udang diatas meja makan.


Bi Rumi tidak menanggapi pertanyaan Gina nama wanita itu.memilih untuk secepatnya menyediakan perlengkapan buat kompres demam.


"ah,,,,,Tuli ya,wajar sih sudah tua.ucapnya sewot karena kesal pertanyaannya diabaikan.


Dari awal Bi rumi tidak menyukai Gina,baginya wanita ini tidak ada niatan bekerja hanya kerjanya mengawasi dan makan kalau ada Nyonya Bella aja dia pura-pura rajin.bisa di bilang makan gaji buta.tapi bi Rumi memilih diam biar nanti nyonya Bella yang nilai.


Tanpa membalas ucapan Gina,Bi Rumi langsung menuju kamar Tania.


karena penasaran dia mengikuti langkah kaki Bi Rumi menuju lantai atas dan berhenti dipintu seperti biasa menguping dan melihat apa yang sedang terjadi.


Saat mengetahui apa yang terjadi dia bersorak gembira,misi nya berhasil

__ADS_1


"Aku pasti dapat bonus lebih.Yes,,,Racun itu bekerja,pekerjaanku tidak sia-sia ah semudah ini menjalankan perintah Nona besar,aku harus segera melarikan diri pikir gina.Setelah dia berhasil meracuni Tania dan melihat hasilnya dia disuruh untuk pergi secepat mungkin.


"Sedang apa kamu disini,sebuah tangan memukul pundaknya membuat dia terkaget dan hampir berteriak kencang dengan cepat menutup mulutnya.


__ADS_2