
Om Andre sepanjang malam memikirkan ucapan Varo dan Gibran.Kalau Sarah yang Dimaksud Varo adalah orang yang sama keluarga Sahabatnya dalam bahaya.
"Apa yang harus ku lakukan kalau Sarah yang mereka maksud adalah kekasihku,aku membebaskannya sama saja aku seperti bekerja sama untuknya"gumam Om Andre sendiri di balkon apartemennya.
"Tapi dari sini aku sadar,Sarah tak pernah mencintaiku,gadis itu hanya memanfaatkan diriku"Om Andre mengepalkan tangannya geram.
"Mau bermain-main dengan ku gadis kecil,oke kita mulai besok ya"Om Andre tersenyum menyeringai.
Dirumah Varo keluarga asik berkumpul diruang tamu.
Varo menanyakan sesuatu pada papa Rendi.
"Pa,Om Andre ingin membebaskan salah satu temannya yang terlibat kasus Pembunuhan apa papa tau siapa teman yang Om Andre maksud?''
"Papa memang bersahabat sejak dulu,namun ruang lingkup pertemanan Andre itu luas hanya beberapa saja yang papa kenal"
"Kalo aku jadi Andre untuk apa membebaskan seseorang dengan kasus mengerikan seperti itu"ucap Bella ia bergidik
"Om Andre mu itu terlalu baik,kadang orang lain memanfaatkan kebaikannya,ya mungkin salah satu temannya mengambil kesempatan itu".
__ADS_1
"Gibran tuh kasian Pa,Soalnya dia harus meninggalkan istrinya yang dalam masa pemulihan,sepenting apa temannya itu baginya"Semua setuju ucapan Gibran
"Nanti besok papa coba menemui On Andre dan bertanya langsung padanya".
"Sebaiknya kita lihat perkembangan kasus Sarah dan rekannya,kakek gak mau kalau hukuman mereka gak sebanding dengan kejahatannya"kakek Royan membuka suara yang tadi hanya fokus pada perbincangan anak dan cucunya.
"Aku akan menuntut nya dengan seberat-beratnya"Gibran terlihat emosi saat mendengar Sarah yang hampir saja melenyapkan nyawa orang tersayangnya.
"Gibran kapan kamu akan melamar Laura"ucap kakek lagi membuat Kekesalan Gibran akhirnya Reda.
''Secepatnya kek"Ucap Gibran malu-malu.
"Terima kasih kek"ucap Gibran
"Iya padahal Bunda Bella juga ingin menjodohkankannya dengan anak teman bunda,karena Laura adalah pilihannya Bunda gak keberatan sama sekali,itu pilihan yang tepat bagi bunda".
"Gak nyangka jodohnya Gibran sahabatku sendiri ya"Celetuk Tania
"Kalau aku tau Laura sahabat mu sudah sejak lama aku akan memintamu untuk jadi Mak comblang"
__ADS_1
Semua tertawa mendengar ucapan Gibran.
"Ini sudah larut malam,sebaiknya kalian beristirahat"Perintah kakek Royan
Satu persatu mereka meninggalkan Ruang keluarga menuju kamar masing-masing.
Varo menggandeng tangan Tania,mereka berdua ingin melihat Zain yang sudah tidur dulu.
Varo Membuka kamar Zain melihat putranya tertidur pulas setelah membetulkan selimut memberikan kecupan dan ucapan selamat malam Varo dan Tania pun menuju kamar mereka.
"Ayo sayang sini duduk di pangkuanku"Ajak Varo melihat Tania yang sudah mengganti pakaiannya.
"Aku berat sayang,berat badanku naik akhir-akhir ini"Elak Tania saat ia dalam masa pemulihan dari shock nya Tania selalu dimanjakan oleh bunda Bella dengan berbagai masakan enak.
"Aku kuat menopang mu,apa kamu meragukan kekuatan suamimu"Goda Varo dan mendekati Tania lalu mencium lembut rambut Istrinya.
"kita akan mulai lagi malam ini buat si kembar "Bisik varo dan terus mencium pipi dan tekuk leher Tania
Membuat Tania terasa merinding mendengarnya makin kesini suaminya dirasanya makin Mesum ya tapi Tania suka.
__ADS_1